Selasa, 28 April 2009

" Words of Wisdom"

1
Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar (Khalifah Umar RA.)
2
Yang dinamakan iman itu ialah apabila kau meyakini didalam hati, menyatakannya dengan lidah, dan melaksanakannya dengan perbuatan ( Al Hadist
3
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.
(Khalifah ‘Ali )
4
Jangan ada kekosongan dalam hidup kita, karena kekosongan bisa membinasakan.Ada tiga macam kekosongan yang kita harus senantiasa waspadai :1. Kekosongan akal2. Kekosongan hati3. kekosongan jiwa
(NN)
5
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (QS. Al Baqarah: 186)
6
IBU UTAMA>Nabi S.A.W bersabda yang bermaksud : Ada 4 di pandang sebagai ibu yaitu :>1) Ibu dari segala OBAT adalah SEDIKIT MAKAN.>2) Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERCAKAP.>3) Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BUAT DOSA.>4) Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR

Selasa, 21 April 2009

The SAVIOR (Episode 3)

Hujan yang deras membuat bayangan dengan samurai yang mereka bawa menebarkan aroma kematian...........Dua orang pemanah dengan sigap merayap di bibir tembok gerbang...merentangkan busurnya dan wus...wus....dua buah anak panah melayang dan dengan cepat menembus sasarannya.....dua orang penjaga langsung jatuh tak bernyawa dengan anak panah yang menancap di leher dan dada mereka.....setelah kedua penjaga itu dilumpuhkan, bayangan-bayangan bersamurai bergerk cepat masuk ke dalam...gerakan mereka sangat cepat dan terlatih. mereka menyebar disegala penjuru rumah Mr Chan tanpa diketahui penjaga rumahya. tak berapa lama sebuah mobil memasuki rumah itu dengan cepat berhenti didepan teras dan berteriak dengan lantang...
"Channnn!!! keluar kamu!!!
belum sempat orang itu bergerak beberapa anak buah Mr Chan mengepungnya dengan senjata lengkap.......
Suara berisik di luar yang memanggilnya membuat Mr Chan mengurungkan niatnya untuk mengerjai Sheila yang telah membuatnya semakin bernafsu...
"Hm....kita lanjutkan nanti ya sayang...ada yang harus aku selesaikan dulu...Oh ya asal kalian tahu aja, dengan atau tidak membawa Layla...aku akan tetap menahan kalian dan membunuh Dias.hahahahahaha
Mr Chan lalu pergi bersama anak buahnya untuk menemui orang yang berteriak-teriak memanggil namanya...Dilihatnya anak buahnya sedang menodongkan senjata pada seseorang yang sudah tak asing lagi baginya.
"Wow...wonderful....wonderful.....ternyata kamu berani datang juga rupanya...Hm....dimana wanita yang kamu ambil dariku.?? kenapa kamu tak membawanya
"Chan...!!.aku tidak mengerti apa yang kamu maksud!! aku tidak menyembunyikan seseoranpun dari kamu!!
"Bullshit!!! anak buahku sendiri yang mengatakannya, kamu jangan bermain-main denganku Dias...aku sudah muak dengan kebohongan kamu!!
"Chan...!! aku sungguh tak mengerti apa yang kamu maksud karena tak ada seorangpun anak buahku yang telah mengambil sesuatu darimu...
"Sudah...sudah...aku sudah muak dengan bualanmu...bunuh dia!!!
Anak buah Mr Chan langsung membidikan senjatanya ke arah Dias...namun belum sempat mereka membunuh Dias..wus...wus beberapa anak panah bertebaran dan dengan cepat menancap di sasarannya.."Akh....akh........akh....anak buah Mr Chan bergelimpangan. Mr Chan sangat kaget luar biasa melihat kejadian itu...tak lama setelah itu tiba-tiba berdatanganlah orang-orang dengan baju serba hitam membawa samurai dan panah.....perkelahian antara anak buah Dias dan Mr Chan pun tak terelakan....Dias tak tinggal diam...dengan cepat dia menyerang Mr Chan...tapi ternyata Mr Chan bukan lawan yang bisa dianggap enteng...beberapa serangan Dias dapat dengan cepat dihindarinya bahkan tendangan cepat Mr Chan dengan cepat mendarat beberapa kali ditubuh Dias "Akhhh........................
Dias terpental menabrak kaca dan membuat kaca itu hancur berantakan...mulut Dias mengeluarkan darah segar..
"Hahahah...rupanya cuma segitu kemampuan kamu Dias!! Hahahah...wanita pun sanggup melakukan lebih dari itu!!!
