Air mengalir lembut di sungai yang jernih dan berbatu.......hujan rintik-rintik tanpak bagai jatuhnya berlian dari langit....awan gelap menggelayuti gunung dan desa sekitarnya......kebun teh sangat begitu sepi tanpa adanya pemetik teh yang biasanya bersenda gurau bersama teman-temanya.......angin berhembus tak begitu kencang namun sanggup membuat dedaunan menari perlahan.....tak begitu jauh dari kebun teh dua orang muda mudi nampak sedang berlindung dibawah pondok kecil para pemetik teh yang biasanya digunakan untuk makan atau sekedar melepas lelah. Si wanita merebahkan kepalanya pada lelaki yang duduk disampingnya dan si lelaki asik memandangi butiran-butiran air yang jatuh dari langit dan terus mengalir ke sungai yang tak jauh dari situ. Mereka tak sadar sepasang mata jalang mengawasi mereka dari rimbunnya pohon dan mendekat dengan satu loncatan ke pohon lainnya. Gerakan yang mampu dilakukan oleh orang-orang yang terlatih beladiri tingkat tinggi.
"Zira....
"Hm....
"Sampai kapan aku harus bersembunyi? Aku lelah...aku ingin seperti orang lain yang bebas menikmati hidupnya dan pergi kemanapun mereka mau.
"Heh....aku tak tau Layla.
Azira menarik nafas dalam-dalam dan menjawab singkat pertanyaan wanita disampingnya yang ternyata adalah Layla.
"Mungkin....mungkin kalau semuanya sudah beres dan Si Chan telah aku musnahkan dari muka bumi ini.
"Mengapa kamu nampak sangat dendam terhadapnya Zira?? bukannya seharusnya aku yang dendam dan marah padanya??
"Ya aku tau tapi ada sesuatu hal yang membuat aku harus membunuhnya.
"Apa itu...??
"Aku tak perlu menceritakan kejadian menyedihkan itu padamu Layla karena hal itu menyakiti ku.
"Baiklah...aku tak menyangka kalau kita mempunyai musuh yang sama.
Zira menatap Layla dengan lembut. Tatapan itu kini benar-benar tatapan yang diinginkan oleh Layla. Kelembutan seorang Azira yang pendiam....dingin.....dan berkharisma. Layla tak sanggup menatap mata Zira lama-lama karena tatapan itu benar-benar menusuk hingga ujung hatinya bergetar dan tak sanggup berkata-kata....
"Layla.....
Azira memanggil nama layla dengan pelan dan bergetar
"Hm....
"Aku tak pernah sedekat ini dengan wanita, apa kamu tak takut padaku??
"hahahahah.....Kamu ini lucu Zira....kenapa aku harus takut sama kamu hahahah
"Hm...karena...
Dengan cepat Azira menarik Layla dan mencium bibirnya. Layla tanpak terkejut dengan apa yang dilakukan Azira. Awalnya hal itu membuatnya tergagap namun akhirnya mereka pun saling berpagut dalam ciuman yang dalam dan hangat........
"Apa artinya itu kamu mencintai aku Zira???
Layla bertanya pada Zira setelah mereka selesai saling bercumbu.
"Hm...ya, apa kamu menolaknya? Azira menatap serius pada Layla.
Layla tersenyum kecil menatap Azira dan menggelengkan kepalanya.
"Engga....aku engga bisa Azira......
"Ja...ja..jadi kamu engga bisa menerima aku? Azira terkejut dan hal itu membuat jantungnya serasa berhenti berdetak.
"Aku engga bisa....
"Katakan padaku Layla kenapa kamu menolakku...???
"Aku....aku....aku engga bisa menerima kalau kamu tidak mencintai aku...!!! hahahahahahah
Layla berkata dengan kencang dan tertawa lucu melihat mimik Azira
"Aah kamu.....awas ya...kamu bikin aku mati kutu
Azira tak dapat menyembunyikan perasaan senangnya. Akhirnya mereka pun saling menggelitik dan berlari di bawah guyuran air hujan diantara pohon teh dan angin yang membisikan kata-kata cinta pada mereka. Azira dan Layla berlari ke tepi sungai dan saling memercikan air....berenang....dan bercanda dalam keceriaan yang selama ini mereka impikan. Sementara itu orang yang mengintip mereka lewat pepohonan tanpak loncat turun dari pohon dan berlari menjauh dengan cepat ke arah kota.
Ditempat lain...........................
"Chan...apa anak buah kamu sudah menemukan anak itu?
"Sejauh ini belum ada perkembangan, tapi aku yakin anak buahku dapat diandalkan.
"Hm...sampai kapan aku harus menunggu disini Chan...aku dah mulai bosan dan gatal ingin menghajar anak itu
"Beri aku waktu seminggu lagu Takeshi, aku yakin dia bisa ditemukan.
