Nun jauh disana,diantara rimbunnya pohon.Seorang wanita berjalan menyusuri jalan setapak yang sangat jarang dilalui orang Hanya pencari kayu bakar saja yang sesekali melewatinya. Jalan sudah mulai tak tampak karena matahari mulai kembali ke peraduannya. Bayang-bayang pohon tanpak seperti raksasa yang sedang mengikuti wanita itu. Tak berapa lama, wanita itu masuk ke dalam sebuah gubuk tua yang hanya diterangi oleh lampu minyak yang kecil yang hanya menerangi sebagian gubuk itu. Tampak seorang nenek sedang asik meniup api kayu bakar untuk memasak.Matanya sekali-sekali mengedip ketika ada asap yang masuk dan membuatnya terbatuk batuk.
"Nek biar Layla saja yang melakukan itu...nenek istirahat saja. Ini uang tadi hasil menjual kayu bakar nek...lumayan buat beli minyak tanah dan beras.
"Ngga apa-apa Incu nini....(cucu nenek) nini mah sudah biasa. Incu teh belum makan kan?
"Layla belum lapar nek.....
Layla lalu mengambil bambu untuk meniup api dari tangan nenek itu dan meneruskan pekerjaannya. Sang nenek menatap lembut pada Layla dan menitikan air matanya...entah karena apa.Suara jangkrik mulai terdengar di seantero hutan kecil itu. Terkadang suara lolongan anjing terdengar di kejauhan menambah kesan seram. Cahaya bulan berusaha menerobos lebatnya pohon jati yang tumbuh disekitar hutan. Suara kelelawar seakan menambah kesuraman hutan yang jauh dari pedesaan itu. Samar samar terdengar suara kentongan yang dibunyikan oleh penduduk desa yang sedang meronda. Keseraman hutan semakin menjadi jadi ketika tampak beberapa sosok bayangan hitam mulai masuk ke dalam hutan dengan gerakan yang sangat cepat dan terlatih.
Sementara itu Layla dan sang nenek sedang menikmati makanan yang baru selesai dimasak.
"Nek....kenapa nenek mau menolong Layla?
"Hm....Duka nya (ga tau ya...) nini mah merasa kalau nini tidak menolong kamu incu.....lagipula, nini engga punya siapa- siapa. Wajar kalau nini minta ditemani
"Memangnya nenek ngga punya saudara..?
"Ceritanya panjang incu....nini ngga mau mengulang lagi se.............................
Braaaakkkkkkk
Tiba-tiba beberapa orang mendobrak pintu dan mengejutkan Layla dan nenek tersebut.
"Hahahahahaha.....kita bertemu lagi nona manis....hahahaha....rupanya dunia ini begitu sempit buat kamu ya...hahhahah
"Kamu....kamu....bagaimana kamu bisa menemukan aku..?
Layla rupanya sudah kenal dengan orang yang mendobrak pintu gubuk si nenek. Sementara sang nenek tampak sangat ketakutan...
"Saha eta Incu...? (Siapa mereka cucu?)
"Nenek tenang saja....mereka tidak akan berbuat macam-macam dengan nenek.
Lelaki yang berbadan tinggi dan tegap tiba-tiba menjambak Layla dengan kerasnya
"Sini kamu......!!! Kamu sudah bikin aku susah dan di marahi boss....kamu harus tanggung semuanya!!
Ahhh....sakit....lepaskan....lepaskan aku!!
Lalya mengaduh dan meminta laki2 itu melepaskan jambakannya namun laki-laki itu semakin kencang menjambaknya
"Lepaskan...?? hahahahahah enak saja kamu!! kamu mau aku mati dipenggal.???!!!hahahah
"Ulah....ulah.. (jangan...jangan) nenek yang sedari tadi ketakutan timbul keberaniannya untuk melawan lelaki itu, namun tenaganya tak sanggup menghadapi kekuatan laki2 itu. Si lelaki langsung menampar nenek itu dan membuatnya terjerembab tak bangun lagi...
"Nenek....nenek....Layla berteriak dan berusaha melepaskan diri dari laki-laki yang menjambaknya dengan menggigit tangannya.
"Aduuuh...si lelaki bertubuh tegap itu hanya mengaduh kesakitan sementara teman-temanya tertawa memperhatikan ulah laki-laki itu.
"Nenek...nek...bangun nek...bangun.....jangan tinggalin Layla sendiri nek...neeekkkk...
Layla menangis sekeras kerasnya ketika dilihatnya nenek yang beberapa hari ini menjaganya mengeluarkan banyak darah dari kedua mulutnya. Sang nenek sama sekali tak bergerak. Layla menangis dan menangis histeris melihat hal itu. Dilihatnya lelaki yang telah menampar nenek itu.
" kamu.....kamu memang bajingan yang tak punya perasaan..!!!!
Layla angsung berlari menuju orang itu dan memukulnya namun apa daya, teman-teman laki-laki itu ikut membantunya, menarik tangannya....menjambaknya... dan membuatnya terjatuh.