Mr Chan meledek Dias dan membuatnya semakin bertambah emosi...Dias berusaha bangkit dan memasang kuda-kuda siap untuk menyerang lagi. Hiaa........Dias menyerang kembali Mr Chan dengan mengayunkan tangannya ke arah muka Mr Chan bahkan dengan cepat kakinya menyerang ulu hati,....namun tetap saja dengan mudah Mr Chan menghindarinya dan dengan tiba-tiba Mr Chan mengeluarkan sebuah pisau dari balik bajunya dan menusukannya ke perut Dias. "Akhhhhhhhhhhh.......................Dias menjerit panjang. Dias tersungkur dengan cepat dengan pisau masih tertancap di tubuhnya. Kesempatan ini tidak disia-siakan oeh Mr Chan. Mr Chan langsung mengambil samurai yang tidak jauh tergeletak disana dan langsung mengarahkannya ke arah Dias. Anak buah Dias melihat hal itu langsung membantunya...Empat orang anak buah Dias langsung mengepung Mr Chan....Keempatnya langsung menyerang Mr Chan dengan sabetan samurai ke arah leher dan kakinya...namun bukan Mr Chan namanya jika dia tak mampu menghindari itu...dengan gerakan seperti orang gila Mr Chan berputar menangkis semua serangan....Traannnnng..............bunyi suara samurai beradu hingga mengeluarkan percikan api. Tangan keempat anak buah Dias bergetar hebat...tak percaya dengan apa yang terjadi...mereka merasakan tangan menjadi kesemutan dan tak mampu memegang samurainya dengan sempurna. Belum sempat hilang rasa kaget mereka, Mr Chan menyabetkan samurainya dan membelah dada...tangan...dan leher mereka hingga mereka tewas dengan kepala terpengal...dada belah.. dan tangan putus. Setelah menghabisi mereka Mr Chan langsung melirik Dias dengan tatapan bengis dan siap membunuh Dias dengan samurainya....dengan perlahan Mr Chan mendkati Dias dan siap mengayunkan samurainya dan wusssss....
Ketika Mr Chan mengayunkan samurainya...sebuah pisau terbang mengenai samurainya....Tranggg.....!! Mr Chan kaget bukan kepalang...tangannya bergetar hebat menandakan si pelempar pisau mempunyai kekuatan yang luar biasa.
Dias tak percaya dengan apa yang dilihatnya....Azira berada disana, masih diatas kudanya...pakaiannya sudah robek tak berbentuk...tubuhnya yang kekar...matanya yang tajam menatap Mr Chan dengan pandangan dingin mematikan.Dias berusaha bangkit perlahan dan mendekati Azira. Dengan sedikit gerakan menyentak Azira salto dari kudanya...melompat diantara tembok....tubuhnya seakan melayang seperti kapas dan turun dengan mudahnya di depan Mr Chan.Tak ada ucapan yang dilontarkan oleh Azira,namun dari matanya yang dingin menyiratkan kemarahan yang luar biasa.Mr Chan berusaha menatap matanya dan mengukur kekuatan Azira. "Hm....siapa sesungguhnya pemuda ini..?? Kekuatannya sungguh luar biasa..." Mr Chan mengguman dalam hatinya
"Hei anak muda...!! siapa kamu berani ikut campur dengan urusanku!!
Azira tetap diam...namun dengan cepat tiba-tiba Azira menyerang dengan kepalan tangan dan tendangannya sekaligus....kecepatannya sungguh luar biasa ...Mr Chan berusaha menangkis serangan itu dengan tangannya...duk..duk tangan dan kaki mereka saling membentur....Argghh.....Mr Chan terpental kebelakang dan merasakan seluruh persendiannya sangat sakit ketika berbenturan dengan tangan dan kaki Azira. Beberapa anak buah Mr Chan berusaha membantunya......
"Jangan bantu aku...!!! serang dia..bunuh!!!
Mr Chan enggan dibantu oleh anak buahnya dan memerintah mereka untuk mengeroyok Azira....Tiga orang berbadan besar mendekati Azira dengan langkah sombong....seorang dari mereka langsung menyerang dengan kepalan tangannya dan lansung disambut oleh kepalan tangan Azira....duk....krak...terdengar tulang patah setelah beradunya kedua tangan mereka...Anak buah yang menyerang Azira melotot dan berteriak kesakitan tak menyangka tangannya akan patah setelah beradu dengan tangan Azira.....Aduuuuuuhh.
Sejenak kedua anak buah Mr Chan yang hendak menyerangnya berhenti kaget dengan kejadian itu......keduanya lalu mengeluarkan samurainya dan bersiap menyerang Azira.
Ciaaaaaaat.....................mereka menyerang Azira bersamaan...belum sempat samurai mereka menyentuh Azira tiba-tiba keduanya telah roboh dengan jeritan kecil dan pisau yang tertancap di leher dan dada mereka...Arrghh....keduanya roboh tak bernyawa lagi. Mr Chan semakin panik melihat hal itu...Anak buahnya dengan cepat dihabisi Azira. Tanpa pikir panjang Mr Chan berlari ke ruang atas tempat dimana Renata dan Sheila disekap.