Takeshi tak berbicara lagi lalu berdiri dan berjalan menuju taman yang ada didepan rumah. Sementara Mr Chan hanya mengikutinya dari belakang tanpa berkata sepatah katapun.
"Chan...kamu ingat ketika kita menghajar berdua Tanaka?
"Ya kenapa Takeshi?
"Aku yakin kalau dia masih hidup Chan?
"Hahahahahah....kamu terlalu takut dengannya hahahah
"Chan...!! Aku ingatkan kamu!! tak ada seorangpun yang aku takuti didunia ini!! mengerti kamu!!
Muka Takeshi berubah merah ketika dia merasa kalau Mr Chan menyepelekan dirinya.
"Sorry...sorry Takeshi, bukan aku memandang rendah kemampuan kamu tapi aku yaki kalau Tanaka sudah tak bernyawa lagi sekarang. Lukanya begitu serius waktu itu dan dia terjatuh ke laut, kamu ingat itu kan? jadi....apa yang kamu khawatirkan??
"Chan....kamu terlalu memandang rendah Tanaka. Dia tak mudah menyerah dan kuat.Kita berdua tau itu
"Sudahlah Takeshi....semua omongan kamu itu sudah ngawur....tak ada lagi Tanaka ok...!
Tiba-tiba...wuss........duk........seseorang dengan gerakan yang lincah salto dari dinding rumah dan mendarat tepat didepan Mr Chan dan Takeshi lalu membungkuk hormat pada keduanya.
"Tuan....saya sudah menemukan anak itu apa yang seharusnya saya lakukan?
"Bagus...bagus...kerja yang bagus. Dimana dia?
Takeshi bertanya pada anak buah Mr Chan dengan tidak sabar.
"Dia tinggal disebuah villa di puncak dengan wanita yang selama ini kita cari
"Maksud kamu Layla?
Mr Chan tanpak kaget dengan berita itu.
"Betul tuan....mereka tinggal tak jauh dari perkebunan teh
"Ok...bagus....bagus.....sekarang kumpulkan semua anak buah kamu dan antar kita kesana. Takeshi....!! persiapkan dirimu, kita segera berangkat kesana.
"Aku sudah siap Chan ayo.....
Takeshi....Mr Chan......dan anak buahnya segera menuju mobilnya......puluhan orang berpakaian hitam anak buah Mr Chan mengikuti dengan mobil dan motor besar. Mereka beralan berarak-arakan layaknya pejabat yang akan menghadiri perjamuan penting......ke arah puncak. Sementara di sebuah warung tak jauh dari perkebunan teh seorang laki-laki berbadan tegap bermata sipit jepang, mengenakan pakaian ala petani dengan caping di kepalanya dan membawa tongkat beserta bungkusan kain putih untuk membawa barang diujung tongkatnya tanpak berbincang dengan si pedagang.
"Saya haus minta minum boleh??
"Oh boleh...boleh atuh....silahkan duduk tuan, ehm tuan mau minum apa?
"Teh manis saja...yang dingin ya
"Baik tuan...ditunggu ya
"Ya...ya
laki-laki itu mengiyakan lalu duduk di pojok warung itu memperhatikan para pemetik teh yang sedang sibuk memetik teh sambil bersenda gurau dengan teman-temannya. sesekali laki-laki itu tersenyum memperhatikan wajah-wajah pemetik teh yang nampak tak ada beban dalam hidupnya
"Ini teh nya tuan.......
Suara pedagang warung menghancurkan lamunannya tentang si pemetik teh
"Oh ya...terima kasih
Laki-laki itu langsung menikmati minumnya....angin gunung yang segar membuatnya sedikit terkantuk kantuk namun hal itu tak membuatnya segera tidur...
"Tuan mau kemana?? si pedagang berusaha beramah tamah dengan laki-laki itu
"Oh ya...saya tidak tahu kemana mau??? saya bingung
"Lho.....kenapa bisa begitu??
"Saya sedang mencari kedua anak saya.....
"Oh...apa mereka kabur dari rumah tuan??
"Oh tidak..tidak...ceritanya panjang. Apa anda punya anak??
"Sudah tuan...saya sudah punya 2 orang anak yang masih kecil.
"Bagus...bagus kamu jaga harus mereka ya..biar mereka menjadi anak yang kamu banggakan kelak
"Tentu tuan...
Omongan mereka berhenti sejenak ketika tiba-tiba dua orang sejoli menuju ke warung itu dan duduk dibangku yang disediakan dibawah pohon dan si lelaki masuk menuju warung itu.
"Ada yang bisa saya bantu den?
Pedagang itu menawarkan diri tuk menjamu laki-laki itu
"Ehm...tolong buatkan dua teh manis ya pak. Layla kamu pesan apa lagi?
Pemuda yang ternyata Azira itu berteriak memanggil Layla, wanita yang mendampinginya tadi dan menawarkan pesanan lainnya.