"Heh....kamu pikir kamu siapa hah..!!! bawa dia..!! lelaki yang diduga pemimpinnya itu menyuruh anak buahnya membawa Layla. Tanpa pikir panjang mereka menyeret Layla keluar dari gubuk si nenek dan mengikat tangan serta menutup mulutnya dengan kain putih hingga membuatnya tak bisa berbuat banyak dan membuat mereka dengan mudah membawa Layla pergi dari situ. Kekejaman mereka tidak hanya sampai disitu....dibakarnya gubuk si nenek hingga kobaran apinya dengan cepat menjalar ke seluruh gubuk itu dan melumat seluruh isinya termasuk nenek yang malang itu. Mereka lalu membawa Layla keluar dari situ dan ternyata ada sebuah mobil yang telah menunggu mereka disana dan memasukan Layla kedalamnya dan berlalu dengan cepat meninggalkan kepedihan di hutan kecil itu. Mobil yang membawa Layla menderu cepat menuju Jakarta. Bising......kering.....kotor.......Jakarta tak seindah rupanya yang menawan. disekitar pinggiran kota masih banyak kepedihan yang dirasakan oleh orang-orang mengharapkan dan menggantungkan hidupnya pada kota Jakarta. Kecepatan mobil tak berkurang ketika mereka memasuki kota karena malam telah larut dan tak banyak orang yang beraktivitas walaupun Jakarta termasuk kota yang tak pernah mati. Perlahan mobil memasuki sebuah rumah mewah tak jauh dari salah satu taman bermain terbesar di Jakarta...Dufan, dan salah satu dari mereka menggendong Layla keluar mobil dan memasuki rumah itu dan menjatuhkannya begitu saja dilantai.....
"ergh...............
"Hahahaha....well done....well done. Aku suka kerja kalian.hahahah. sekarang kaian pergi dari sini dan biarkan aku yang berbicara dengan macan (manusia cantik) satu ini!
Seorang laki-laki separuh baya bermata sipit tiba-tiba muncul dari lantai kedua rumah itu dan menuruni tangga dengan sambil memgang tongkat ditangannya. Matanya tajam menusuk menatap Layla yang masih tertidur dilantai dan berjonkok didepannya sambil melepaskan ikatan ditangan dan dan kakinya. Dengan kasar laki-laki separuh baya itu membalikan tubuh Layla dan dan membuka penutup mulutnya dan langsung menampar pipinya hingga mengeluarkan darah. Layla hanya bisa mengaduh pelan tanpa bisa berbuat banyak.
"Berani-beraninya kamu kabur dari sini hah!!...kamu pikir kamu itu siapa!!
"Mr Chan....aku engga mau lagi jadi budak kamu.....aku capek. Layla berkata pelan
"Hah...hahahhahahah apa kamu bilang!...kamu itu tambang emas aku, bagaimana aku bisa melepaskan kamu. Kecuali........
"Kecualia apa Mr Chan..??
"Kecuali kamu tidak terpakai lagi dan sudah tua hahahahah. Mr Chan tertawa terbahak-bahak tak peduli dengan penderitaan Layla yang berusaha menahan gerak air matanya.
"Kesini kamu..!! kesini!!.
Mr Chan menjambak Layla dan menyeretnya agar lebih dekat dengannya
"heh..kamu dengar ya, kamu sudah membuat aku rugi jutaan rupiah...kamu tau itu!! Sekarang ikut aku...!!
Mr Chan menyeret Layla menuju ke sebuah kamar dengan paksa mendorongnya dengan keras hingga membuat Layla terjerembab ke tempat tidur yang ada di kamar itu.
"Sekarang kamu istirahat dan bersih-bersih, karena banyak yang meminta kamu besok!
mr Chan berlalu dari hadapan Layla dan meninggalkannya dengan sejuta penderitaan.
Pagi mulai nampak dengan sinarnya yang pudar. Suara kicau burung tak pernah terdengar di kota ini. Kota yang menyimpan sejuta pesona semu bagi orang-orang yang belum mengerti tentang hidup di ibukota. Lalu lalang mobil kembali meramaikan hari.Derunya terdengar diseantero kota. Para pedagang mulai membuka tokonya mencari rezeki yang disebar Tuhan untuk umatnya. Disebuah kafe 24 jam (The SAVIOR)....orang-orang mulai ramai untuk sekedar sarapan atau hanya minum kopi untuk menghangatkan badannya. Pelayan-pelayan kafe sibuk mondar-mandir memberikan pesanan yang dipesan pelanggannya, sementara alunan lagu romantis berkumandang lembut di seluruh ruangan kafe. Sementara seorang laki-laki tampan tampak duduk dengan tenangnya menikmati kopi dan sandwich nya sambil mengamati orang-orang disekelilingnya. Matanya yang tajam tak henti-hentinya menatap orang yang bekerja di kafe itu sambil menyunggingkan senyum pada pelayan2 yang sedang melakukan tugasnya.
"Aduuuuuh....gimana sih kamu ini!!.
"maaf....maaf bu saya tidak sengaja
"Tidak sengaja bagaimana....mata kamu tuh di simpen di dengkul kali ya!!
Seorang ibu nampaknya sangat marah ketika seorang pelayan kafe dengan tidak sengaja menumpahkan susu di celana ibu itu.
"Mana manajer kamu...!! biar saya laporin kamu..!
"Ada yang bisa saya bantu ibu,,? Lelaki tampan yang sedari tadi menikmati kopinya mendekati dan menyapa ibu itu.