Melihat hal itu Azira tak tinggal diam dan segera mengejarnya. "Braakkk.....pintu ruangan terbuka dengan kasar dan Mr Chan langsung mendekati Renata....Renata dan Sheila merasakan kaget yang luar biasa melihat Mr Chan datang dengan pisau di tangan dan mulut yang mengeluarkan darah.
"Sini kamu..!!!
Mr Chan langsung menjambak Renata dan mengalungkan pisaunya pada leher Renata...
"Akh......
Darah menetes pelan di leher Renata akibat goresan pisau Mr Chan yang sangat tajam. Azira yang tiba disana langsung terhentak dengan kejadian itu dan tidak bisa berbuat banyak.
"Hahahahahah......bagaimana????Apa kamu bisa menyelamatkan gadis ini?? Hahahahah
"Jangan sakiti dia...
Azira tetap berbicara dingin dan tak panjang...matanya tajam menatap pisau ditangan Mr Chan yang telah meneteskan darah Renata....
"Azira...bunuh dia untukku..jangan pedulikan aku.
Renata berusaha berkata lirih....
"Oh jadi nama kamu Azira......kamu mengingatkan aku pada musuh besarku Tanaka dan istrinya yang aku bunuh dulu.....
Azira terhenyak mendengar pengakuan Mr Chan....Tanaka memang benar ayahnya...dan ternyata Mr Chan lah yang telah membunuh ibunya....Darah Azira mendidih....kemarahan semakin terlihat dimatanya
"Jadi kamu yang membunuh ibuku...???
"Oh Jadi kamu memang Azira anak Tanaka...hahahahahhah. Sulit dipercaya...ibu kamu memang cantik dan aku sempat menikmatinya....oh..satu kenangan yang indah..hahhahahahah luar biasa...luar biasa. Apa sekarang kamu bisa menyelamatkan gadis ini hah!!! pisau ini sangat tajam..sekali aku hentakan dan weessss.....lehernya akan putus hahahahahahah
Azira tanpak mengepalkan tangannya...dan
"haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.................!!!!!!
Azira berteriak kencang dan suatu kekuatan luar biasa datang.....semua benda yang ada disitu bergoyang hebat.....lampu-lampu pecah berantakan........dan Mr Chan langsung menutup lubang telinganya karena suara Azira yang sangat hebat sedangkan Renata dan Sheila bergetar hebat tak bisa menutupi telinganya karena kedua tangannya masih terikat.....Sebuah gerakan tangan yang cepat dan tendangan dilayangkan Azira dengan cepat..Dugggg....!!! akh....Mr Chan tersungkur terkena serangan Azira yang begitu cepat dan hebatnya. Azira segera melepas ikatan Sheila dan Renata.....namun Azira tak melihat Mr Chan yang segera bangkit tertatih dan melemparkan pisaunya......Wuss...........................Akh........Mr Chan loncat dengan cepat melalui jendela....terjatuh ke tanah dan berlari menghilang dalam kegelapan sementara pisau telah tertancap di tubuh Renata menembus jantungnya.....Renata terjatuh di pelukan Azira dan Azira tak menyangka Mr Chan melakukan hal itu.....
"Ren....Renata......
Azira panik dan berusaha menghentikan pendarahan yang dialami Renata....
"Tenang Ren....kamu bisa...aku yakin kamu bisa.......bertahan Ren...
"Huks......Ziraa......Renata berkata lirih
"Jangan ngomong Ren....
"Engga Zira...kamu harus dengar.....
"Ya...apa Ren...
"Tolong jaga Papa Zira......huks......katakan padanya kalau aku sayang dia....Dia sangat bangga ssssama kamu Zira..huks....dan tolong peluk aku sekali ini saja Zira...huks
"Ya...ya aku akan katakan itu pada om Dias Ren...
Azira langsung memeluk Renata.....Air mata mengalir di kedua pipi Renata
"Kamu akan baik2 saja Ren...
Azira membisikan kata itu dengan pelan telinga Renata.....
"Aaa...ku...taau itu Zira...te...te..terimakasih telah menjaga aku selama ini Akh....
Renata terkulai tak bernyawa di pelukan Azira.....Air matanya masih mengalir dikedua pipinya....Azira tahu bahwa Renata sudah tak bernyawa namun dia tetap memeluknya...
"Kamu akan baik-baik saja Ren...kamu akan baik baik saja Ren...aku akan menjaga kamu.......
Azira mengatakan hal itu berulang ulang dengan lirih ditelinga Renata walaupun dia tahu bahwa Renata tak bisa lagi mendengarnya.
