Selasa, 31 Maret 2009

Song......Terlihat.....namun tak terdengar

The Savior
Intro : Em Bm 2x
Em
Seen the world in my hands
Bm
like the rain in your eyes
Em Bm
I feel so lonely, I feel so worry
C Em
There's away I can't hold into your heart
C G D
When I fly away and reach your soul and gone
Reff
Am
Gone away to hill
Em
Fly away to feel
Am
Is it you for real?
Em
please hold me tight
Am
Let me keep you here
Em
You'll be still my dear
Am
Let me lose your fear
Em
And hold me tight
D Em
I'll be your savior in your life 2x
Melody : Em Bm Em Bm C G B C G B D

Minggu, 29 Maret 2009

The SAVIOR (Episode 2)

Nun jauh disana,diantara rimbunnya pohon.Seorang wanita berjalan menyusuri jalan setapak yang sangat jarang dilalui orang Hanya pencari kayu bakar saja yang sesekali melewatinya. Jalan sudah mulai tak tampak karena matahari mulai kembali ke peraduannya. Bayang-bayang pohon tanpak seperti raksasa yang sedang mengikuti wanita itu. Tak berapa lama, wanita itu masuk ke dalam sebuah gubuk tua yang hanya diterangi oleh lampu minyak yang kecil yang hanya menerangi sebagian gubuk itu. Tampak seorang nenek sedang asik meniup api kayu bakar untuk memasak.Matanya sekali-sekali mengedip ketika ada asap yang masuk dan membuatnya terbatuk batuk.
"Nek biar Layla saja yang melakukan itu...nenek istirahat saja. Ini uang tadi hasil menjual kayu bakar nek...lumayan buat beli minyak tanah dan beras.
"Ngga apa-apa Incu nini....(cucu nenek) nini mah sudah biasa. Incu teh belum makan kan?
"Layla belum lapar nek.....
 Layla lalu mengambil bambu untuk meniup api dari tangan nenek itu dan meneruskan pekerjaannya. Sang nenek menatap lembut pada Layla dan menitikan air matanya...entah karena apa.Suara jangkrik mulai terdengar di seantero hutan kecil itu. Terkadang suara lolongan anjing terdengar di kejauhan menambah kesan seram. Cahaya bulan berusaha menerobos lebatnya pohon jati yang tumbuh disekitar hutan. Suara kelelawar seakan menambah kesuraman hutan yang jauh dari pedesaan itu. Samar samar terdengar suara kentongan yang dibunyikan oleh penduduk desa yang sedang meronda. Keseraman hutan semakin menjadi jadi ketika tampak beberapa sosok bayangan hitam mulai masuk ke dalam hutan dengan gerakan yang sangat cepat dan terlatih.
Sementara itu Layla dan sang nenek sedang menikmati makanan yang baru selesai dimasak.
"Nek....kenapa nenek mau menolong Layla?
"Hm....Duka nya (ga tau ya...) nini mah merasa kalau nini tidak menolong kamu incu.....lagipula, nini engga punya siapa- siapa. Wajar kalau nini minta ditemani
"Memangnya nenek ngga punya saudara..?
"Ceritanya panjang incu....nini ngga mau mengulang lagi se.............................
Braaaakkkkkkk
Tiba-tiba beberapa orang mendobrak pintu dan mengejutkan Layla dan nenek tersebut.
"Hahahahahaha.....kita bertemu lagi nona manis....hahahaha....rupanya dunia ini begitu sempit buat kamu ya...hahhahah
"Kamu....kamu....bagaimana kamu bisa menemukan aku..?
Layla rupanya sudah kenal dengan orang yang mendobrak pintu gubuk si nenek. Sementara sang nenek tampak sangat ketakutan...
"Saha eta Incu...? (Siapa mereka cucu?)
"Nenek tenang saja....mereka tidak akan berbuat macam-macam dengan nenek.
Lelaki yang berbadan tinggi dan tegap tiba-tiba menjambak Layla dengan kerasnya
"Sini kamu......!!! Kamu sudah bikin aku susah dan di marahi boss....kamu harus tanggung semuanya!!
Ahhh....sakit....lepaskan....lepaskan aku!!
Lalya mengaduh dan meminta laki2 itu melepaskan jambakannya namun laki-laki itu semakin kencang menjambaknya
"Lepaskan...?? hahahahahah enak saja kamu!! kamu mau aku mati dipenggal.???!!!hahahah
"Ulah....ulah.. (jangan...jangan) nenek yang sedari tadi ketakutan timbul keberaniannya untuk melawan lelaki itu, namun tenaganya tak sanggup menghadapi kekuatan laki2 itu. Si lelaki langsung menampar nenek itu dan membuatnya terjerembab tak bangun lagi...
"Nenek....nenek....Layla berteriak dan berusaha melepaskan diri dari laki-laki yang menjambaknya dengan menggigit tangannya.
"Aduuuh...si lelaki bertubuh tegap itu hanya mengaduh kesakitan sementara teman-temanya tertawa memperhatikan ulah laki-laki itu.
"Nenek...nek...bangun nek...bangun.....jangan tinggalin Layla sendiri nek...neeekkkk...
Layla menangis sekeras kerasnya ketika dilihatnya nenek yang beberapa hari ini menjaganya mengeluarkan banyak darah dari kedua mulutnya. Sang nenek sama sekali tak bergerak. Layla menangis dan menangis histeris melihat hal itu. Dilihatnya lelaki yang telah menampar nenek itu.
" kamu.....kamu memang bajingan yang tak punya perasaan..!!!!
Layla angsung berlari menuju orang itu dan memukulnya namun apa daya, teman-teman laki-laki itu ikut membantunya, menarik tangannya....menjambaknya... dan membuatnya terjatuh.
"Heh....kamu pikir kamu siapa hah..!!! bawa dia..!! lelaki yang diduga pemimpinnya itu menyuruh anak buahnya membawa Layla. Tanpa pikir panjang mereka menyeret Layla keluar dari gubuk si nenek dan mengikat tangan serta menutup mulutnya dengan kain putih hingga membuatnya tak bisa berbuat banyak dan membuat mereka dengan mudah membawa Layla pergi dari situ. Kekejaman mereka tidak hanya sampai disitu....dibakarnya gubuk si nenek hingga kobaran apinya dengan cepat menjalar ke seluruh gubuk itu dan melumat seluruh isinya termasuk nenek yang malang itu. Mereka lalu membawa Layla keluar dari situ dan ternyata ada sebuah mobil yang telah menunggu mereka disana dan memasukan Layla kedalamnya dan berlalu dengan cepat meninggalkan kepedihan di hutan kecil itu. Mobil yang membawa Layla menderu cepat menuju Jakarta. Bising......kering.....kotor.......Jakarta tak seindah rupanya yang menawan. disekitar pinggiran kota masih banyak kepedihan yang dirasakan oleh orang-orang mengharapkan dan menggantungkan hidupnya pada kota Jakarta. Kecepatan mobil tak berkurang ketika mereka memasuki kota karena malam telah larut dan tak banyak orang yang beraktivitas walaupun Jakarta termasuk kota yang tak pernah mati. Perlahan mobil memasuki sebuah rumah mewah tak jauh dari salah satu taman bermain terbesar di Jakarta...Dufan, dan salah satu dari mereka menggendong Layla keluar mobil dan memasuki rumah itu dan menjatuhkannya begitu saja dilantai.....
"ergh...............
"Hahahaha....well done....well done. Aku suka kerja kalian.hahahah. sekarang kaian pergi dari sini dan biarkan aku yang berbicara dengan macan (manusia cantik) satu ini!