"Cukup air saja...aku cuma haus. Layla berteriak menjawab.
"Baiklah pak...air teh saja ya, yang dingin ok.
"Baik den, ditunggu ya.
"Sambil berjalan menuju Layla Azira melirik tajam kepada laki-laki bercaping yang duduk di pojok warung. Mata mereka saling padang sejenak. Azira merasakan getaran yang hebat ketika memandang lelaki itu. Getaran yang aneh yang merasuk ke relung hatinya dalam. Azira mengalihkan pandangannya dari laki-laki itu dan berjalan menuju Layla yang sedang menantinya duduk di bawah pohon.
"Kenapa Azira?? kamu kelihatannya bingung dan.......
"Entahlah, aku juga tak tahu Layla. Kamu lihat laki-laki itu?
"Ya...ada apa dengannya?
"Pandangannya sangat tajam dan hangat......
"Mungkin itu hanya perasaanmu saja Zira.
"Yah....mungkin saja
"Zira.....kamu tak banyak cerita tentang kamu sendiri. Kapan kamu akan menceritakan semuanya?? bukannya kita harus tahu satu sama lain??
"Ada waktunya nanti Layla.
Ketika layla hendak bertanya lagi......
"Den.....in teh dinginnya. silahkan diminum
"Oh terimakasih pak, in uangnya. Pak tolong di plastikin aja teh nya. Kita mau langsung pulang
"Baik den....sebentar.
Pedagang itu pun berlalu.....
"Kenapa kita harus pulang cepat??bukannya lebih baik diminum disini saja Zira?
"Entahlah....mungkn aku sedikit cape dan ingin istirahat.
Beberapa menit kemudian sipedagang datang dan telah membungkus tehnya dengan plastik
"Den ini tehnya...terimakasih ya den.
"Ya pak sama-sama, ayo kita pulang Layla. Azira berkata pada Layla sambil membayar minumannya.
Layla dan Azira akhirnya pergi meninggalkan kedai itu namun Azira merasa laki-laki yang ada di warung itu menatapnya terus dan memperhatikan gerak-geriknya.
Memang...laki-laki itu terus menatap Azira dan Layla hingga hilang di pandangan mata. Laki-laki itupun merasakan getaran yang hebat menderanya.
"Pak...Bapak kenal tadi orang? laki-laki bercaping itu bertanya pada pedagang warung.
"Maksudnya yang berdua tadi???
"Ya benar...benar sekali
"Yang laki-laki mah sering main di daerah sini, dia tinggal di villanya di samping bukit. tapi....yang wanita saya belum pernah melihatnya, mungkin kekasaihnya pak heheheh...soalnya mereka tanpak mesra sih.
Si pedagang menerka-nerka hubungan antara Azira dan Layla
"Baiklah...ini uangnya pak...saya pergi dulu..terimakasih ya.
Belum sempat laki-laki bercaping itu pergi........brmm...brm.........puluhan kendaraan bermotor lewat diikuti oleh mobil mewah dibelakangnya. Pakaian mereka serba hitam....bertubuh tegap dan berkacamata hitam. Melihat hal ini laki-laki bercaping langsung membalikan badannya seakan menghindari keberadaan mereka. Rombongan tadi cepat berlalu menuju arah kemana Azira dan Layla pergi. Setelah rombongan itu pergi laki-laki bercaping segera pergi dengan gerakan yang ringan berlari diatara rimbunnya pohon teh dan pohon cemara tanpa diketahui oleh pedagang tadi yang hanya terbengong melihat betapa cepatnya gerakan laki-laki bercaping menghilang dari hadapannya. Langit mulai menghitam....menandakan adanya badai yang akan terjadi di muka bumi...angin bertiup kencang....pohon cemara bergoyang hebat dibuatnya......sementara itu di villa.
Azira tanpak terduduk diruang tengah. berusaha untuk mengerti getaran yang baru saja melandanya. Getaran hebat yang dikirimkan oleh laki-laki bercaping yang baru saja di temuinya di warung . Layla hanya memandangi Azira....tak ada sepatah katapun keluar dari bibirnya. Layla sangat mengerti perasaan dan prilaku Azira sehingga dia tak mau mengganggunya. Tiba-tiba Azira berdiri dan tersentak.........dia merasakan ada kekuatan yang sangat hebat menuju ke arahnya.........
"Layla ........sebaiknya kamu sembunyi
"A..a..ada apa Zira?
"Aku bilang cepat bersembunyi!!.
Belum sempat Layla bersembunyi...wush....wush....wush.......puluhan anak panah menerjang jendela dan menyebabkan kaca kaca hancur....wush.....sebuah anak panah hampir menyerempet tubuh Layla. Layla sangat panik tapi dengan sigap Azira mengangkatnya dan membawanya ke kamar tidur dan menyuruhnya bersembunyi disana.
"Kamu diam disini dan jangan pergi kemana-mana sebelum aku datang.. mengerti!