Di tempat lain......Layla tak bisa memejamkan matanya....hatinya gundah dan selalu gelisah memikirkan tentang Azira yang tak kunjung datang. Dinyalakannya radio disebelah tempat tidurnya.....suara lagu instrumental bernuansa romantis dari Kenny G terdengar syahdu di tengah malam yang sunyi. Dipandanginya potret diri di dinding....berusaha untuk tersenyum walau terlihat sangat kaku. Layla lalu bangkit dari tempat tidurnya dan membuka jendela kamarnya........Angin segar segera masuk ke dalam ruangan...begitu dingin menggigit dan membuatnya sedikit menggigil namun tak membuatnya menutup kembali jendela itu. Awan hitam berjalan lambat memayungi pegunungan yang telah sepi, hanya sesekali terdengar suara mobil yang lewat membuat kebisingan ditengah malam. Rumput dan pepohonan bergoyang kencang diterpa angin malam....suara jangkrik terdengar bak ribuan orang yang sedang berpesta...Layla lalu berjalan menuju ruang depan dan membuka pintu.... menatap ke jalan yang sunyi mengharapkan seseorang datang dan menemaninya malam itu. Lampu ruangan yang tidak begitu terang menutupi kegelisahan hatinya. Layla kembali berjalan ke beranda rumah dan duduk di kursi memandangi air kolam yang beriak kecil. Kegelapan tanpak mengelilingi sekitar villa seakan mengetahui mendung yang terpancar dari raut wajahnya.
Sehari........
Dua hari.................
Tiga hari...........................
Sudah empat hari Azira tak juga memberi kaba.Kecemasan demi kecemasan membuat Layla seperti Zombie...kurus...mata kosong........dan pikiran terus berkecamuk. Sudah tiga hari ini Layla tak bisa makan.Badannya mulai lemah tak bertenaga. Tak ada nomor telepon yang bisa dihubungi. Layla hanya bisa berdoa pada Tuhan agar Azira di beri keselamatan olehNya.
Lelah menunggu Azira datang Layla tertidur di bangku depan villa. Angin dingin yang segar membuatnya cepat mengantuk dan tertidur. Layla tak sadar ketika ada seseorang yang datang kepadanya memangkunya dan membawanya kedalam kamar. Kelelahan yang dialaminya membuat Layla tak sadar seseorang telah menempatkannya pada tempat tidur yang lembut dan hangat. Orang yang ternyata Azira itu dengan seksama memperhatikan wajah wanita yang tertidur dihadapannya itu. Mata Layla yang sendu terpejam.....namun airmata tanpak terjatuh dari kedua matanya yang tertutup. Hati Azira terenyuh melihat semua itu, betapa beban hidup telah membuatnya menderita. Dengan pelan Azira menyentuh dan mengusap wajah Layla.....dan membuatnya terbangun.
"Zira...apakah itu kamu?
"Hm....
"Kenapa kamu begitu lama..??
"Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.
Jawaban Azira yang dulu begitu dingin kini sudah mulai menghangat dan lembut. Hal ini membuat Layla heran sekaligus senang.
" Istirahatlah...maafkan aku telah mengganggu tidur kamu
"Engga apa2.....kamu juga pasti sangat lelah. Mau makan..?
"Aku belum lapar...mungkin nanti kita bisa makan bersama.
"Baiklah kalau begitu. Boleh aku bertanya sesuatu?
"Hm....silahkan
"Selama 4 hari ini.....ehm...apa yang sudah kamu lakukan diluar sana..??
"Ceritanya panjang.....lain kali aku akan mengatakanya padamu
"Oh.....ok, aku mengerti. Mau jalan keluar? aku cape selalu di villa ini.
"Ok...
Azira keluar kamar Layla dan membiarkan Layla bersiap-siap untuk pergi dengannya. Azira dan Layla berjalan menyusuri jalan setapak diantara kebun teh dan rindangnya pohon cemara. Angin sore bertiup lembut menyapu wajah mereka dan menyibak rambut Layla yang panjang terurai. Rumput yang hijau laiknya permadani menghampar luas dihadapan mereka. Tak banyak yang mereka bicarakan. masing-masing bergejolak dengan alam pikirannya sendiri.
Jalan yang menanjak membuat Layla lelah dan cepat berkeringat.
"Bagaimana kalau kita duduk disana Zira...?
Layla menunjuk sebuah pohon yang sangat rindang dan memungkinkan mereka berdua untuk duduk dibawahnya hanya untuk sekedar beristirahat. Beberapa orang pemetik teh lewat dan tersenyum menyapa mereka. Tanpak keriangan diwajah-wajah mereka walaupun letih merambat di badan mereka yang mulai rapuh.
"Boleh aku tidur sejenak dipelukan kamu Zira?