"Apa kamu manajer disini..! ibu yan pemarah itu menjawab sapaannya dengan ketus.
"Ya...nama saya Azira,kebetulan saya yang bertanggung jawab atas kafe ini, ada yang bisa saya bantu?
"Ok...anak buah kamu menumpahkan susu pada celana saya, saya engga suka itu...dia teledor!!
"Ok ibu...jika begitu, nanti saya akan menegurnya dan memberikan sanksi padanya. Untuk hari ini....saya memberikan pelayanan special untuk ibu. Minuman yang ibu pesan gratis, bagaimana ibu?
"Baik....saya terima itu, terima kasih
"Ada lagi yang bisa saya bantu ibu...?
"Gak ada....saya harap hal yang seperti ini tidak terulang lagi.
"Ok ibu...saya terima masukannya, silahkan menikmati sarapannya.
Azira kembali duduk dan menikmati kopinya setelah urusan tadi selesai, lalu dia memanggil karyawan yang tadi melakukan kesalahan dan tanpak berbicara padanya. Namun percakapannya terhenti ketika matanya menangkap sosok wanita yang merasa dikenalnya memasuki kafe itu bersama dua orang berpakaian serba hitam dan duduk di pojok kafe itu. Ketika ada seorang pelayan akan mendekati wanita itu dengan cepat Azira memegan tangan playannya"
"Biar saya saja yang melayani...
Dengan cepat Azira mengambil menu yang dipegang pelayannya dan mendekati wanita yang terlihat sangat lelah dengan tatapannya yang kosong memandang ke bawah. Dua orang laki-laki sangar yang mengawalnya tanpak berbincang bincang satu sama lainnya.
"Ada yang bisa saya bantu ibu...?
Azira menyapa wanita itu dengan pelan..
"Tunggu sebentar. Wanita itu berkata dengan lirih
"Ada yang bisa saya bantu ibu....
Kembali Azira menawarkan
"Saya bilang tunggu sebent......
Wanita itu marah dan menatap Azira, namun ketika dilihatnya ternyata orang yang dikenalnya wanita itu tergagap dan kaget bukan kepalang.
"Ka..ka...kamu......ehm...ya eh....aku pesan kopi capucino nya satu.
"Hanya itu...ada yang lain..?? Azira menawarkan lagi sambil melirik dua orang yang menjaga wanita itu.
"H...hm....saya rasa itu cukup. Wanita itu berkata tanpa berani menatap mata Azira yang seakan menembus perasaannya dan mengetahui seluruh isi hatinya.
Azira lalu berlalu dari situ dan menyuruh pelayannya untuk membuatkan kopi capucino untuk wanita itu lalu kembali lagi duduk di tempatnya semula sambil terus memandangi wanita itu. tak berapa lama kopi untuk wanita itu datang namun Azira tak mengambilnya dan memberikan kopi itu pada wanita yang nampak resah dengan kehadirannnya itu. Belum sempat wanita itu minum, seorang laki-laki masuk ke kafe itu dan langsung duduk disebelahnya.
"Maaf...sudah lama menunggu ya cantik?
" Hm...
"Ok...bagaimana kalau kita berangkat sekarang...
Tanpa banyak berkata wanita itu pergi meninggalkan kafe dengan terburu-buru diikuti oleh kedua pengawalnya dan laki-laki itu. Azira yang merasa penasaran dengan prilaku mereka segera membuntuti mereka keluar dari kafe dan mengikuti mobil mereka. Mobil yang membawa wanita itu mengarah kesebuah hotel terkenal di Jakarta. Mereka masuk dengan cepat dan diikuti oleh Azira. Wanita dan laki-laki itu langsung masuk ke kamar 213 sementara 2 pengawalnya duduk di lobby hotel. Azira mengikuti wanita dan laki-laki itu dengan sangat perlahan namun tak dapat berbuat banyak ketika mereka masuk kamar. Azira tak kehabisan akal, ketika dilihatnya seorang pelayan akan memasuki kamar itu dengan gerakan yang sangat cepat Azira melumpuhkannya dan menyeretnya ke sebuah ruangan. Dengan cepat juga dia mengganti pakaiannya dengan pakaian pelayan itu dan menggantikan pekerjaanya mengantar makanan ke kamar 213.
Tok...tok...tok....Azira mengetuk pintu kamar
"Siapa itu..?
"Waiter tuan...mengantarkan makanan dan minuman yang tadi tuan pesan.
Tak berapa lama terdengar suara kunci pintu dibuka...
"Ini makanan dan minumannya tuan
"Oke...bawa masuk semuanya
Azira yang menyamar menjadi pelayan itu dengan cepat memasuki kamar dan dilihatnya wanita itu sedang terlentang di tempat tidurnya dengan baju yang sedikit terbuka.
"Dimana saya harus simpan ini nona?
Merasa mengenal suara pelayan hotel, wanita itu membalikan tubuhnya dan terkejut bukan main...
"Kamu...?? Apa yang kamu lakukan disini...??
"layla.....! Apa kamu kenal pelayan ini!??