"Zira....Zira jangan tingggalkan aku!
"Tenang Layla......aku akan kembali buat kamu.
muka Azira terlihat sangat serius namun dengan lembut dia mengusap tangan dan pipi Layla dan meyakinkan dirinya bahwa dia akan baik-baik saja. Azira segera keluar dari kamar dan tak ingin berlama lama dengan Azira khawatir para penyerang akan mengetahui tempat Layla bersembunyi. Serangan anak panah tak berhenti disitu puluhan anak panah menerjang villa yang penuh dengan jendela kaca itu. Dengan sigap Azira keluar dan ingin mengetahui siapa yang telah menyerang dirinya. Baru saja Azira membuka pintu puluhan orang berbaju serba hitam telah mengepungnya dan siap membidik dirinya dengan anak panah.
"Bunuh....!! seseorang bermuka jepang yang teryata adalah Takeshi memerintahkan anak buah Mr Chan untuk langsung membunuh Azira dan.....wush.....wush....wush anak panah pun melesat cepat siap menancap di tubuh Azira. Azira sama sekali tak takut dengan anak panah yang melesat ke arahnya. Dirinya diam mematung siap menerima anak panah itu. Takeshi tanpak terkejut dengan apa yang dilihatnya karena Azira tak menghindar sedikitpun dan Takeshi yakin Azira akan tewas terkena puluhan anak panah beracun . Tapi.....................ketika hampir 30 cm anak panah menusuk tubuh azira.......anak panah itu-pun jatuh berguguran tanpa disentuhnya Kekuatan yang maha dasyat telah meluluhlantakan anak panah-anak panah itu..........Takeshi dan Mr Chan yang melihat kejadian itu tanpak terbengong-bengong dengan kejadian itu. Anak buah Mr Chan pun ciut nyalinya melihat kedasyatan kekuatan lawannya. Takeshi tak bisa menyembunyikan kekagumannya melihat kekuatan Azira.
"Hiaaaaaaaaa..........................
Dengan cepat dia berlari dan menghunuskan samurainya. Kilatan-kilatan cahaya kematian dari samurai yang dihunus Takeshi membuat semua orang yang ada disitu bergidik, namun tidak begitu dengan Azira. Azira tanpak dingin tak ada ekspresi. sssst.....ssssst.......ssstt tebasan samurai secepat kilat menyerangnya. Azira mengindar dengan cepat dari serangan yang mematikan itu. Sebuah serangan kembali dilakukan Takeshi dengan menyabetkan samurainya ke leher Azira....sssst........serangan itu hampir memutuskan lehernya namun tak urung sabetan samurai Takeshi memotong sebagian rambut gondrongnya. Rambut Azira terjatuh ke bumi...hal itu membuat Takeshi semakin bersemangat untuk membunuh Azira secepatnya.
Gerakan-gerakan samurai Takeshi semakin membabi buta....Azira tak diberi kesempatan untuk menyerang balik namun tetap saja tak sedikitpun samurainya menggores tubuh Azira. Pada satu kesempatan Takeshi menebaskan samurainya secara horizontal hendak membelah dada Azira.....wushhhhh.......dinginnya hawa pembunuh yang ditebarkan samurai terasa dingin dan mengerikan namun................tap.........samurai Takeshi ditangkap oleh kedua tangan Azira, Takeshi pun terkaget-kaget dibuatnya
"何…か。か。...........(Apa......??). 彼はいかにそれをしてもいいか。(Bagaimana dia bisa melakukan hal itu??? (Takeshi berkata dalam hatinya)
Adu kekuatan pun terjadi.....mereka saling menatap tajam mengukur kekuatan masing -masing. Ketika mereka terkosentrasi mengadu kekuatan kesempatan bagus ini tidak di biarkan oleh mr Chan untuk menyerang dari belakang srettttt.....sretttttttt...........mr Chan mencabut samurainya dan menyabetkannya pada Azira....Hiaaaaaaaaaaaaaa
Azira hanya melirik sekilas dan dia dapat merasakan hawa dingin samurai yang di sabetkan oleh mr Chan yang hendak menyerangnya takala ia lengah. Dengan cepat Azira melepaskan genggamannya pada samurai Takeshi dan melompat kesamping terguling dan berusaha bangkit lagi...namun Takeshi dan Mr Chan tak membiarkan Azira tuk bangkit lebih cepat........wush........wush....samberan samurai mereka menyabet ke bagian leher dan kaki Azira. Azira yang mendapat serangan secepat itu menekan kedua tangannya dari bumi dan menggenjotnya sehingga membuatnya tanpak terbang dan salto di udara. Kecepatan luar biasa yang ditunjukan oleh ketiga petarung itu membuat anak buah Mr Chan pusing dan tak bisa melihat mereka dengan jelas. Baru saja Azira menjejakan kakinya ditanah sebuah serangan dari Takeshi telah menyerbunya kembali...Mr Chan pun tak tinggal diam....Hiaaaaaaaaaa...................