Layla menatap Azira yang hanya membalasnya dengan tatapannya yang mulai sejuk dan bersahabat tanda mengiyakan keinginannya. Letih membuat Layla mulai mengantuk dan membuainya dalam hangat pelukan Azira. Namun sebenarnya Layla tak tertidur...dia hanya ingin berada dalam pelukan orang yang diam-diam telah dikaguminya dan dicintainya. Matanya terpejam namun dia dapat merasakan debaran yang hebat ketika berada dalam pelukan Azira. Sementara Azira hanya menatap wanita yang pura-pura tertidur dalam pelukannya itu. Tatapannya kini di alihkan pada hamparan kebun teh dan rumput menghijau yang ada dihadapannya. Pikirannya menerawang jauh ke masa lalunya...ayahnya yang kini entah dimana.....ibu nya yang tewas secara mengenaskan.......dan kakaknya tercinta yang hilang bak ditelan bumi.
"Aku harus menemukan Mr Chan dan membalaskan dendam ayahku...
Azira berkata dalam hati dan dengan tidak sadar tangannya membelai Rambut Layla yang berada dalam pelukannya.

Sementara itu ditempat lain di sebuah dermaga. Angin kencang menyapu seluruh dermaga...ombak besar setinggi dua meter berlari menabrak batu pemecah ombak,hujan yang disertai angin membuat para nelayan enggan melaut. Tak ada satupun nelayan yang nampak didermaga itu...kapal-kapal besar yang berlabuh bergoyang dihempas ombak yang menggila. Disalah satu sudut dermaga. Seseorang laki-laki setengah baya dengan tubuh yang masih tegap dan menghitam duduk mematung di sebuah perahu nelayan yang kecil. Dirinya tak peduli dengan ombak yang menerjang kapal dan tubuhnya. Tak ada tanda-tanda ketakutan diraut wajahnya yang menggoreskan sejuta misteri. Matanya agak sipit...bukan seperti orang china kebanyakan namun seperti orang jepang.
"Tanaka...Tanaka...!! naiklah kesini.....apa kamu tidak takut dengan hujan dan ombak yang besar ini!!
tiba-tiba seseorang laki-laki menggunakan caping nelayan dengan baju yang telah dibasahi hujan berteriak memanggilnya.
"Ya...tunggu sebentar ya....aku orang sedang menikmati ombak ini di pantai...
Orang yang dipanggil Tanaka itu menjawab dengan bahasa Indonesia berlogat Jepang.
"Tanaka.....kamu harus melanjutkan hidup....! jangan pernah menyerah.....! naiklah....aku sudah membuatkan kopi panas untuk kita nikmati...ayolah.
Laki-laki itu berusaha menasehati Tanaka dan mengajaknya pergi dari tempat itu.
"Ya..ya...baiklah aku naik akan Kardi...
Akhirnya Tanaka mau juga dibujuknya dan keluar dari perahu itu. Mereka pergi dengan cepat dari dermaga menuju sebuah perkampungan nelayan yang sepi. Rumah para nelayan itu agak saling berjauhan....beratap rumbia.....bertiang kayu.....berdinding anyaman bambu dan berlantai tanah bercampur pasir. Tanaka dan Nelayan bernama Kardi akhirnya sampai ke rumahnya yang sama seperti halnya rumah nelayan lain yang sangat sederhana. Seorang wanita sedang meninabobokan anaknya yang masih bayi. Sebuah lampu templok menyala ditengah ruangan. Walaupun hari masih sore namun karena cuaca yang seperti ini membuat perkampungan ini sangat gelap bagaikan malam
"Sarti..! mana kopi yang sudah kamu buat?
"Tunggu sebentar mas...tadi belum aku seduh,takutnya tar dingin duluan.
"Ya sudah...cepet ya.Tanaka...sebaiknya kamu bersihkan dulu diri kamu biar lebih enak. aku ganti baju dulu
"Ya...ya...aku mandi akan sebentar Kardi.
Tanaka lalu pergi ke pemandian di belakang rumah Kardi dan mandi sementara Kardi mengganti pakaiannya yang basah. tak berapa lama Sarti datang dengan dua cangkir kopi yang terlihat masih panas dan juga santapannya berupa singkong goreng yang masih hangat.
"Sarti...Tanaka sudah selesai?
"Belum mas...mungkin sebentar lagi
Klek...pintu dapur terdengar dan Tanaka masuk dan bergabung dengan mereka.
"Bagaimana..? Sudah merasa enakan?
"Ya..ya terimakasih Kardi san.
"Ini kopinya....cuma ada singkong goreng buat kita hari ini, gak apa2 kan?
"Ya..saya rasa ini cukup.
"Tanaka.....
"Ya..
"Maaf kalau aku ikut campur dengan urusan kamu. Boleh aku bertanya sesuatu?
"Ya..ya..silahkan Kardi san
"Saya rasa kamu sudah cukup lama tinggal disini. Banyak hal yang sudah kamu pelajari dari kehidupan ini. Apa yang sebenarnya kamu ingin cari Tanaka?