Tiba-tiba laki laki yang membawa wanita yang ternyata Layla itu telah berada di sampingnya dan membentaknya, namun belum sempat Laki2 itu bertanya lebih lanjut sebuah pukulan telak dengan cepat mendarat di tengkuknya dan membuatnya tak sadarkan diri.
"Sekarang kamu ikut aku....jangan kabur lagi..
"Ta...ta..tapi aku gak mau kamu terluka karena aku Azira
"Sudahlah....aku akan menanggung semua ini, kamu jangan takut...ayo cepat rapihkan pakaian kamu
"Oh..eh..iya. Layla merasa malu ketika disadarinya bahwa pakaian yang dikenakannya telah terbuka sebagian. Setelah merapikan pakainnya Azira memberinya sebuah topi untuk menutupi rambut Layla yang panjang tergerai.
"Pakai topi itu dan kita berjalan keluar beriringan agar tak diketahui dua orang yang menunggu kamu di lobby.
Azira dan Layla akhirnya keluar dengan tanpa diketahui kedua laki2 itu. Dengan cepat Azira dan Lala memasuki mobil yang telah diparkirnya disekitar hotel dan berlalu dari situ dengan kecepatan yang sangat tinggi. Seperti biasa..tak ada sepatah katapun yang diucapkan Azira pada Layla sementara Layla terus memandangi lelaki yang telah membantunya itu dengan perasaan yang bergetar. Azira tetap fokus dengan mobil yang dikendarainya...tanpa sepatah katapun hingga mobil memasuki daerah puncak dan memasuki sebuah Villa yang cukup besar. Dingin terasa menusuk kulit, walaupun hari sudah siang namun matahari nampaknya enggan bercengkarama dengan dunia. Kabut tebal menyelimuti seluruh pegunungan teh seakan menutupi kegelisahan-kegelisahan manusia. Beberapa orang pemetik teh asik bercanda bersama teman-temannya. Suara Elang di langit merobek hari yang berkabut...terbang...terbang tinggi mengangkasa mencari sesuatu disana.
"Turun..ini kunci, tolong kamu masuk terlebih dahulu, aku mau mencari penjaga Villa ini
Azira menyuruh Layla masuk villa terlebih dahulu sementara dirinya pergi kesuatu tempat untuk mencari penjaga villanya. Layla menatap kepergian Azira dengan tatapan kagum, matanya menatap villa yang megah itu dengan tatapan yang takjub, ada sebuah kolam renang yang besar disana dan pemandangan yang bisa dilihat langsung dari situ sambil duduk-duduk santai. Layla tak langsung masuk ke dalam villa itu. Dirinya asik berjalan memutari villa dan duduk dihamparan rumput yang hijau sambil menikmati angin yang membelai rambut dan tubuhnya.
"Hai......
"Oh hai....
Tiba-tiba Azira telah berada disamping Layla
"Kamu belum masuk?
"Belum....aku sedang menikmati suasana disini...Hhhh sangat nyaman dan menyenangkan.
"Ya...aku sering kesini hanya untuk menikmati susana yang asri dan segar.
Azira hanya menjawab pendek lalu dengan asiknya memotret pemandangan yang ada disekitar villa sementara Layla asik memperhatikan setiap objek yang di foto oleh Azira sambil sekali-sekali melirik Azira yang semakin membuatnya terpesona dengan kelembutan dan tajamnya pandangan matanya.
"Boleh aku bertanya sesuatu...?
"Hm....
Azira hanya mendehem pendek.
"Kamu sangat pendiam sekali....kenapa?Kamu bisa cerita sama aku...yaa anggaplah aku ini teman lama kamu.
"Ayo masuk...
Azira tak mengindahkan pertanyaan Layla dan mengajaknya masuk sementara Layla hanya diam tak mengerti dengan sikap acuhnya Azira. Ruangan villa itu sangat luas dan bersih. Azira menyalakan tape dan musik istrumental "Kenny G" pun terdengar lembut diseluruh ruangan. Layla tetap diam sambil memperhatikan tingkah laku Azira.
"Kenapa kamu diam disitu..?? Anggaplah rumah kamu sendiri...ruangan kamu ditengah yang itu...kamu bisa istirahat sekarang dan jangan kabur lagi!
"Baiklah...kayaknya aku butuh istirahat sekarang.
"Oh ya..kalau kamu lapar, aku sudah suruh mang Kasdi menyediakannya di ruang makan. Aku mau keluar dulu.
Azira berlalu begitu saja tanpa berkata-kata lagi sementara Layla langsung masuk ke kamar yang ditunjuk Azira. Dikamar itu Layla langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur memejamkan matanya untuk sekedar berelaksasi. Imajinasinya bermain mengingat semua yang telah dilaluinya, dan mengenang semua kenangan manis bersama orang-orang yang dicintainya.
Di tempat lain................Renata dan Sheila sedang duduk didepan rumah sambil menikmati orange jus
"Ren...Azira koq belum pulang ya?
"Kenapa...? kamu koq secemas itu.....
"Ah engga...kenapa kamu bisa berkata seperti itu?
"Sheil....Azira itu berbeda,dia gak seperti laki-laki lain yang gampang bertekuk lutut terhadap wanita.
"Ehm...gitu ya..?? Apa kamu suka dia Ren..?
"???????..............................