"..........!死ぬ!! (mati kamu)
Takeshi berteriak dengan bahasa jepang ( yang penulis juga ga ngerti heheheheh)
Azira mampu menghindari serangan Mr Chan sambil memberikan serangan balasan duk...duk....pukulannya mendarat telak di dada dan muka mr Chan namun tusukan samurai Takeshi tak mampu dihindarinya. Azira menangkap dengan tangan kirinya tapi tak urung tusukan itu mapu melukai perutnya. Akh.......Azira berteriak kecil dan berusaha menahan laju samurai Takeshi yang terus berusaha menancapkan lebih dalam ke dalam tubuhnya. Trangggg...............Dalam keadaan terdesak Azira mematahkan samurai Takeshi namun ujung samurainya masih menancap ditubuh Azira dan mengeluarkan banyak darah. Azira lompat kebelakang berusaha menjaga jarak apabila ada serangan susulan dari Takeshi.
"だれであるか。.....(siapa kamu sesungguhnya???) Takeshi mengguman dengan bahasa jepangnya (yang penulis juga bingung hahaha)
Sementara di atas sebuah pohon yang rindang tanpak seseorang mengintip pertarungan itu.
"不均衡な戦い....(pertarungan yang tak seimbang) laki-laki bercaping mengguman pelan....
"人はだれであるか。ChanおよびTakeshiはなぜ彼を殺したいと思うか。(Siapa laki2 itu, mengapa Chan dan Takeshi berniat membunuhnya) rupanya lelaki bercaping sangat mengenal mr Chan dan Takeshi (Lalu siapakah laki2 bercaping ini?)
Takeshi tersenyum senang melihat lawannya sudah terluka. Mr Chan mulai bangkit dan saling beradu pandang dengan Takeshi....Entah apa yang ada dibenak mereka tapi dengan cepat keduanya menyerang Azira tanpa aba-aba. Azira merobek sebagian bajunya tuk menahan pendaharan akibat lukannya. Dengan adanya serangan yang cepat dari Takeshi dan Mr Chan tak ada yang harus dilakukannya lagi kecuali menghadapi keduanya.
"それらは私に…したようにこれを一緒にした.....(Mereka melakukan hal ini sama dengan apa yang mereka lakukan padaku.....lelaki bercaping berguman dan terus memperhatikan apa yang dilakukan oleh Takeshi dan Mr Chan.
Serangan Mr Chan luput mengenai Azira..begitu juga serangan Takeshi. Kini mereka berduel tangan kosong...Takeshi tak lagi memegang samurainya yang patah. duk....duk...duk.....tangan mereka saling beradu dan akibatnya sangat dasyat....Takehi terpental lima langkah kebelakang....Mr Chan terpental lebih dari sepuluh langkah kebelakang sementara Azira terpental tiga langkah kebelakang namun darah mengalir dari bibirnya. nampaknya luka tusukan samurai Takeshi membuat Azira semakin kepayahan......Azira berusaha bertahan...namun matanya mulai berkunang kunang. Digoyangkannya kepalanya..tetap...pusing dan panas menyerang semua persendian ditubuhnya. Rupanya samurai yang dipakai Takeshi mengandung racun yang sangat membahayakan.
"hahahaha.....やがて死ぬ (kamu kan segera matiiii) Takeshi berceloteh dengan bahasanya. Diambilnya sebuah samurai anak buah mr Chan dan Takeshi mulai mendekati Azira yang sudah merasa ajalnya sudah didepan mata
"Ayah.....maafkan aku yang tak bisa membalaskan dendammu dan menemukan kakak.....
Azira berkata dalam hatinya. Kaki Azira semakin lemas....lututnya bergetar hebat.......dan.......semuanya tanpak gelap. Azira tak sadarkan diri namun sempat dilihatnnya seorang wanita berlari padanya dan berteriak hingga pada akhirnya Azira tak sadarkan diri.
"Jangan bunuh diaaaaaaaaaaaaaa..................
Takeshi melirik wanita yang berlari mendekati Azira yang telah pingsan. Wanita itu yang tak lain adalah Layla memeluk Azira dan berusaha membangunkannya
"Zira....bangun Zira......banguuuuuuun huhuhuhuhu....
Layla menangis sejadi-jadinya.
"Apa kamu ingin mati bersamanya langsung ha!!!!!
Takeshi membentak Layla. Semua itu tidak diindahkan oleh Layla....Layla tetap memeluk Azira yang terus mengeluarkan darah dari mulut dan tubuhnya. Takeshi nampaknya sudah tak sabar ingin segera menuntaskan semuanya dengan cepat. Diayunkannya samurainya...wushhhhhhhhhh............................Layla hanya memeluk Azira dan tak lagi melihat Takeshi yang telah mengayunkan samurainya pada mereka berdua.......namun.............trangggggggggggg.....ketika samurai Takeshi hampir saja menyentuh kulit mereka......dua buah senjata berbentuk bumerang menyambar samurainya...Takeshi trekejut bukan kepalang.....tangannya bergetar hebat menandakan kekuatan orang yang melemparnya. Matanya mulai mencari-cari darimana arah senjata-senjata itu berasal.