"Saya..saya tidak tahu Kardi san, saya sudah punya tidak siapa siapa lagi kecuali kamu sekarang. Saya rasa ....saya hanya ingin ketenangan saja
"Percuma Tanaka...ketenangan itu bukan hanya berdiam diri. Apa kamu tidak ingin mencari anakmu?
"Saya sudah mencarinya Kardi san, tak ada lagi yang tersisa disana...Pangandaran telah rata ketika Tsunami terjadi dan....dan,semuanya sudah hilang Kardi san huks...huks...
Tanaka mulai tak tahan menahan air matanya. Teringat akan istrinya yang tewas mengenaskan dan kedua anaknya yang hilang entah kemana. Kardi hanya bisa diam melihat penderitaan orang yang selama ini tinggal dan hidup bersamanya.
"Kardi san.....apa kamu bosan sudah dengan kehadiran saya?
"Oh..eh...ehm bukan begitu Tanaka...aku senang kamu bisa membantu aku disini. Tapi aku juga ingin melihat kebahagiaan kamu bersama orang2 yang kamu cintai. aku merasa kalau kedua anak kamu masih hidup Tanaka...
"Apakah kamu merasa seperti itu Kardi san??? Tanaka menatap Kardi dengan tajam, matanya merah menahan kepedihan yang amat sangat
"Ya...ya aku merasa mereka masih hidup
"Ka....
belum sempat Tanaka melanjutkan ucapannya terdengar suara pintu diketuk. Tok...tok
"Kardi..!! Kardi..!! buka pintu..!! suara orang yang mengetuk pintu terdengar sangar dan galak memanggil Kardi.
Kardi dan Tanaka saling berpandangan heran. Ketukan pintu terus berlanjut. Kardi seperti tahu siapa yang datang dan segera bangkit dari tempat duduknya, pergi menuju pintu depan dan membuka pintunya. Tiga orang bertubuh kekar telah berdiri didepan rumah Kardi dan langsung masuk tanpa disuruh.
"Heh Kardi..!! kapan kamu akan membayar hutang kamu??!! Sudah sebulan ini kamu belum membayarnya...kamu tau kan apa akibatnya kalau menunggak pembayaran!
"Ma..,ma..maaf Kang Badri...Kang Badri tahu sendiri kalau cuaca sedang tidak bagus,saya tak bisa melaut takut terjadi apa-apa...
"Halah..!! jangan cari-cari alasan....saya engga mau tau!! pokoknya kamu harus bayar hari ini juga!!
"Kang..Kang Badri...saya tidak punya uang hari ini...beri saya waktu seminggu ini saja.....
"Tidak bisa!!! saya mau uang saya sekarang!! kalau tidak.......Hm....istri kamu yang manis itu harus menemani saya malam ini hahahaha.
"Kang Badri..jangan atuh kang.....saya janji akan membayarnya minggu depan
"Heh...!! minggir kamu!!
Orang yang dipanggil Kang Badri oleh Kardi mendorong Kardi dengan keras dan membuatnya hampir terjatuh jika tidak langsung ditangkap oleh Tanaka yang ada disampingnya dan menghalangi langkah Badri yang ingin mendekati Sarti istri Kardi. Badri melotot melihat kelakuan Tanaka yang menghalangi langkahnya.
"Heh!! siapa kamu!! jangan ikut campur urusan Badri ya!! Kamu belum kenal saya hah!!
"Tuan..maafkan teman saya..dia berjanji sudah akan membayar minggu depan...tolong kasih dia kesempatan.
"Huuuh!!! Ciih...kamu pengen mati juga rupanya!!
Badri marah dan langsung meludah ke arah Tanaka, namun Tanaka tetap tenang dan membersihkan ludah yang menempel dimukanya.
Wuss...tiba-tiba Badri sudah melayangkan kepalannya ke muka Tanaka dan.....Tap........tanpa melihat Tanaka mampu menangkap kepalan Badri...memegangnya dan membuat tangan Badri serasa di plintir dan sakitnya membuat mukanya memerah dan mengaduh kencang
"Aduh..adu...duh.....
"Saya harap kita tidak berkelahi Tuan....teman saya sudah berjanji akan membayarnya minggu depan....kita sepakat atau...???
"I..iii....iya aduh.....oke....janji ya harus bayar minggu depan
Badri meringis kesakitan dan mengiyakan permintaan Tanaka yang berjanji akan membayar hutangnya minggu depan. Teman Badri hanya bisa melongo ketika dilihatnya Boss mereka dibuat bertekuk lutut hanya dengan sekali gerak.
"Ayo pergi!!
Badri langsung mengajak anak buahnya untuk segera pergi dari situ. Dengan tatapan marah dan takut Badri dan anak buahnya melangkah pergi menjauh menerobos hujan yang masih turun mendera perkampungan itu.