Seorang laki-laki separuh baya bermata sipit tiba-tiba muncul dari lantai kedua rumah itu dan menuruni tangga dengan sambil memgang tongkat ditangannya. Matanya tajam menusuk menatap Layla yang masih tertidur dilantai dan berjonkok didepannya sambil melepaskan ikatan ditangan dan dan kakinya. Dengan kasar laki-laki separuh baya itu membalikan tubuh Layla dan dan membuka penutup mulutnya dan langsung menampar pipinya hingga mengeluarkan darah. Layla hanya bisa mengaduh pelan tanpa bisa berbuat banyak.
"Berani-beraninya kamu kabur dari sini hah!!...kamu pikir kamu itu siapa!!
"Mr Chan....aku engga mau lagi jadi budak kamu.....aku capek. Layla berkata pelan
"Hah...hahahhahahah apa kamu bilang!...kamu itu tambang emas aku, bagaimana aku bisa melepaskan kamu. Kecuali........
"Kecualia apa Mr Chan..??
"Kecuali kamu tidak terpakai lagi dan sudah tua hahahahah. Mr Chan tertawa terbahak-bahak tak peduli dengan penderitaan Layla yang berusaha menahan gerak air matanya.
"Kesini kamu..!! kesini!!.
Mr Chan menjambak Layla dan menyeretnya agar lebih dekat dengannya
"heh..kamu dengar ya, kamu sudah membuat aku rugi jutaan rupiah...kamu tau itu!! Sekarang ikut aku...!!
Mr Chan menyeret Layla menuju ke sebuah kamar dengan paksa mendorongnya dengan keras hingga membuat Layla terjerembab ke tempat tidur yang ada di kamar itu.
"Sekarang kamu istirahat dan bersih-bersih, karena banyak yang meminta kamu besok!
mr Chan berlalu dari hadapan Layla dan meninggalkannya dengan sejuta penderitaan.
Pagi mulai nampak dengan sinarnya yang pudar. Suara kicau burung tak pernah terdengar di kota ini. Kota yang menyimpan sejuta pesona semu bagi orang-orang yang belum mengerti tentang hidup di ibukota. Lalu lalang mobil kembali meramaikan hari.Derunya terdengar diseantero kota. Para pedagang mulai membuka tokonya mencari rezeki yang disebar Tuhan untuk umatnya. Disebuah kafe 24 jam (The SAVIOR)....orang-orang mulai ramai untuk sekedar sarapan atau hanya minum kopi untuk menghangatkan badannya. Pelayan-pelayan kafe sibuk mondar-mandir memberikan pesanan yang dipesan pelanggannya, sementara alunan lagu romantis berkumandang lembut di seluruh ruangan kafe. Sementara seorang laki-laki tampan tampak duduk dengan tenangnya menikmati kopi dan sandwich nya sambil mengamati orang-orang disekelilingnya. Matanya yang tajam tak henti-hentinya menatap orang yang bekerja di kafe itu sambil menyunggingkan senyum pada pelayan2 yang sedang melakukan tugasnya.
"Aduuuuuh....gimana sih kamu ini!!.
"maaf....maaf bu saya tidak sengaja
"Tidak sengaja bagaimana....mata kamu tuh di simpen di dengkul kali ya!!
Seorang ibu nampaknya sangat marah ketika seorang pelayan kafe dengan tidak sengaja menumpahkan susu di celana ibu itu.
"Mana manajer kamu...!! biar saya laporin kamu..!
"Ada yang bisa saya bantu ibu,,? Lelaki tampan yang sedari tadi menikmati kopinya mendekati dan menyapa ibu itu.
"Apa kamu manajer disini..! ibu yan pemarah itu menjawab sapaannya dengan ketus.
"Ya...nama saya Azira,kebetulan saya yang bertanggung jawab atas kafe ini, ada yang bisa saya bantu?
"Ok...anak buah kamu menumpahkan susu pada celana saya, saya engga suka itu...dia teledor!!
"Ok ibu...jika begitu, nanti saya akan menegurnya dan memberikan sanksi padanya. Untuk hari ini....saya memberikan pelayanan special untuk ibu. Minuman yang ibu pesan gratis, bagaimana ibu?
"Baik....saya terima itu, terima kasih
"Ada lagi yang bisa saya bantu ibu...?
"Gak ada....saya harap hal yang seperti ini tidak terulang lagi.
"Ok ibu...saya terima masukannya, silahkan menikmati sarapannya.
Azira kembali duduk dan menikmati kopinya setelah urusan tadi selesai, lalu dia memanggil karyawan yang tadi melakukan kesalahan dan tanpak berbicara padanya. Namun percakapannya terhenti ketika matanya menangkap sosok wanita yang merasa dikenalnya memasuki kafe itu bersama dua orang berpakaian serba hitam dan duduk di pojok kafe itu. Ketika ada seorang pelayan akan mendekati wanita itu dengan cepat Azira memegan tangan playannya"
"Biar saya saja yang melayani...
Dengan cepat Azira mengambil menu yang dipegang pelayannya dan mendekati wanita yang terlihat sangat lelah dengan tatapannya yang kosong memandang ke bawah. Dua orang laki-laki sangar yang mengawalnya tanpak berbincang bincang satu sama lainnya.
"Ada yang bisa saya bantu ibu...?
Azira menyapa wanita itu dengan pelan..
"Tunggu sebentar. Wanita itu berkata dengan lirih
"Ada yang bisa saya bantu ibu....
Kembali Azira menawarkan
"Saya bilang tunggu sebent......
Wanita itu marah dan menatap Azira, namun ketika dilihatnya ternyata orang yang dikenalnya wanita itu tergagap dan kaget bukan kepalang.
"Ka..ka...kamu......ehm...ya eh....aku pesan kopi capucino nya satu.
"Hanya itu...ada yang lain..?? Azira menawarkan lagi sambil melirik dua orang yang menjaga wanita itu.
"H...hm....saya rasa itu cukup. Wanita itu berkata tanpa berani menatap mata Azira yang seakan menembus perasaannya dan mengetahui seluruh isi hatinya.
Azira lalu berlalu dari situ dan menyuruh pelayannya untuk membuatkan kopi capucino untuk wanita itu lalu kembali lagi duduk di tempatnya semula sambil terus memandangi wanita itu. tak berapa lama kopi untuk wanita itu datang namun Azira tak mengambilnya dan memberikan kopi itu pada wanita yang nampak resah dengan kehadirannnya itu. Belum sempat wanita itu minum, seorang laki-laki masuk ke kafe itu dan langsung duduk disebelahnya.
"Maaf...sudah lama menunggu ya cantik?
" Hm...
"Ok...bagaimana kalau kita berangkat sekarang...
Tanpa banyak berkata wanita itu pergi meninggalkan kafe dengan terburu-buru diikuti oleh kedua pengawalnya dan laki-laki itu. Azira yang merasa penasaran dengan prilaku mereka segera membuntuti mereka keluar dari kafe dan mengikuti mobil mereka. Mobil yang membawa wanita itu mengarah kesebuah hotel terkenal di Jakarta. Mereka masuk dengan cepat dan diikuti oleh Azira. Wanita dan laki-laki itu langsung masuk ke kamar 213 sementara 2 pengawalnya duduk di lobby hotel. Azira mengikuti wanita dan laki-laki itu dengan sangat perlahan namun tak dapat berbuat banyak ketika mereka masuk kamar. Azira tak kehabisan akal, ketika dilihatnya seorang pelayan akan memasuki kamar itu dengan gerakan yang sangat cepat Azira melumpuhkannya dan menyeretnya ke sebuah ruangan. Dengan cepat juga dia mengganti pakaiannya dengan pakaian pelayan itu dan menggantikan pekerjaanya mengantar makanan ke kamar 213.