"Woiiiiiiiii......siapa yang berani mencampuri aku punya urusan!!!!!!
Tak ada jawaban.....semuanya begitu hening. Anak buah Mr Cahan tanpak berjaga-jaga dengan kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Mereka siap menembakan anak panah mereka pada objek yang kira-kira akan membahayakan jiwa mereka......wushhhhhh.................wushhhhhh.........wushhhh......puluhan senjata berbentuk bumerang kali ini berterbangan......bukan hanya Takeshi yang menjadi sasaran namun juga anak buah Mr Chan dan Mr Chan sendiri yang naapak masih tertatih-tatih akibat pukulan Azira....Takeshi dan Mr Chan dapat menghindari serangan itu walau dengan susah payah namun anak buah Mr Chan tak sanggup menerima serangan yang begitu cepat dan...zeb.....zeb....zeb.....akhhhhhh mereka pun bergelimpagan.
Anak buah Mr Chan tak sanggup menghadapi kecepatan serangan bumerang kecil yang menyerangnya. Takeshi mulai marah begitu pula Mr Chan, tapi sang penyerang belum juga menampakan batang hidungnya.
"Kamuuuuuu!!! siapapun kamu....jangan pernah menjadi pengecut!!!! keluar!!!
Takeshi berteriak lantang dengan kekuatan tenaga dalammya hingga membuat beberapa anak buah mr Chan yang masih tersisa menutup telinganya....masih....semuanya hening tak ada jawaban. Mr Chan lalu berbisik pada Takeshi sepertinya tengah merencanakan sesuatu.
"Ok....siapapun kamu!!! aku akan tetap membunuh kedua manusia ini dan kamu!!! hahahaha tak akan pernah bisa menyelamatkannya!!!
Takeshi berjalan mendekati Azira dan Layla....baru dua langkah Takeshi berjalan.......
tap....tap...tap....wushhhhhhhhhh....sesosok bayangan melesat cepat dan berdiri di hadapan Takeshi tanpa sedikitpun menimbulkan suara.....seseorang berpakaian ala ninja kini telah berdiri menantang Takeshi....tak ada suara yang diucapkan oleh ninja itu.
Takeshi tak menunggu lama lagi langsung melancarkan serangan pada ninja yang telah menggaggu dirinya.......hiaaaaaaaaa........serangan Takeshi begitu cepat dan mematikan....namun ninja itu nampaknya tak menggubris serangan Takeshi dan hanya menghindar saja tanpa memberikan serangan balasan. Hal itu membuat Takeshi penasaran dan terus menyerangnya.....sementara itu Mr Chan tak bisa berbuat apa-apa...dadanya masih terasa sakit dan ngilu. Dilain kesempatan wushhhh....wush....tiba-tiba ninja itu melemparkan senjata rahasianya dan......wushhhhh....zebbb...satu senjatanya mampu dihindari Takeshi namun senjata kedua tak mampu dihindarinya dan mengenai perutnya...akhhhhh. Takeshi mengerang kesakitan dan memegangi perutnya yang mengeluarkan darah segar. Untungnya
Ninja itu tak lagi menyerangnya lagi. Si Ninja misterius segera mendekati Layla dan Azira, Dengan enteng dia mengangkat Azira dan membawanya pergi bersama Layla sementara Mr Chan dan Takeshi tak mampu berbuat apa-apa lagi.
Diatas pohon.......laki-laki bercaping terus mengawasi pertarungan Azira, Takeshi dan mr Chan hingga akhirnya ninja misterius datang dan pergi meninggalkan Takeshi dan mr Chan dalam ketidakberdayaan. Dengan cepat dan gesit dia melompat dari satu pohon satu ke pohon lainnya mengikuti kemana arah ninja misterius itu membawa Azira dan Layla pergi. Rupanya ninja itu pergi menerobos gelapnya hutan pinus dan menuju ke puncak gunung. Tak berapa jauh dari puncak gunung tanpak sebuah gubuk kecil yang sangat rapi dan bersih dengan bunga-bunga yang bertebaran dan berkembang disekelilingnya....suasananya sangat sejuk dan nyaman. Segera sang ninja misterius menurunkan Azira ke balai yang ada ditengah gubuk itu dan melakukan penotokan yang sama sekali Layla tak mengerti. Ninja itu memberikan isyarat pada Layla agar segera mengambil air dan merebusnya sementara dia keluar dan pergi entah kemana...........ketika ninja itu pergi keluar laki-laki bercaping yang sedari tadi mengikuti mereka segera turun dengan gerakan ala ninja dan tanpa suara masuk ke dalam..........