"Tanaka...???? a...a..aku engga nyangka kamu bisa berbuat seperti itu dan membuatnya pergi.
"Sudahlah Kardi, saya hanya membantu sedikit. Jangan dilebih-lebihkan...mari kita lanjutkan minum kita, nampaknya kopi kita sudah mulai dingin.
"Ya..ya..baiklah
Tanaka dan Kardi akhirnya pergi menuju tempat dimana mereka asik menikmati kopinya yang telah dingin namun tak mengurangi kenikmatan yang mereka kecap karena kebersamaan mereka yang tak lekang dengan waktu. Angin kencang masih mendera....hujan deras tak henti-hentinya turun ke bumi membasahi seluruh kota dan desa yang ada....air laut yang pasang semakin menggila terkena hempasan angin yang meniupnya. Malam kini telah menjelma......tak ada suara jangkrik seperti biasanya...semuanya terganti dengan suara kodok yang bernyanyi bersahut-sahutan memecah malam yang sunyi. Cahaya lampu rumah berkedap-kedip terkena hembusan angin....dingin kian mencengkram seisi perkampungan....sesekali terdengar suara petir dan lidah apinya yang menyambar kian kemari
"Kardi....
"Ya kenapa Tanaka, apa kamu sudah ngantuk???
"Oh..tidak..tidak....
"Lalu kenapa?
"Mungkin minggu depan setelah kamu bisa melunasi hutang kamu saya...saya pergi akan mencari anak-anak saya lagi
"secepat itukah??
"Ya...saya tidak mau lagi menunggu lama....saya...saya harap benar apa yang kamu katakan Kardi bahwa mereka masih hidup. Saya menyesal meninggalkan mereka dahulu
"Kalau itu keputusan kamu.......aku ngga bisa mencegah kamu Tanaka.Aku selalu mendukung kamu dan berharap kamu akan kembali dengan kehidupan kamu yang normal dan bertemu dengan orang-orang yang kamu cintai. Sekarang sudah malam...lebih baik kita tidur dulu,besok kita lanjutkan lagi.
"Ya..mari kita tidur Kardi..
Kardi dan Tanaka lalu bangkit dan menuju ke ruangannya masing-masing melanjutkan kehidupannya di alam mimpi dan membawa mereka ke alam yang akan menjelma menjadi alam kebahagian mereka.

Ditempat lain.Disebuah rumah yang cukup besar.Rumah yang berhiaskan warna-warna serba merah serta lampu lampion menerangi seisi rumah menambah kesan angker. Keangkeran rumah ini bertambah dengan gambar-gambar didinding...... tengkorak yang sedang menggigit manusia dengan darah yang tersembur kemana-mana.....gambar wanita telanjang yang menjadi tumbal.......gambar seorang laki-laki tua berjangggut yang sedang memegang pisau..siap menghujam ke arah wanita yang menjadi tumbalnya dan....relief-relif pembantaian manusia dengan samurai oleh seorang penjagal berkepala botak mirip biksu.
Diruangan tengah rumah ini tampak seorang laki-laki setengah baya bertampang oriental dan laki-laki bertubuh kurus dengan baju mirip biksu berkepala botak mirip yang tergambar di relief
tembok asik berbicara dan pembicaraan itu nampak sangat serius.
"Chan....sekarang kamu sudah pulih. Siapa yang bisa membuat kamu seperti itu? Luka dalam kamu sangat serius...untungnya kamu cepat datang kesini.
"Kakak Lee....kurasa anak itu adalah anak dari Tanaka...dia yang membuat aku seperti ini
Orang yang ternyata Mr Chan itu menjawab pertanyaan orang yang dipanggil kakak Lee
"Tanaka...aku sudah lama tak mendengar orang itu. Bukannya kamu sudah membunuhnya Chan?
"Memang aku sudah membuatnya terluka waktu itu dan kurasa dia telah mati. Dan anak itu....anak itu sangat mirip dengan Tanaka.
"Chan....kamu memang selalu gegabah dalam melakukan segala hal. Anak itu pasti mempunyai kekuatan yang sangat besar hingga bisa membuat kamu terluka dalam seperti itu. Apakah kamu sudah menyelidiki anak itu?
"Kakak Lee..aku akui memang aku gegabah dan menganggap remeh anak itu, oleh sebab itu aku datang menemui mu kak. Ya...aku telah menyebar semua anak buah untuk menyelidiki anak itu
"Chan....organisasi kita sudah sangat besar....dan aku telah menyerahkan semua tanggung jawab itu padamu dan sekarang apa yang terjadi,,???? semuanya hancur oleh seorang anak yang kamu remehkan.
"Maafkan aku kak...aku memang lalai...