Tok...tok...tok....Azira mengetuk pintu kamar
"Siapa itu..?
"Waiter tuan...mengantarkan makanan dan minuman yang tadi tuan pesan.
Tak berapa lama terdengar suara kunci pintu dibuka...
"Ini makanan dan minumannya tuan
"Oke...bawa masuk semuanya
Azira yang menyamar menjadi pelayan itu dengan cepat memasuki kamar dan dilihatnya wanita itu sedang terlentang di tempat tidurnya dengan baju yang sedikit terbuka.
"Dimana saya harus simpan ini nona?
Merasa mengenal suara pelayan hotel, wanita itu membalikan tubuhnya dan terkejut bukan main...
"Kamu...?? Apa yang kamu lakukan disini...??
"layla.....! Apa kamu kenal pelayan ini!??
Tiba-tiba laki laki yang membawa wanita yang ternyata Layla itu telah berada di sampingnya dan membentaknya, namun belum sempat Laki2 itu bertanya lebih lanjut sebuah pukulan telak dengan cepat mendarat di tengkuknya dan membuatnya tak sadarkan diri.
"Sekarang kamu ikut aku....jangan kabur lagi..
"Ta...ta..tapi aku gak mau kamu terluka karena aku Azira
"Sudahlah....aku akan menanggung semua ini, kamu jangan takut...ayo cepat rapihkan pakaian kamu
"Oh..eh..iya. Layla merasa malu ketika disadarinya bahwa pakaian yang dikenakannya telah terbuka sebagian. Setelah merapikan pakainnya Azira memberinya sebuah topi untuk menutupi rambut Layla yang panjang tergerai.
"Pakai topi itu dan kita berjalan keluar beriringan agar tak diketahui dua orang yang menunggu kamu di lobby.
Azira dan Layla akhirnya keluar dengan tanpa diketahui kedua laki2 itu. Dengan cepat Azira dan Lala memasuki mobil yang telah diparkirnya disekitar hotel dan berlalu dari situ dengan kecepatan yang sangat tinggi. Seperti biasa..tak ada sepatah katapun yang diucapkan Azira pada Layla sementara Layla terus memandangi lelaki yang telah membantunya itu dengan perasaan yang bergetar. Azira tetap fokus dengan mobil yang dikendarainya...tanpa sepatah katapun hingga mobil memasuki daerah puncak dan memasuki sebuah Villa yang cukup besar. Dingin terasa menusuk kulit, walaupun hari sudah siang namun matahari nampaknya enggan bercengkarama dengan dunia. Kabut tebal menyelimuti seluruh pegunungan teh seakan menutupi kegelisahan-kegelisahan manusia. Beberapa orang pemetik teh asik bercanda bersama teman-temannya. Suara Elang di langit merobek hari yang berkabut...terbang...terbang tinggi mengangkasa mencari sesuatu disana.
"Turun..ini kunci, tolong kamu masuk terlebih dahulu, aku mau mencari penjaga Villa ini
Azira menyuruh Layla masuk villa terlebih dahulu sementara dirinya pergi kesuatu tempat untuk mencari penjaga villanya. Layla menatap kepergian Azira dengan tatapan kagum, matanya menatap villa yang megah itu dengan tatapan yang takjub, ada sebuah kolam renang yang besar disana dan pemandangan yang bisa dilihat langsung dari situ sambil duduk-duduk santai. Layla tak langsung masuk ke dalam villa itu. Dirinya asik berjalan memutari villa dan duduk dihamparan rumput yang hijau sambil menikmati angin yang membelai rambut dan tubuhnya.
"Hai......
"Oh hai....
Tiba-tiba Azira telah berada disamping Layla
"Kamu belum masuk?
"Belum....aku sedang menikmati suasana disini...Hhhh sangat nyaman dan menyenangkan.
"Ya...aku sering kesini hanya untuk menikmati susana yang asri dan segar.
Azira hanya menjawab pendek lalu dengan asiknya memotret pemandangan yang ada disekitar villa sementara Layla asik memperhatikan setiap objek yang di foto oleh Azira sambil sekali-sekali melirik Azira yang semakin membuatnya terpesona dengan kelembutan dan tajamnya pandangan matanya.
"Boleh aku bertanya sesuatu...?
"Hm....
Azira hanya mendehem pendek.
"Kamu sangat pendiam sekali....kenapa?Kamu bisa cerita sama aku...yaa anggaplah aku ini teman lama kamu.
"Ayo masuk...
Azira tak mengindahkan pertanyaan Layla dan mengajaknya masuk sementara Layla hanya diam tak mengerti dengan sikap acuhnya Azira. Ruangan villa itu sangat luas dan bersih. Azira menyalakan tape dan musik istrumental "Kenny G" pun terdengar lembut diseluruh ruangan. Layla tetap diam sambil memperhatikan tingkah laku Azira.
"Kenapa kamu diam disitu..?? Anggaplah rumah kamu sendiri...ruangan kamu ditengah yang itu...kamu bisa istirahat sekarang dan jangan kabur lagi!
"Baiklah...kayaknya aku butuh istirahat sekarang.
"Oh ya..kalau kamu lapar, aku sudah suruh mang Kasdi menyediakannya di ruang makan. Aku mau keluar dulu.
Azira berlalu begitu saja tanpa berkata-kata lagi sementara Layla langsung masuk ke kamar yang ditunjuk Azira. Dikamar itu Layla langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur memejamkan matanya untuk sekedar berelaksasi. Imajinasinya bermain mengingat semua yang telah dilaluinya, dan mengenang semua kenangan manis bersama orang-orang yang dicintainya.

Di tempat lain................Renata dan Sheila sedang duduk didepan rumah sambil menikmati orange jus
"Ren...Azira koq belum pulang ya?
"Kenapa...? kamu koq secemas itu.....
"Ah engga...kenapa kamu bisa berkata seperti itu?
"Sheil....Azira itu berbeda,dia gak seperti laki-laki lain yang gampang bertekuk lutut terhadap wanita.
"Ehm...gitu ya..?? Apa kamu suka dia Ren..?
"???????..............................
"Suka....??heheheheh kamu itu kalau ngomong dipikir dulu dong Sheil....Dia sudah ku anggap sebagai kakaku sendiri
"Kamu yakin Ren kalau kamu engga suka sama dia?? Sheila kembali bertanya tidak percaya dengan apa yang diucapkan Renata. Karena Sheila merasa bahwa perhatian yang diberikan Renata pada Azira sangatlah berbeda.
"Ren.....
"Hh...
"Bagaimana kalau aku suka sama dia..???
"Apa..!! Ah ...eh..maksud aku...koq bisa? Renata sedikit terkejut ketika Sheila mengutarakan rasa sukanya pada Azira langsung padanya.
"Koq kamu kayak sedikit terkejut begitu Ren..??
"Engga...engga...aku cuma sedikit kaget aja kenapa kamu bisa secepat itu suka sama dia.
"Ehm...aku juga ngga tahu Ren. Sejak pertama kali aku bertemu dia di bandara aku merasa bahwa dia berbeda dengan laki-laki lain yang pernah hadir dikehidupan aku Ren....Dia begitu dingin dan misterius..Ingin rasanya aku menembus hatinya dan mengatakan bahwa aku akan ada buat dia. Apa aku salah Ren..??