"Suka....??heheheheh kamu itu kalau ngomong dipikir dulu dong Sheil....Dia sudah ku anggap sebagai kakaku sendiri
"Kamu yakin Ren kalau kamu engga suka sama dia?? Sheila kembali bertanya tidak percaya dengan apa yang diucapkan Renata. Karena Sheila merasa bahwa perhatian yang diberikan Renata pada Azira sangatlah berbeda.
"Ren.....
"Hh...
"Bagaimana kalau aku suka sama dia..???
"Apa..!! Ah ...eh..maksud aku...koq bisa? Renata sedikit terkejut ketika Sheila mengutarakan rasa sukanya pada Azira langsung padanya.
"Koq kamu kayak sedikit terkejut begitu Ren..??
"Engga...engga...aku cuma sedikit kaget aja kenapa kamu bisa secepat itu suka sama dia.
"Ehm...aku juga ngga tahu Ren. Sejak pertama kali aku bertemu dia di bandara aku merasa bahwa dia berbeda dengan laki-laki lain yang pernah hadir dikehidupan aku Ren....Dia begitu dingin dan misterius..Ingin rasanya aku menembus hatinya dan mengatakan bahwa aku akan ada buat dia. Apa aku salah Ren..??
"Ngga ada yang salah sih.....yaaa itu kan hak kamu, setiap orang berhak mencintai dan dicintai.
Renata berkata pelan hampir tak terdengar sementara dalam hatinya berkata "Koq bisa sih kamu suka sama Azira Ren..." Aku sayang dia dari dulu pun engga sanggup mengatakan hal itu padanya. Hehh....dia memang beda Sheil dan aku tak akan membiarkan kamu mendapatkan dia".....
"Ren....kamu koq diem sih...Apa kamu ngga suka kalau aku berhubungan sama dia...??
"Terserah kamu deh, aku capek...aku mau tidur dulu ya Sheil....
Renata berlalu begitu saja meninggalkan Sheila yang terbengong melihat tingkah laku Renata.
"Ren...Renata...tunggu dulu Ren. Sheila berusaha memanggil kembali Renata
"Ada apa lagi Sheil...?
"Kamu marah?
"Engga..aku capek...ngerti! Aku mau tidur ok
"Baiklah...maafkan aku kalu semua itu mmbuat kamu marah.
"Sudahlah jangan dipikirin...aku cuma capek
Renata langsung berlalu ke kamarnya meninggalkan Sheila yang kecewa dengan sikap Renata yang menurutnya engga bisa dimengerti. Ketika Sheila membalikan tubuhnya tuk kembali ke teras.
"Jangan terlalu dipikirkan...dia memang begitu.
"Azira.....???
Azira tak berkata lagi dan langsung menuju kamarnya sementara Sheila mengikutinya dari belakang.
"Zira....kamu mau kemana lagi..? Sheila bertanya tak mengerti ketika dilihatnya Azira memasukan baju-bajunya kedalam tas ranselnya. Namun Azira tak segera menjawab pertanyaan Sheila dan terus bergerak melakukan aktivitasnya memasukan barang-barang dan baju yang dianggapnya penting.
"Kalau Om Dias datang tolong kasih tau dia aku pergi untuk beberapa minggu
"Beberapa minggu...???? Kamu mau pergi kemana Zira..?? Apakah kamu ada masalah sama om Dias??
Azira sedikit memberhentikan aktivitasnya dan menatap Sheila dengan tajam. Sheila tak mampu menahan tatapan Azira dan menunduk.
"Apa aku tampak bermasalah dengan om Dias?
"Engga sih....tapi kenapa kamu harus pergi?
"Pergi atau gak pergi itu bukan urusan kamu Sheil....
Azira berkata ketus pada Sheila lalu dia mengangkat tasnya dan pergi meninggalkan Sheila tanpa berkata-kata lagi sementara Sheila hanya menatap kepergian Azira dengan perasaan yang tak menentu.
"Hehh.....ada apa dengan dia..?? dia sama sekali tidak memberikan perhatiannya padaku. Sheila hanya membatin dan tak mampu berbuat banyak. Tak berapa lama Azira pergi........Tiga mobil memasuki rumah Dias dan dengan gerakan yang cepat mereka memasuki rumahnya,mendobrak dan membuat semua orang kaget tak terkecuali Sheila dan yang masih berada diruang tamu dan Renata yang berada dikamarnya langsung terbangun karena keributan yang terjadi........Seorang laki-laki berbadan besar langsung menempelkan pistolya pada Sheila sementara yang lainnya memencar mencari setiap orang yang ada dirumah tersebut. tak terkecuali Renata dan semua pembantu rumah itu dikumpulkan diruangan depan. Renata diseret dengan paksa oleh salah seorang dari mereka dari kamarnya.
"Aduh...!!! siapa kalian..???Aduuuuuh..................
"Dimana Dias.....???anak manis...saya yakin kamu pasti tau dimana dia berada??
"Siapa kamu....???
"Aku.....hahahahahhahahahaha......aku....Aku Mr Chan, dia telah mengabil sesuatu yang berharga dariku dan aku ingin mengambilnya kembali..!!!
Mr Chan mendekatkan mukanya pada Renata dan dengan tatapannya yang bengis menatap Renata dan Sheila dari ujung rambut hingga ujung kakinya....