"Zira......bangun.....huhuhuhu.......bangun .
terdengar olehnya suara Layla yang sedang menangisi Azira yang belum sadar juga.
"Permsi.......
Suara laki-laki bercaping mengagetkan Layla....
"Si...si...siapa kamu? a..a..apakah kamu orang yang tadi membawa zira kesini....
"Bukan....aku hanya ingin menolong pemuda yang sebelah kamu ada
Laki-laki bercaping berbicara dengan logat jepang yang masih kental
"Ini.....berikan pil ini padanya....saya yakin dia akan segera sembuh...orang yang tadi menolong kamu hanya memberikan totokan sementara agar racunnya tak segera menyebar ke seluruh tubuhnya. Tolong jangan beritahu teman kamu atau orang yang menolong kamu kalau saya kesini.
"Te...terimakasih tuan
Layla menunduk mengucapkan terimakasih pada laki-laki bercaping yang berusaha menolong Azira.....
"Saya tak................
Betapa kagetnya Layla ketika dia kembali menatap laki-laki itu namun laki-laki bercaping yang menolongnya telah hilang dan berganti ninja misterius yang terkejut dengan ucapan Layla.....
"Apa maksud kamu tuan?....apa kamu mengenal aku???.
ternyata suara dari ninja itu adalah suara wanita dan tentu saja hal itu mengejutkan Layla dan tidak menyangka dengan yang baru saja didengarnya.
"Jawab kata saya!! mengapa kamu memanggil saya tuan!!
Ninja misterius yang menolong Azira dan Layla nampak marah.
"Ti..tidak....saya pikir anda seorang laki-laki. Tadi saya ingin mengucapkan terimakasih pada anda karena telah menolong kita....
Ninja misterius tak berkata-kata lagi dia segera menyiapkan ramuan-ramuan obat yang telah dibawanya......tak berapa lama ninja itu melepaskan penutup wajahnya dan nampak wanita yang sangat cantik dengan mata yang tajam.....rambut terurai panjang.....bibir tipis mengembang dan tubuh yang langsing dan kuat.Dengan cekatan wanita itu merobek baju Azira,memberikan totokan pada aliran darahnya....dan menempelkan ramuan yang telah direbusnya. Sementara Layla tak bisa berbuat banyak dan hanya terbengong-bengong melihat wanita yang telah menolongnya itu. Wanita misterius itu berusaha membuat Azira duduk...Azira masih tak sadarkan diri. Matanya terpejam seakan tak ada tanda-tanda kehidupan disana.Ditempelkannya kedua tangan wanita itu pada bahu Azira untuk memberikan tenaga murninya namun,matanya tertahan pada tato bergambar bulan pada bahu Azira.....
"Azira.....????apakah ini benar Azira????
Wanita itu terhenti terkejut dan berkata kata dalam hatinya
"Hey kamu!!! siapa nama kamu? dengan keras wanita yang sedang bertanya-tanya ini bertanya pada Layla
"Layla...ka...kak. Layla tak tahu harus menyebut apa.
"Dimana kamu bertemu dia!!
"Akupun tak tahu kak....Azira menolong saya waktu itu.
"Azira....Azira kata kamu......
"Iya kak....kenapa??kakak kenal dengan Azira?? Layla mulai berani berkata-kata
"Syukurlah dia selamat....ya Tuhan....Akhirnya dia selamat huhuhuhuhuuh...
wanita itu tiba-tiba menangis dan tak menjawab pertanyaan Layla. Hal tersebut semakin membuat Layla bingung.
"Apa kamu berhubungan dekat dengan Azira, Layla?
"Hm..mm..ya kak.....saya sangat mencintainya.
"Heuh...aku senang mendengarnya.....kuharap kamu bisa menjaganya selalu, dengar Layla......jika nanti Azira terbangun, jangan katakan bahwa saya telah menolongnya...dan segeralah pergi dari sini.
"Kalau saya boleh tau.....kenapa kak dan siapa kakak sebenarnya???
"Namaku....Aurora...terlalu panjang tuk diceritakan. Sudahlah...aku berharap kamu tidak menceritakan dengan siapa kamu bertemu, masih banyak yang harus saya kerjakan. Suatu saat kita pasti akan bersama dalam kebahagian...saya akan selalu menjaga kalian.
begitu selesai berkata Aurora langsung pergi keluar tanpa pamit.....Layla terus memandangi Azira yang belum siuman juga....Dimata itu dilihatnya kedamaian...seakan tak ada beban yang menggelayutinya.....Azira memang tak berkata karena luka yang dideritanya namun dari matanya yang terpejam dia seolah-olah berkata "Jangan pernah tinggalkan aku.