"Ngga ada yang salah sih.....yaaa itu kan hak kamu, setiap orang berhak mencintai dan dicintai.
Renata berkata pelan hampir tak terdengar sementara dalam hatinya berkata "Koq bisa sih kamu suka sama Azira Ren..." Aku sayang dia dari dulu pun engga sanggup mengatakan hal itu padanya. Hehh....dia memang beda Sheil dan aku tak akan membiarkan kamu mendapatkan dia".....
"Ren....kamu koq diem sih...Apa kamu ngga suka kalau aku berhubungan sama dia...??
"Terserah kamu deh, aku capek...aku mau tidur dulu ya Sheil....
Renata berlalu begitu saja meninggalkan Sheila yang terbengong melihat tingkah laku Renata.
"Ren...Renata...tunggu dulu Ren. Sheila berusaha memanggil kembali Renata
"Ada apa lagi Sheil...?
"Kamu marah?
"Engga..aku capek...ngerti! Aku mau tidur ok
"Baiklah...maafkan aku kalu semua itu mmbuat kamu marah.
"Sudahlah jangan dipikirin...aku cuma capek
Renata langsung berlalu ke kamarnya meninggalkan Sheila yang kecewa dengan sikap Renata yang menurutnya engga bisa dimengerti. Ketika Sheila membalikan tubuhnya tuk kembali ke teras.
"Jangan terlalu dipikirkan...dia memang begitu.
"Azira.....???
Azira tak berkata lagi dan langsung menuju kamarnya sementara Sheila mengikutinya dari belakang.
"Zira....kamu mau kemana lagi..? Sheila bertanya tak mengerti ketika dilihatnya Azira memasukan baju-bajunya kedalam tas ranselnya. Namun Azira tak segera menjawab pertanyaan Sheila dan terus bergerak melakukan aktivitasnya memasukan barang-barang dan baju yang dianggapnya penting.
"Kalau Om Dias datang tolong kasih tau dia aku pergi untuk beberapa minggu
"Beberapa minggu...???? Kamu mau pergi kemana Zira..?? Apakah kamu ada masalah sama om Dias??
Azira sedikit memberhentikan aktivitasnya dan menatap Sheila dengan tajam. Sheila tak mampu menahan tatapan Azira dan menunduk.
"Apa aku tampak bermasalah dengan om Dias?
"Engga sih....tapi kenapa kamu harus pergi?
"Pergi atau gak pergi itu bukan urusan kamu Sheil....
Azira berkata ketus pada Sheila lalu dia mengangkat tasnya dan pergi meninggalkan Sheila tanpa berkata-kata lagi sementara Sheila hanya menatap kepergian Azira dengan perasaan yang tak menentu.
"Hehh.....ada apa dengan dia..?? dia sama sekali tidak memberikan perhatiannya padaku. Sheila hanya membatin dan tak mampu berbuat banyak. Tak berapa lama Azira pergi........Tiga mobil memasuki rumah Dias dan dengan gerakan yang cepat mereka memasuki rumahnya,mendobrak dan membuat semua orang kaget tak terkecuali Sheila dan yang masih berada diruang tamu dan Renata yang berada dikamarnya langsung terbangun karena keributan yang terjadi........Seorang laki-laki berbadan besar langsung menempelkan pistolya pada Sheila sementara yang lainnya memencar mencari setiap orang yang ada dirumah tersebut. tak terkecuali Renata dan semua pembantu rumah itu dikumpulkan diruangan depan. Renata diseret dengan paksa oleh salah seorang dari mereka dari kamarnya.
"Aduh...!!! siapa kalian..???Aduuuuuh..................
"Dimana Dias.....???anak manis...saya yakin kamu pasti tau dimana dia berada??
"Siapa kamu....???
"Aku.....hahahahahhahahahaha......aku....Aku Mr Chan, dia telah mengabil sesuatu yang berharga dariku dan aku ingin mengambilnya kembali..!!!
Mr Chan mendekatkan mukanya pada Renata dan dengan tatapannya yang bengis menatap Renata dan Sheila dari ujung rambut hingga ujung kakinya....
"Hmm....kalian boleh juga....saya akan membawa kalian berdua hingga Dias memberikan milik saya...mengerti kamu!!! Ikat mereka dan bawa ke mobil!! dan bakar rumah ini!!!...................
Beberapa orang anak buah Mr Chan langsung mengambil bensin dan menyalakan api.....api dengan cepat menjalar ke seluruh isi ruangan.....dua orang pembantu yang mereka ikatpun menjadi korban keganasan si jago merah, teriakan mereka tak dihiraukan oleh Mr Chan dan anak buahnya.....asap membubung ke angkasa sehingga menyebabkan kepanikan orang-orang disekitar rumah Dias. Api....api...api......mereka berteriak-teriak sambil berlari mencari air untuk memadamkan api yang kian membesar. Semuanya sudah terlambat....api terus melahap setiap rumah yang dekat dengan rumah Dias dengan cepat sementara pemadam kebakarn belum kunjung tiba. Beberapa menit kemudian pemadam kebakaran tiba. Mereka bahu membahu dengan penduduk sekitar memadamkan api yang mengganas hingga akhirnya api dapat dipadamkan setelah dua jam mereka bertarung dengan api....semuanya tak tersisa, hanya meninggalkan sisa arang yang masih memerah....tak berapa jauh dari rumah Dias yang telah rata dengan tanah.......
"Siapa yang telah melakukan ini....? Suaranya bergetar tertahan menandakan kemarahan yang luar biasa
"Maaf bos...kami tidak tahu
"Bodoh...!!! aku mau dalam satu kali duapuluh empat jam mereka telah ditemukan dan...aku mau kalian menangkap mereka dalam keadaan hidup atau mati!!
"Ba...ba..baik bos, kami laksanakan
Riiiing....riiiing...riiiing...tiba-tiba suara HP salah satu anak buah laki-laki yang ternyata Dias itu berbunyi....
"Hallo....
"Tolong sambungkan dengan bos kamu...
"Bos.....telpon..
"Ya...Hallo
"Hallo Dias...
"Dias....kamu sudah lihat apa yang akan aku perbuat bila kamu mencoba menghalangi langkahku!! Perhatikan pelan -pelan apa yang ada dihadapan kamu....
"Ohh...jadi kamu yang melakukan semuanya...!! bukankah kita sudah membuat perjanjian tidak akan saling mengganggu lagi...!
"Benar....tapi kamu telah merampas miliku yang paling berharga..!! dan itu..itu tidak bisa ditolerir...
"Chan...!! kamu jangan main-main denganku...!! aku tidak mengganggu bisnis kamu...dan apa maksud kamu mengambil milik kamu..!! aku engga mengerti apa yang kamu maksud..!!
"Baiklah....Ada orang kamu yang mengambil Layla dariku....dan sebagai gantinya...anak kamu dan keponakan kamu ada bersama aku sekarang.
"Chan....!!!bajingan kamu...jangan sampai kau sentuh mereka...!
"Ow...ow..ow..teman kita satu ini marah rupanya hahahahaha.....aku kasih kamu waktu 24 jam untuk mengembalikan Layla padaku..! kalu tidak...maka mereka akan menjadi penggantinya...mengerti kamu!!! hahahahahahahahahahaha.......
Bip...bip....bip...telepon langsung dimatikan. Wajah Dias semakin memerah menahan amarah.....
"Jodiiiii....!! kumpulkan semua anak buah kamu....kita nyatakan perang dengan Chaaaannnn!!!