"Chan....klenteng ini kubangun untuk menutupi semua organisasi kita, aku tak mau orang curiga dengan kehadiran kamu disini. Segera pergi dan temukan anak itu segera,beritahu aku jika kamu telah menemukannya. kali ini aku memaafkan kamu Chan dan akan membantu membunuh anak itu. Tapi kamu tahu apa yang harus kamu lakukan jika kamu melakukan kesalahan kan?
Mr Chan tanpak terdiam mendengar ucapan Lee...dia segera mengikat pergelangan tangannya dan mengeluarkan pisau dari balik bajunya dan crash..........Mr Chan menjerit kecil setelah dia memotong jari kelingkingnya dan menyebabkan darah berceceran di meja itu. Lee hanya menatap dingin pada Mr Chan .....menyeringai dan pergi tanpa pamit.
Mr Chan pun lalu bangkit dan meninggalkan bangunan yang disebut klenteng oleh Lee. Mr Chan langsung masuk kedalam mobilnya...didalam mobil telah duduk seorang yang sangat sangar dan kekar...berambut gondrong....bermata sipit jepang....dan bermuka penuh luka goresan.
"Chan....apa benar Tanaka masih hidup??
"Aku belum tahu Takeshi...yang pasti...anak dari Tanaka masih hidup dan dia mempunyai kekuatan yang sangat dasyat, tapi aku yakin kamu dan kakak Lee bisa mengalahkannya.
"kamu seharusnya tak bilang kakak Lee tentang masalah ini..aku yakin aku bisa mengalahkannya sendiri.
"Bukannya aku tak yakin dengan kamu Takeshi....aku cuma tak ingin melakukan kesalahan yang kedua kalinya.
"Hahahahahah....hahahahha.....berarti kamu tetap menyepelekan aku Chan. kamu tau kan apa yang telah aku perbuat pada Tanaka? apa kamu perlu bukti lainnya hahahahahah
Orang yang dipangil Takeshi menatap Mr chan dengan tajam dan merekapun beradu pandang mengukur kekuatannya masing2.
Ciiiiiiiiiiiiiiiiit...................tiba-tiba mobil mengerem mendadak. Ada tiga mobil yang menghalangi mobil Mr Chan...hal ini membuat Mr Chan dan Takeshi terdiam dan keluar dari mobilnya. sembilan orang laki2 dengan pakaian serba hitam dan bersamurai keluar berhamburan dari mobil itu siap menyerang Mr Chan dan Takeshi. takeshi berbicara agak berbisik pada Mr Chan.
"Siapa mereka Chan??
"Anak buah Dias....
"Ohhh....biar aku yang menghadapi mereka semua Chan.
Mr Chan membiarkan Takeshi maju menghadapi mereka. Tiga orang penghadang maju serentak menyerang Takeshi dengan samurainya....
"Hiaaaaaaaaaaaaa.
Takeshi tak kaget dengan serangan mendadak yang dilancarkan penyerangnya. Dia hanya menggeser kakinya dari kuda kudanya semula dan wesss....wessss.....wesss........tiga serangan itu dapat dihindarinya dengan mudah dan entah bagaimana caranya tiba-tiba ketiganya terjatuh ketika Takeshi menjentikan jarinya dan menerbangkan belasan jarum yang tembus langsung ke bagian vital tubuh penyerangnya. Ketiganya hanya berteriak kecil dan rubuh tak bernyawa. Melihat hal itu keenam teman si penyerang pertama mulai gugup namun tetap dengan bersamaan menyerangnya dengan lemparan pisau yang jumlahnya lusinan ke arah Takeshi. Takeshi hanya menyeringai melihat serangan itu. Dengan gerakan salto keudara beberapa pisau dapat ditangkapnya bahkan salah satunya ditangkap oleh mulutnya dan dilemparka kembali pada keenam penyerangnya...Zip..zip...zip...zip...zip........akhhhhhhh. Keenam orang itu rubuh bersamaan dengan masing-masing pisau ditubuh dan kepalanya.
Prok...prok...prok....tepukan kecil terdengar di belakang Takeshi
"Hebat....hebat....hebat.....aku engga sangka kalau kamu bisa sehebat itu Takeshi
"Huh....apa kamu masih sangsi denganku Chan???
"ow...tentu saja tidak.....aku bisa mengandalkan kamu sekarang hahahahahah
"Chan....aku ingin kamu mendobel pembayaranku...
"Ok...deal, kita pergi ketempatku sekarang dan kamu bisa ambil uang mukanya terlebih dahulu....selebihnya jika kamu sudah membereskan semua urusanku hahahahahah
Takeshi dan Mr Chan akhirnya meninggalkan tempat itu dan meninggalkan mayat-mayat yang masih bergelimpangan disana...............................................bersambung ke episode 4

Me lagi

Me lagi
Bergembira

Me and my life

Foto saya
silahkan baca di all about me