Tap......tiba-tiba Layla merasa tangannya ada yang memegang.....dilihatnya tangan Azira telah memegang tangannya....semakin erat...erat....dan seperti tak ingin di lepaskan. namun........tak dilihatnya Azira membuka matanya. Layla teringat akan laki-laki yang memberinya sesuatu padanya. Diambilnya air dan berusaha dengan keras meminumkannya pada Azira....reaksi obat yang diberikan laki-laki itu sunguh luar biasa....tiba-tiba Azira mengejang....dan muntah darah.....darah hitam yang telah mengental semuanya keluar melalui mulutnya....Layla begitu ketakutan.....dia takut sesuatu akan terjadi padanya.
"Zira...Zira....kamu engga apa apa???Ziraaaa......!!
Azira terus mengeluarkan darah kental yang menghitam dan hal itu samakin membuat Layla panik. Pada akhirnya Azira berangsur-angsur tenang dan kembali diam tak bergerak.
"Layla.........Arrgghh
Layla yang sedang panik dan menangis sejadi-jadinya terkejut ketika namanya tiba-tiba di panggil oleh Azira
"Zira....Zira aku disini...
"Jangan jauh dariku Layla.....dimana aku??? Azira masih setengah tak sadar dengan apa yang dialaminya
"Kamu ditempat yang aman Zira...
"Siapa orang yang telah menyelamatkan kita ??
"Hmm...hmmm...a...a...akupun tak tau Zira....Semuanya begitu cepat.
Layla gugup ketika Azira bertanya tentang orang yang telah menyelamatkannya
"Zira...kamu jangan bergerak atau bicara dulu....istirahatlah, aku ingin kamu segera pulih.
"Layla.....
Entah pengaruh dari obat yang diberikan atau bukan Azira tak bisa melanjutkan kata-katanya dan tertidur dengan cepat.
Malam dihutan itu sangatlah gelap.......terdengar sayup sayup lolongan anjing malam........cahaya bulan berusaha menerobos peohonan yang berdiri tegak bak prajurit yang siap berperang......suara burung hantu pun tak ketinggalan meramaikan malam dan menambah suasana semakin mencekam.....kepakan kelelawar terdengar sayup-sayup diatas gubuk ...sunyi.....kelam......hitam......dan suram.
Lembaran-lembaran malam yang pekat tak bisa membuat Layla tertidur....ditatapnya Azira yang masih tak sadarkan diri....kreeeett...terdengar suara pintu terbuka. Layla agak sedikit terkejut namun dia langsung merasa lega ketika orang yang dilihatnya membuka pintu adalah Aurora.......
"Kenapa kamu tidak segera istirahat..?? Apa Azira sudah siuman..???
"Aku belum bisa tidur...Dia tadi siuman..tapi hanya sebentar.
"Sebentar....
Aurora langsung mendekati Azira yang nampak lebih tenang dan memegang dahinya...
"Apa kamu memberi dia sesuatu??
"Ehmm..ehmm
"Dia sudah lebih baik....heran, padahal dia tadi sangat kepayahan. Apa yang kamu beri padanya?
"Cu..cu...cuma ini kak..
Layla sangat gugup dan memberikan pil yang diberikan oleh laki-laki bercaping tadi. Aurora langsung mengambil pil itu dan memperhatikannya.
"Siapa yang memberi kamu pil ini Layla??
"Ehm..emm....a..a..aku membawanya dari villa dan Azira memberikannya padaku kak.
Layla mencoba berbohong pada Aurora namun bahasa non verbal yang ditunjukan oleh Layla mampu dibaca oleh Aurora.
"Hem.....dia berbohong padaku...apa yang dia coba sembunyikan dariku, dia sangat ketakutan. tapi biar bagaimanapun, orang yang telah memberi pil pada Layla adalah orang yang baik jadi aku tak perlu cemas padanya. Tapi.....siapa orang itu???
Aurora bertanya-tanya dalam hatinya.
"Layla istirahatlah....aku akan menjaga kalian berdua. Aku yakin kamu pasti sangat lelah.
"Tapi kak...
"Gak ada tapi-tapian....segera istirahat...jangan terlalu banyak berfikir.
Layla tak lagi menjawab dan segera pergi keperaduan...tertidur ditemani suara lolongan anjing dan kepakan kelelawar yang terbang diantara pohon cemara. Aurora segera pergi....berjalan menyusuri jalan setapak dan suittttttttttttt........Aurora berhenti di sebuah batu yang besar bermandikan cahaya bulan dan bersiul sangat kecang.....Lolongan anjing tiba-tiba berhenti...dan ....rrrrrrrrr.....seekor srigala putih mendekati Aurora...tak ada tanda ketakutan diwajah Aurora
"Zeta....kemari kamu........bahkan dia memanggil srigala itu yang langsung berlari ke dalam pelukannya. Aurora langsung memeluk srigala itu dan mereka saling bercanda ditemani angin malam yang kian dingin dan remangnya cahaya bulan................................bersambung( episode 5)