Dias memanggil anak buahnya dan menyuruhnya mengumpulkan anak buahnya...ratusan orang berbaju hitam...berkacamata hitam berhamburan keluar dari mobil dan mendekati Dias. Dias mengintruksikan anak buahnya dengan suara yang menggelegar penuh kemarahan........

Sementara itu ditempat lain........................
Dingin menggelayuti setiap jengkal pedesaan dipegunungan .....lampu lampu mulai menyala laksana bintang yang bertaburan dilangit yang menyimpan berjuta misteri.....kabut menyelimuti permukaan bumi selaksa gumpalan kapas yang tebal dan siap menelan siapa saja yang dilewatinya......Angin yang kencang mendera membuat penduduk di sekitar desa enggan keluar rumah dan menikmati siaran-siaran yang ditayangkan stasiun televisi....gonggongan anjing terdengar dikejauhan.....Sesosok laki-laki berpakaian serba putih berdiri ditepi bukit dekat villanya dan memandang jauh ke hamparan kebun teh diperbukitan.......
"Hm....aku merasa ada yang tidak beres.
Laki-laki berpakaian putih itu langsung masuk ke villanya dengan tergesa-gesa
"Layla....Layla...
"Yaa......Kenapa Zira...???muka kamu ......kamu...kamu tanpak cemas,apa yang terjadi..??
"Entahlah...tapi perasaanku engga enak
Tiba-tiba handphone Azira berdering.....
"Hallo Om...
"Zira...kamu dimana sekarang??
"Dipuncak Om...kenapa??
"Renata dan Sheila diculik Chan...Apa yang sudah kamu lakukan pada Chan??
"Renata dan Sheila diculik om...????
Azira sangat sangat terkejut dengan berita yang disampaikan Dias padanya
"Ya..bahkan rumah om dibakar mereka...kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan pada Chan. Kamu harus menolong Renata dan Sheila secepatnya atau mereka akan menjadi korban mereka. Pergi sekarang ketempat Chan, anak buah om sudah menuju kesana dan tinggal menunggu perintah dari kamu...
"Baik om ....Zira segera kesana
Tanpa banyak tanya lagi Azira bergegas ke mobilnya sementara Layla hanya mengikutinya dari belakang tanpa tahu apa yang sedang terjadi.
"Zira...kamu mau kemana...?? apa yang terjadi..??
"Kamu tetap disini..jangan pergi kemana-mana?
Tiba-tiba Layla langsung memeluk Azira dari belakang
"Zira.....berjanjilah kamu akan segera kembali dan menemani aku disini...aku takut Zira
Layla berkata lirih..tanpa sepengetahuan Azira air matanya jatuh tak tertahan sementara Azira hanya diam tak berkata..tetap dingin layaknya gunung es...tak bergeming..dan kokoh.
"Aku pasti akan kembali buat kamu....aku berjanji.
Tanpa menatap kebelakang lagi Azira masuk kedalam mobilnya....menatap ke Layla melalui kaca spion mobilnya lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Azira terus memacu mobilnya bak orang kesetanan. Sambil menelpon anak buahnya agar tidak melakukan apapun sebelum dia sampai ditempat. Din....din...din...."Weiii...!! gila lo ya.!!!suara klakson mobil dan umpatan orang didapatinya....namun Azira tak peduli dan terus mempercepat kecepatan mobilnya.....tiba-tiba terdengar suara sirine mobil polisi dibelakang mobilnya dan menyuruhnya menepi namun Azira tak peduli dengan perintah polisi itu, akibatnya kejar-kejaran pun terjadi. Polisi segera mencari bantuan untuk mengejar azira melalui HT nya....Tembakan peringatanpun dilakukan polisi namun tetap tak dihiraukan Azira. Dor....dor....dor....polisi akhirnya menembaki mobil Azira. beberapa bagian mobil Azira bolong tertembak polisi.....tiba-tiba terdengar beberapa suara sirine lain dibelakan mobil Azira. Enam mobil polisi telah berada dibelakan mobil Azira dan terus menembaki mobilya....dorr......sebuah tembakan polisi berhasil mengenai ban mobil Azira dan mengakibatkan keseimbangan mobil itu menjadi goyah...api memercik akibat gesekan velg ban dengan jalan aspal. Azira tak bisa lagi mengendalikan laju mobilnya. Dia berusaha membelokan mobilnya ke arah kiri jalan, namun naas mobilnya malah melaju ke arah jalan yang menurun diantara bukit dan terus melaju menabrak pepohonan...Azira berusaha membuka pintu mobilnya dan meloncat dengan cepat sebelum akhirnya mobil itu terjatuh ke jurang dan meledak. Azira tak berhenti disitu...dengan cepat dia berlari..berlari...dan terus berlari...darah telah mengalir di sebagian tubuhnya akibat luka goresan pohon ataupun bebatuan...polisi tak terdengar mengejarnya, mungkin mereka menganggap dirinya telah tewas...lelah tak lagi diasakan oleh Azira....dirinya terus berlari menembus bukit....hutan kecil....sungai...hingga akhirnya dia menemukan sebuah jalan kecil. Azira berhenti sejenak disana melihat arah mana yang harus ditempuhnya...dilihatnya seekor kuda yang sedang ditambatkan oleh pemiliknya,,,sejenak Azira berfikir lalu dengan cepat dia menghampiri kuda yang sedang ditambatkan itu, melepaskannya, dan menungganginya dengan cepat menuju rumah Mr Chan.......Kuda itu nampak mengerti dengan perasaan Azira saat itu dan berlari dengan sangat cepat bagaikan angin...terus berlari dan berlari.

Sementara itu di kediaman Mr Chan...
Rumah Mr Chan sangat begitu sepi, namun beberapa orang tampak berjaga-jaga dengan persenjataan lengkap. Beberapa dari mereka memegang senjata otomatis dan samurai...di depan pintu gerbang dua orang berjaga jaga dengan angkuhnya mondar-mandir sambil merokok dan sesekali berbicara dengan teman-temanya melalui HT nya.
Didalam salah satu kamar Mr Chan....Renata dan Sheila sangat begitu ketakutan
"Ren....kenapa paman belum datang juga....aku takut Ren....
"Sheil...kamu jangan bikin aku takut juga...kita berdoa saja sama Tuhan semoga semuanya menjadi lebih baik dan kita selamat..
"Ta..ta..tapi Ren....
Tiba-tiba pintu kamar terbuka...Mr Chan masuk ke kamar itu dan dua orang anak buahnya mengawalnya dari belakang...
"Hehehehe.....kenapa takut hah?!! Kamu tahu...aku merasa tidak rugi kehilangan Layla....karena apa..?? Karena aku punya kalian!! hahahahaha....Kalau sampai jam 12 nanti ayah kamu belum datang....aku akan menikmati tubuh kamu berdua dan setelah itu akan aku berikan kepada semua anak buahku untuk mencicipi tubuh kalian yang segar itu hahahahaha...
Mata Mr Chan memandangi Renata dan Sheila dengan tatapan yang seakan-akan ingin memakan mereka berdua. Renata dan Sheila berpelukan ketakutan dan berdoa berharap penantian mereka akan nasib yang lebih baik datang dengan cepat.
Tiba-tiba tangan Mr Chan memegang tangan Sheila dan menariknya dengan kasar..
"Aduh....
"Hm.....kamu cantiiik sekali...ku harap kamu mau bekerja sama denganku nanti malam hahaha
Dengan sedikit genit Mr Chan memegang dagu Sheila dan bibirnya...keduanya begitu dekat..Sheila hanya bisa menatap Mr Chan dengan pandangan jijik dan ketakutan...