"Hmm....kalian boleh juga....saya akan membawa kalian berdua hingga Dias memberikan milik saya...mengerti kamu!!! Ikat mereka dan bawa ke mobil!! dan bakar rumah ini!!!...................
Beberapa orang anak buah Mr Chan langsung mengambil bensin dan menyalakan api.....api dengan cepat menjalar ke seluruh isi ruangan.....dua orang pembantu yang mereka ikatpun menjadi korban keganasan si jago merah, teriakan mereka tak dihiraukan oleh Mr Chan dan anak buahnya.....asap membubung ke angkasa sehingga menyebabkan kepanikan orang-orang disekitar rumah Dias. Api....api...api......mereka berteriak-teriak sambil berlari mencari air untuk memadamkan api yang kian membesar. Semuanya sudah terlambat....api terus melahap setiap rumah yang dekat dengan rumah Dias dengan cepat sementara pemadam kebakarn belum kunjung tiba. Beberapa menit kemudian pemadam kebakaran tiba. Mereka bahu membahu dengan penduduk sekitar memadamkan api yang mengganas hingga akhirnya api dapat dipadamkan setelah dua jam mereka bertarung dengan api....semuanya tak tersisa, hanya meninggalkan sisa arang yang masih memerah....tak berapa jauh dari rumah Dias yang telah rata dengan tanah.......
"Siapa yang telah melakukan ini....? Suaranya bergetar tertahan menandakan kemarahan yang luar biasa
"Maaf bos...kami tidak tahu
"Bodoh...!!! aku mau dalam satu kali duapuluh empat jam mereka telah ditemukan dan...aku mau kalian menangkap mereka dalam keadaan hidup atau mati!!
"Ba...ba..baik bos, kami laksanakan
Riiiing....riiiing...riiiing...tiba-tiba suara HP salah satu anak buah laki-laki yang ternyata Dias itu berbunyi....
"Hallo....
"Tolong sambungkan dengan bos kamu...
"Bos.....telpon..
"Ya...Hallo
"Hallo Dias...
"Dias....kamu sudah lihat apa yang akan aku perbuat bila kamu mencoba menghalangi langkahku!! Perhatikan pelan -pelan apa yang ada dihadapan kamu....
"Ohh...jadi kamu yang melakukan semuanya...!! bukankah kita sudah membuat perjanjian tidak akan saling mengganggu lagi...!
"Benar....tapi kamu telah merampas miliku yang paling berharga..!! dan itu..itu tidak bisa ditolerir...
"Chan...!! kamu jangan main-main denganku...!! aku tidak mengganggu bisnis kamu...dan apa maksud kamu mengambil milik kamu..!! aku engga mengerti apa yang kamu maksud..!!
"Baiklah....Ada orang kamu yang mengambil Layla dariku....dan sebagai gantinya...anak kamu dan keponakan kamu ada bersama aku sekarang.
"Chan....!!!bajingan kamu...jangan sampai kau sentuh mereka...!
"Ow...ow..ow..teman kita satu ini marah rupanya hahahahaha.....aku kasih kamu waktu 24 jam untuk mengembalikan Layla padaku..! kalu tidak...maka mereka akan menjadi penggantinya...mengerti kamu!!! hahahahahahahahahahaha.......
Bip...bip....bip...telepon langsung dimatikan. Wajah Dias semakin memerah menahan amarah.....
"Jodiiiii....!! kumpulkan semua anak buah kamu....kita nyatakan perang dengan Chaaaannnn!!!
Dias memanggil anak buahnya dan menyuruhnya mengumpulkan anak buahnya...ratusan orang berbaju hitam...berkacamata hitam berhamburan keluar dari mobil dan mendekati Dias. Dias mengintruksikan anak buahnya dengan suara yang menggelegar penuh kemarahan........
Sementara itu ditempat lain........................
Dingin menggelayuti setiap jengkal pedesaan dipegunungan .....lampu lampu mulai menyala laksana bintang yang bertaburan dilangit yang menyimpan berjuta misteri.....kabut menyelimuti permukaan bumi selaksa gumpalan kapas yang tebal dan siap menelan siapa saja yang dilewatinya......Angin yang kencang mendera membuat penduduk di sekitar desa enggan keluar rumah dan menikmati siaran-siaran yang ditayangkan stasiun televisi....gonggongan anjing terdengar dikejauhan.....Sesosok laki-laki berpakaian serba putih berdiri ditepi bukit dekat villanya dan memandang jauh ke hamparan kebun teh diperbukitan.......
"Hm....aku merasa ada yang tidak beres.
Laki-laki berpakaian putih itu langsung masuk ke villanya dengan tergesa-gesa
"Layla....Layla...
"Yaa......Kenapa Zira...???muka kamu ......kamu...kamu tanpak cemas,apa yang terjadi..??
"Entahlah...tapi perasaanku engga enak
Tiba-tiba handphone Azira berdering.....
"Hallo Om...
"Zira...kamu dimana sekarang??
"Dipuncak Om...kenapa??
"Renata dan Sheila diculik Chan...Apa yang sudah kamu lakukan pada Chan??
"Renata dan Sheila diculik om...????