"Jangan om....Sheila gak mau huhuhu....Sheila menangis namun Mr Chan nampak suka dengan pemandangan yang ada didepannya dan membuat dirinya semakin bernafsu. Diliriknya paha Sheila yang sedikit terbuka karena roknya yang pendek, dengan gemas Mr Chan memegangnya namun Sheila memukul tangan Mr Chan..
Plakkk.....
"Ow..ow ...ow...mulai ganas rupanya kamu ya...hm engga apa-apa..aku suka itu
"Tolong...jangan sakiti saya om....Sheila terus menangis dan ketakutan sementara Renata tak bisa berbuat banyak disitu dan hanya memandangi apa yang diperbuat Mr Chan pada Sheila...
"Hey..kamu berdua!! Mr Chan memanggil kedua anak buahnya.
"Ya siap boss...
"Bawa mereka ke ruang atas...ikat kedua tangan mereka dengan kedua tangan ke atas dan siram mereka dengan air.....hahahaha ituakan membuat aku semakin bernafsu dengan mereka hahahahh
" Siap boss......
Dengan kasar mereka menyeret Renata dan Sheila ke ruangan yang Mr Chan katakan tadi, mengikat tangan mereka keatas dan menyirami mereka dengan air. Sheila dan Renata dibuat tak berdaya dan hanya berserah pada nasibnya...baju mereka yang tipis membuat lekuk tubuh mereka tanpak jelas dan membuat Mr Chan dan anak buahnya semakin bernafsu.
"Woooww...wonderful...wonderful....kalian memang pantas menjadi makan malam kita hahahahahah....aku ngga nyangka Dias mempunyai makhluk-makhluk cantik seperti kalian..
Mr Chan tertawa senang melihat kedua wanita yang sudah tidak berdaya itu..dipeluknya Renata dan Sheila dan menciumi bau tubuh mereka..
"Hmm....tubuh kalian sangat harum....harum perawan yang sangat menggoda hahahahah
"Heh...bajingan kamu!!! jangan sentuh akuuu!!! atau aku bunuh kamu!!
Renata membentak Mr Chan.....ketakutannya telah melampaui batas sehingga semuanya hilang dan berubah menjadi sebuah keberanian demi harga diri.
"Hahaha..bunuh aku...hahahaha....untuk menyelamatkan diri kamu saja ngga bisa...mau bunuh aku hahahaha. Dengar...kalian dengar semuanya hahahahah
Mr Chan dan anak buahnya hanya tertawa terbahak mentertawai ulah Renata yang membentak Mr Chan dan berkata ingin membunuhnya.
"Jam berapa sekarang ?? Mr Chan bertanya pada anak buahnya
"Jam 11: 45 boss...
"Oh....malam ini pasti menjadi malam yang menyenangkan bukan?
"Benar boss...Boss tidak rugi mendapatkan mereka
"Tentu saja hahahah...aku mengerti apa yang harus aku perbuat hahahah
Mr Chan kembali mendekati Renata dan Sheila, namun dia nampaknya lebih suka mendekati Sheila yang begitu terlihat tak berdaya dan menantang tuk dijamah....Mr Chan dengan pelan dan penuh nafsu menggerayangi tubuh Sheila...menyentuh bagian-bagian sensitifnya dan mencium bibirnya dengan sangat bernafsu...
"Om...jangan om.....jangan....jangan apa-apa in Sheila Om..huhuhu
Sheila menangis tak berdaya ketika Mr Chan menggerayangi tubuhnya dan merobek dengan paksa pakaiannya sehingga terlihatlah sebagian tubuhnya yang selama ini dijaganya...putih mulus tanpa ada cacat sedikitpun, dan itu membuat nafsu Mr Chan semakin menggelora
"Oh...kamu cantik sekali sayang...oh...Mr Chan suka kamu....
Malam kian larut....bintang tak bersinar di malam ini..mereka seakan takut untuk menampakan sinarnya dan enggan melihat apa yang akan terjadi di rumah Mr Chan..Angin kencang bertiup membuat pepohonan disekitarnya bergoyang laksana tarian raksasa yang akan menjatuhkan dirinya ke bumi.....petir dan kilat saling bersahutan dan berkejaran menambah suasana semakin mencekam...hujan mulai turun...dingin mulai menggigit membuat orang enggan keluar....diluar kediaman Mr Chan beberapa bayangan hitam mendekati perlahan....sesekali cahaya kilat membuat kilau pedang samurai yang mereka bawa menebarkan cahaya kematian.......................(bersambung ke episode 3)

Selasa, 10 Maret 2009

The SAVIOR

Hari masih pagi...ketika suara camar terdengar di kejauhan, mentari tersenyum menghadapi dunia yang enggan beranjak dari kemusnahan. Dipantai ini pun seperti itu.....semuanya hancur tak tersisa. Seorang anak laki-laki berteriak teriak kesetanan sambil berlari tak menentu. kakinya mulai lelah dan membawa dirinya jatuh diantara pasir dan batu karang yang tajam....sakit dan perih tiada terkira.....namun tatap matanya yang tajam tak mampu membuat batu karang melukai kaki dan jiwanya. Matanya menatap jauh ke laut. Puing-puing reruntuhan rumah dan perahu yang rusak tak pernah dihiraukanya lagi. Dari matanya keluar setetes kepedihan yang mendalam yang tak sanggup lagi ditahannnya. "Kakak.........aku takut sendiri. Kakak.....kakak dimana??Jangan tinggalkan aku dalam kesendirian kak....aku takut. Ya...semenjak Tsunami menerjang Pangandaran semunaya telah merubah nasibnya....kakaknya hilang tak diketahui rimbanya. Hanya kepadanya lah dia bergantung. Deru ombak masih menunjukan keganasannnya, tapi dia tak peduli dengan semuanya, hanya satu yang dia cari....Kakaknya yang hilang.
Dengan sisa-sisa kekuatanya anak kecil itu berusaha bangkit kembali mencari kakaknya. Dari kejauhan seseorang laki-laki perlente memakai pakaian serba hitam dan berkacamata hitam terus memperhatikan anak itu. tampak beberapa orang yang juga berpakaian serba hitam mengawalnya....sebelum anak itu pergi menjauh, si lelaki perlente mencoba mengejarnya...." Tunggu......!! belum sempat sang anak melangkahkan kakinya si lelaki memanggilnya dan membuat langkahnya terhenti dan menoleh padanya tanpa berkata dan hanya menatapnya tajam......."Tunggu....bisa om bicara sebentar dengan kamu?
"Tidak...anak itu hanya berkata sepatah kata dengan lirihnya.
"Om tidak akan berbuat jahat padamu.....siapa namamu..?
sang anak tetap diam dengan tatapannnya yang tajam menusuk laki-laki itu
"Ayolah....biar om bisa memanggilmu lebih......
"Azira....namaku Azira. Tiba-tiba anak itu meberitahukan namanya sambil berlalu dari laki-laki itu. Laki-laki itu hanya terbengong dn berusaha mengejarnya kembali.
" Hei....!! tunggu dulu.....kamu mau kemana?
" Ke arah angin dimana aku bisa menemukan kakak ku...
" Jadi kamu sedang mencari kakak kamu?
"Hm...
"Bagaimana kalau Om bantu kamu..?