Azira sangat sangat terkejut dengan berita yang disampaikan Dias padanya
"Ya..bahkan rumah om dibakar mereka...kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan pada Chan. Kamu harus menolong Renata dan Sheila secepatnya atau mereka akan menjadi korban mereka. Pergi sekarang ketempat Chan, anak buah om sudah menuju kesana dan tinggal menunggu perintah dari kamu...
"Baik om ....Zira segera kesana
Tanpa banyak tanya lagi Azira bergegas ke mobilnya sementara Layla hanya mengikutinya dari belakang tanpa tahu apa yang sedang terjadi.
"Zira...kamu mau kemana...?? apa yang terjadi..??
"Kamu tetap disini..jangan pergi kemana-mana?
Tiba-tiba Layla langsung memeluk Azira dari belakang
"Zira.....berjanjilah kamu akan segera kembali dan menemani aku disini...aku takut Zira
Layla berkata lirih..tanpa sepengetahuan Azira air matanya jatuh tak tertahan sementara Azira hanya diam tak berkata..tetap dingin layaknya gunung es...tak bergeming..dan kokoh.
"Aku pasti akan kembali buat kamu....aku berjanji.
Tanpa menatap kebelakang lagi Azira masuk kedalam mobilnya....menatap ke Layla melalui kaca spion mobilnya lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Azira terus memacu mobilnya bak orang kesetanan. Sambil menelpon anak buahnya agar tidak melakukan apapun sebelum dia sampai ditempat. Din....din...din...."Weiii...!! gila lo ya.!!!suara klakson mobil dan umpatan orang didapatinya....namun Azira tak peduli dan terus mempercepat kecepatan mobilnya.....tiba-tiba terdengar suara sirine mobil polisi dibelakang mobilnya dan menyuruhnya menepi namun Azira tak peduli dengan perintah polisi itu, akibatnya kejar-kejaran pun terjadi. Polisi segera mencari bantuan untuk mengejar azira melalui HT nya....Tembakan peringatanpun dilakukan polisi namun tetap tak dihiraukan Azira. Dor....dor....dor....polisi akhirnya menembaki mobil Azira. beberapa bagian mobil Azira bolong tertembak polisi.....tiba-tiba terdengar beberapa suara sirine lain dibelakan mobil Azira. Enam mobil polisi telah berada dibelakan mobil Azira dan terus menembaki mobilya....dorr......sebuah tembakan polisi berhasil mengenai ban mobil Azira dan mengakibatkan keseimbangan mobil itu menjadi goyah...api memercik akibat gesekan velg ban dengan jalan aspal. Azira tak bisa lagi mengendalikan laju mobilnya. Dia berusaha membelokan mobilnya ke arah kiri jalan, namun naas mobilnya malah melaju ke arah jalan yang menurun diantara bukit dan terus melaju menabrak pepohonan...Azira berusaha membuka pintu mobilnya dan meloncat dengan cepat sebelum akhirnya mobil itu terjatuh ke jurang dan meledak. Azira tak berhenti disitu...dengan cepat dia berlari..berlari...dan terus berlari...darah telah mengalir di sebagian tubuhnya akibat luka goresan pohon ataupun bebatuan...polisi tak terdengar mengejarnya, mungkin mereka menganggap dirinya telah tewas...lelah tak lagi diasakan oleh Azira....dirinya terus berlari menembus bukit....hutan kecil....sungai...hingga akhirnya dia menemukan sebuah jalan kecil. Azira berhenti sejenak disana melihat arah mana yang harus ditempuhnya...dilihatnya seekor kuda yang sedang ditambatkan oleh pemiliknya,,,sejenak Azira berfikir lalu dengan cepat dia menghampiri kuda yang sedang ditambatkan itu, melepaskannya, dan menungganginya dengan cepat menuju rumah Mr Chan.......Kuda itu nampak mengerti dengan perasaan Azira saat itu dan berlari dengan sangat cepat bagaikan angin...terus berlari dan berlari.
Sementara itu di kediaman Mr Chan...
Rumah Mr Chan sangat begitu sepi, namun beberapa orang tampak berjaga-jaga dengan persenjataan lengkap. Beberapa dari mereka memegang senjata otomatis dan samurai...di depan pintu gerbang dua orang berjaga jaga dengan angkuhnya mondar-mandir sambil merokok dan sesekali berbicara dengan teman-temanya melalui HT nya.
Didalam salah satu kamar Mr Chan....Renata dan Sheila sangat begitu ketakutan
"Ren....kenapa paman belum datang juga....aku takut Ren....
"Sheil...kamu jangan bikin aku takut juga...kita berdoa saja sama Tuhan semoga semuanya menjadi lebih baik dan kita selamat..
"Ta..ta..tapi Ren....
Tiba-tiba pintu kamar terbuka...Mr Chan masuk ke kamar itu dan dua orang anak buahnya mengawalnya dari belakang...
"Hehehehe.....kenapa takut hah?!! Kamu tahu...aku merasa tidak rugi kehilangan Layla....karena apa..?? Karena aku punya kalian!! hahahahaha....Kalau sampai jam 12 nanti ayah kamu belum datang....aku akan menikmati tubuh kamu berdua dan setelah itu akan aku berikan kepada semua anak buahku untuk mencicipi tubuh kalian yang segar itu hahahahaha...