Langkah Azira terhenti dan kembali menatap orang asing yang baru saja dikenalnya itu. Tiba-tiba,
Azira memeluk laki-laki itusambil menangis tak tertahan. Senja mulai menyelimuti pantai Pangandaran.....gemuruh ombak seakan berteriak memanggil malam. Dengan lembutnya laki-laki itu memeluk Azira yang diliputi rasa kecemasannnya.
"Om......benarkah om mau membantu Azira mencari kakak?
" Hm tentu saja.......asal Zira mau menuruti apa yang om katakan. Bagaimana kalau sekarang kita makan dulu dan nanti sambil makan kita cari tahu bagaimana cara mencari kakak kamu ok"
" Baiklah om Zira mau...
" Nah gitu dong...
Akhirnya Azira pergi meninggalkan pantai bersama laki-laki yang baru dikenalnya itu
Lemabayung pantai telah menyelimuti samudra...Azira melangkah dan menengok ke arah samudra yang luas mengharapkan cahaya kan membawanya pada orang yang sangat dikasihinya. Disanakah dia berada...? atau permainan nasib yang diberikan Tuhan kah yang akan kembali mempertemukanya? Setibanya di sebuah restaurant laki-laki itu langsung memesan makanan dan memberikannya pada Azira. Suasana restaurant sangat ramai....sepasang muda mudi tampak bercanda di pojok restaurant sambil menunggu pesananya. Pengawal laki-laki itu tanpak berjaga-jaga di depan restaurant.....seorang anak perempuan mencoba mengamen di depan restaurant walau pada akhirnya diusir juga oleh sang pemilik restaurant. Beberapa laki-laki tinggi besar tanpak pula sedang menikmati santapannya.
"Sekarang kamu makan yang banyak ya.....
tanpa basa basi Azira langsung melahap makanan yang telah disediakan olehnya.....
" Zira....kamu bisa panggil om, om Dias...itu nama om. Ngomong-ngomong siapa nama kakak kamu..?
" Aurora.....nama kakak Zira Aurora om....
Azira menjawab sambil meneruskan makannya
" Aurora.....hm nama yang bagus. Apa kamu punya foto kakak kamu...?
Azira mendadak berhenti dari makannya dan terdiam.....
"Zira tidak punya foto kakak Om...
" Hm....cukup sulit jika hanya mengandalkan kam tanpa foto kakak kamu....tapi om kan berusaha ke beberapa media massa untuk menyiarkan berita hilangnya kakak kamu..bagaimana....?
" Terserah om saja....yang penting kakak Zira bisa ditemukan...
Braaaaakkkkkkk belum sempat Azira melanjutkan pembicaraanya tiba-tiba terdengar suara meja dibanting.
" Hei kamu.........!!! Kamu Dias kan!!!??
seseorang yang tinggi besar dengan kumis nya yang tebak menunjuk Dias, namun Dias hanya diam tak menghiraukan. Tak ada ekspresi ketakutan yang ditunjukan olehnya
"Kalau iya kenapa....?
"Baguuus....bunuh dia!!
enam orang laki-laki yang bersama pria berkumis itu serentak mengeluarkan senjatanya masing-masing dan menyerang Dias, namun anak buah Dias yang sedari tadi mengikutinyapun tak tinggal diam mereka berusaha membantu Dias dan perkelahianpun terjadi dengan dasyatnya di restaurant tersebut. Pemilik restauran hanya bisa berteriak teriak dan keluar restaurantnya sambil meminta pertolongan orang disekitarnya, namun tak seorangpun yang ingin membantunya. Ada hal aneh yang ditunjukan Azira pada Dias....Azira tetap tenang dan makan tanpa menghiraukan perkelahian itu....Dias sempat meliriknya ketika tiba-tiba pria berkumis itu menyerangnya dengan pisaunya yang mirip pisau belati yang digunakan untuk berperang atau pisau komando. Pisau tersebut hampir merobek perutnya namun Dias mampu berkelit dan menyerang balik. Dua pukulan tangan kosongnya bersarang telak di dagu dan dada pria berkumis itu dan membuatnya terpental beberapa langkah kebelakang. Dias pun mendekati Azira dan menyuruhnya menghindari perkelahian tersebut.
"Zira....sebaiknya kamu menghindar dulu dari sini...
Zira tetap diam dan meneruskan makannya. Dias tidak tahu ketika tiba-tiba pria berkumis itu bangkit dan melemparkan pisaunya ke arahnya. Hal itu terlihat oleh Azira dan dengan cepat Azira mendorong Dias kesamping dan menangkap pisau itu dan melemparnya kembali ke arah pria berkumis tersebut dan mengenai pahanya. Dias terkejut bukan kepalang menyaksikan kejadian itu.....pria berkumispun kaget tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Seorang anak kecil mampu menangkap pisau yang dilemparnya dan balik melempar pisau tersebut kearahnya dan mampu membuat pahanya terluka. Dengan tenang Azira mendekati Dias dan mencoba menolongnya
" Om baik-baik saja?
"Iya....iya om gakkenapa -kenapa koq....
tiba-tiba Azira mendekati pria berkumis dan berteriak lantang
"Hentikan semua iniiiiii!!!!!!
Akibat teriakannya yang keras membuat semua orang yang berkelahi berhenti dan menatapnya. Azira mengambil sebuah batu dan .....
Dengan tatapan dingin serta kemarahannnya batu itu tiba-tiba dilemparnya menuju pria berkumis tersebut dan nyaris mengenai dahinya namun membuat tembok restaurant yang terkena lemparannya hancur dan bolong..........pria berkumis hanya bengong dan tidak percaya dengan kekuatan yang baru saja ditunjukan oleh Azira. Dengan perlahan lelaki itu bangkit dan mengajak teman-temannya berlalu dengan tergesa-gesa. Diaz tersenyum dengan kekaguman yang tak dapat disembunyikannya.
"Kamu hebat Zira....Om tidak percaya kamu dapat melakukan hal itu.Darimana kamu mempelajari hal itu?
"Entahlah....Zira mempunyai kekuatan seperti itu semenjak Zira masih kecil....ayah yang memberitahi Zira jika Zira mempunyai seuatu yang diluar kemampuan orang lain.
"Ayah....?? Sekarang Ayah kamu dimana?
"Ayah...ayah sudah kembali....
"Maksud kamu meninggal? Dias memotong pembicaraan Azira
"Bukan Om....Ayah pergi kembali ke Jepang dan sampai sekarang Zira tak tahu dimana?
"Jadi....ayah kamu orang Jepang..?lalu ibu kamu dimana..?
"Ayah pergi setelah ibu meninggal dibunuh orang Om.....Ayah ngga bisa menerima kematian ibu,....
" Maaf.....maafin om Zira
" Gak apa-apa om.....Zira sudah kuat dan biasa dengan hal itu
Dias tampak terpesona dengan kekuatan dan ketabahan Azira. Senyuman Dias memancar seakan menemukan sesuatu yang sangat basar dan tak dapat diukur dengan kata-kata. Malam telah menyelimuti hari....burung camar telah berlalu dan kembali keperaduannya berganti dengan burung malam yang berteriak seakan mengancam kehidupan lain yang ada sekitarnya. Lampu-lampu obor rumah nelayan menyala bak mata mata malaikat yang akan mengambil kehidupan orang-orang , suara jangkrik terdengar diseantero jalan dan kebun berbaur dengan gemuruh air laut dan para nelayan yang hendak mencari ikan di tengah samudra sana yang menjanjikan seribu harapan....harapan untuk hari esok yang lebih baik.

12 tahun kemudian.........