Mata Mr Chan memandangi Renata dan Sheila dengan tatapan yang seakan-akan ingin memakan mereka berdua. Renata dan Sheila berpelukan ketakutan dan berdoa berharap penantian mereka akan nasib yang lebih baik datang dengan cepat.
Tiba-tiba tangan Mr Chan memegang tangan Sheila dan menariknya dengan kasar..
"Aduh....
"Hm.....kamu cantiiik sekali...ku harap kamu mau bekerja sama denganku nanti malam hahaha
Dengan sedikit genit Mr Chan memegang dagu Sheila dan bibirnya...keduanya begitu dekat..Sheila hanya bisa menatap Mr Chan dengan pandangan jijik dan ketakutan...
"Jangan om....Sheila gak mau huhuhu....Sheila menangis namun Mr Chan nampak suka dengan pemandangan yang ada didepannya dan membuat dirinya semakin bernafsu. Diliriknya paha Sheila yang sedikit terbuka karena roknya yang pendek, dengan gemas Mr Chan memegangnya namun Sheila memukul tangan Mr Chan..
Plakkk.....
"Ow..ow ...ow...mulai ganas rupanya kamu ya...hm engga apa-apa..aku suka itu
"Tolong...jangan sakiti saya om....Sheila terus menangis dan ketakutan sementara Renata tak bisa berbuat banyak disitu dan hanya memandangi apa yang diperbuat Mr Chan pada Sheila...
"Hey..kamu berdua!! Mr Chan memanggil kedua anak buahnya.
"Ya siap boss...
"Bawa mereka ke ruang atas...ikat kedua tangan mereka dengan kedua tangan ke atas dan siram mereka dengan air.....hahahaha ituakan membuat aku semakin bernafsu dengan mereka hahahahh
" Siap boss......
Dengan kasar mereka menyeret Renata dan Sheila ke ruangan yang Mr Chan katakan tadi, mengikat tangan mereka keatas dan menyirami mereka dengan air. Sheila dan Renata dibuat tak berdaya dan hanya berserah pada nasibnya...baju mereka yang tipis membuat lekuk tubuh mereka tanpak jelas dan membuat Mr Chan dan anak buahnya semakin bernafsu.
"Woooww...wonderful...wonderful....kalian memang pantas menjadi makan malam kita hahahahahah....aku ngga nyangka Dias mempunyai makhluk-makhluk cantik seperti kalian..
Mr Chan tertawa senang melihat kedua wanita yang sudah tidak berdaya itu..dipeluknya Renata dan Sheila dan menciumi bau tubuh mereka..
"Hmm....tubuh kalian sangat harum....harum perawan yang sangat menggoda hahahahah
"Heh...bajingan kamu!!! jangan sentuh akuuu!!! atau aku bunuh kamu!!
Renata membentak Mr Chan.....ketakutannya telah melampaui batas sehingga semuanya hilang dan berubah menjadi sebuah keberanian demi harga diri.
"Hahaha..bunuh aku...hahahaha....untuk menyelamatkan diri kamu saja ngga bisa...mau bunuh aku hahahaha. Dengar...kalian dengar semuanya hahahahah
Mr Chan dan anak buahnya hanya tertawa terbahak mentertawai ulah Renata yang membentak Mr Chan dan berkata ingin membunuhnya.
"Jam berapa sekarang ?? Mr Chan bertanya pada anak buahnya
"Jam 11: 45 boss...
"Oh....malam ini pasti menjadi malam yang menyenangkan bukan?
"Benar boss...Boss tidak rugi mendapatkan mereka
"Tentu saja hahahah...aku mengerti apa yang harus aku perbuat hahahah
Mr Chan kembali mendekati Renata dan Sheila, namun dia nampaknya lebih suka mendekati Sheila yang begitu terlihat tak berdaya dan menantang tuk dijamah....Mr Chan dengan pelan dan penuh nafsu menggerayangi tubuh Sheila...menyentuh bagian-bagian sensitifnya dan mencium bibirnya dengan sangat bernafsu...
"Om...jangan om.....jangan....jangan apa-apa in Sheila Om..huhuhu
Sheila menangis tak berdaya ketika Mr Chan menggerayangi tubuhnya dan merobek dengan paksa pakaiannya sehingga terlihatlah sebagian tubuhnya yang selama ini dijaganya...putih mulus tanpa ada cacat sedikitpun, dan itu membuat nafsu Mr Chan semakin menggelora
"Oh...kamu cantik sekali sayang...oh...Mr Chan suka kamu....
Malam kian larut....bintang tak bersinar di malam ini..mereka seakan takut untuk menampakan sinarnya dan enggan melihat apa yang akan terjadi di rumah Mr Chan..Angin kencang bertiup membuat pepohonan disekitarnya bergoyang laksana tarian raksasa yang akan menjatuhkan dirinya ke bumi.....petir dan kilat saling bersahutan dan berkejaran menambah suasana semakin mencekam...hujan mulai turun...dingin mulai menggigit membuat orang enggan keluar....diluar kediaman Mr Chan beberapa bayangan hitam mendekati perlahan....sesekali cahaya kilat membuat kilau pedang samurai yang mereka bawa menebarkan cahaya kematian.......................(bersambung ke episode 3)