Keramaian ibukota memang membuat orang lelah. kemacetan....krminalitas......bisnis........dan kehidupan yang lainnya membaur menjadi satu dan menyebabkan orang-orang menjadi stress apabila tidak sanggup menghadapinya. Kemonotonan merupakan salah satu penyakit yang dihadapi oleh sebagian besar penduduk yang ada di ibukota, sebagian dari mereka sadar itu dan berusaha mengubah kemonotonan dengan kehidupan yang lebih berwarna. Orang berlalu lalang di mana-mana....mobil-mobil berteriak karena kemacetan yang panjang...para pencopet dengan mata liarnya mencari mangsa....kondektur kopaja dan metromini berteriak mencari penumpang....asap kendaraan tak kenal lelah menyemburkan racunnya pada dunia. Namun tampaknya hal itu tidak dihiraukan oleh seorang laki-laki bertubuh kekar dan tinggi dengan kulitnya yang coklat kehitaman diterjang sinar matahari, matanya tajam menatap lalu lalang orang yang datang dan pergi, dan ditangannya menggeggam sebuah kamera foto canon EOS 40D 10.1 megapixels. Sesekali diarahkannya kamera tersebut ke target yang dianggapnya menarik, sesekali bibirnya menyebarkan senyum ketika melihat sesuatu yang dianggapnya lucu atau karena cewek-cewek yang mencoba menggodannya karena ketampanannya...namun tetap saja senyuman itu menyebarkan sesuatu yang dingin yang tak mampu orang menebaknya.
"Tolong....tolong.....
Tiba tiba terdengar suara wanita minta tolong......pria tampan dengan tatapan matanya yang tajam itu hanya melirik pada wanita yang sedang minta tolong tersebut...namun dari tatapannya itu dia sudah mengetahui apa yang sedang terjadi...wanita tersebut sedang dijambret oleh dua orang laki-laki yang mengendarai motornya dan mengarah padanya. Dengan cepat dia mengarahkan kamera itu pada pengendara yang sedang mengarah padanya. Penjambret yang mengetahui hal itu langsung berhenti di depan sang pemuda dan mengancamnya
" Woiii! mau mati lo ya!!
Dari balik baju hitamnya sang penjambret mengeluarkan pistolnya. namun belum sempat dia mengarahkan pistolnya pada pemuda itu secepat itu pula sebuah tendangan mengarah padanya dan tepat mengenai dadanya dan membuat penjambret tersebut terjatuh dari motornya. Melihat temannya terjatuh,penjambret yang satu lagi tak tinggal diam dan mengeluarkan sebuah pisau dan langsung menyerang pemuda tersebut. serangan si penjambret hanya sebuah serangan angin lalu yang mudah sekali di hindari oleh pemuda itu dan dia berhasil menghindarinya sambil menyarangkan bogemnya ke muka penjambret itu. Alhasil penjambret tersebut jatuh ersama temannya......melihat kejadian tersebut, orang-orang disekitar tempat kejadian mengeroyok kedua penjambret itu hingga babak belur
"Terimakasih telah menolong saya. wanita yang telah ditolong sang pemuda tiba-tiba telah disampingnya dan menguapkan terima kasihnya. Sang pemuda tetap diam, mengambil tas wanita itu, memberikanya dan pergi tanpa berkata kata sehingga membuat wanita tersebut berkerut tak mengerti.
"orang yang aneh.......
Wanita itu hanya mengguman dan memperhatikan pemuda tersebut masuk ke dalam mobilnya dan berlalu.
Sementara itu di mobil yang dikendarai pemuda itu.
tiba-tiba terdengar dering HP yang ada di sebelah tempat duduk pemuda itu, sang pemuda melirik dan mengambil HP tersebut.
"Ya Om.........................
"Zira kamu dimana.....?
"Di jalan om mau pulang..kenapa om?
"Bisa jemput keponakan om dulu ga?
" Keponakan......?? keponakan om yang mana?
"Sheila...itu namanya...dia tinggal di Bali dan katanya mau main kesini. kamu jemput dia di bandara Soekarno hatta ya..
"Oh...ok om aku langsung kesana.
Pemuda yang ternyata Azira terseut langsung mengarahkan mobilnya menuju bandara. Azira tetap seperti dulu ketika dia masih kecil...tenang namun dingin. Setibanya di bandara Azira langsung memarkir mobilnya dan menuju kedatangan domestik. dan menunggunya sambil menulis nama Sheila pada papan kecil. hampir satu jam Azira menunggu, pesawat ternyata delayed namun Azira tetap tenang menunggu.
"Hi.....
Tiba-tiba ada seorang wanita yang menegurnya, wanita yang sangat cantik,tinggi,berkulit putih bersih,hidung mancung dengan matanya yang teduh membuat Azira sedikit kaget dan menoleh padanya
"Kamu Sheila...??
"Ya..kamu pasti Zira kan? Om tadi memberitahu aku sebelum take off kalau kamu yang akan menjemput aku
"Ehm....aku bawa koper kamu ya
"Oh ya terimakasih...
Tanpa banyak berbicara lagi Azira membawa koper Sheila. Sepanjang perjalanan Azira hanya diam tak banyak berbicara. Hal itu membuat Sheila penasaran karena selama ini dia berfikir kalau setiap pria yang melihatnya akan berusaha mendekatinya dan bertanya macam-macam tentangnya sedangkan Azira sebaliknya....dingin dengan tatapannya yang menusuk.
"Ehm.....dimana kamu kenal om Dias...? Sheila berusaha memecahkan kebekuan
"Sudah lama sekali.....di pangandaran. Azira menjawab seadanya
"Oh...Pangandaran ya?? dimana itu?
"Ciamis Jawa barat...
"Oh ya...aku baru tau itu.....lain kali ajak aku kesana ya?
" Hm....
Sheila melirik Azira yang sedang menyetir mobilya.Dia....dia...sangat dingin,ada apa dengannya? Sheila hanya berkata-kata sendiri dalam hatinya.
Setibanya dikediaman Dias, Azira langsung mengantar Sheila menemui om nya namun Azira tidak bergabung dengan mereka untuk sekedar bercakap-cakap. Azira lansung menuju kamarnya dan asik dengan foto-foto dan kesendiriannya.
" Bagaimana perjalanan kamu Sheila? Dias bertanya pada keponakannya yang cantik dengan senyum senang.
" Ya....biasa aja om, ga terlalu cape, soalnya kan cuma satu jam saja naik pesawatnya.
" Lalu kabar mama dan papa kamu gimana?
"Mereka baik-baik aja om...kata mama om harus main ke Bali lain kali
"Ya..ya..ya mungkin nanti kalau om dah tidak terlalu sibuk.... om akan pergi ke sana dengan Azira. Sekalian liburan, dah lama juga om ngga liburan. Kamu masih kuliah Sheil?
"Ya om....semester terakhir. Hm...om..Azira sedang apa ya?? sejak tadi dia jemput Sheila, dia jarang sekali ngobrol,apa dia memang pendiam om?
"Hm...sebenarnya tidak juga, waktu om menemukan dia dulu dia memang seperti itu. Dia masih mencari kakak nya yang hilang ketika tsunami terjadi. karakternya memang unik dan tidak bisa ditebak. Om sudah menganggap dia seperti anak om sendiri. Kamu tau kan kalau om cuma punya anak perempuan satu-satunya.
"Oh iya...kak Renata dimana om..? dari tadi Sheila belum liat dia.
"Dia masih kuliah...sebentar lagi juga pulang. Dia tadi titip pesan sama om kalau kamu tiba agar menelpon dia secepatnya, dan om sudah menelponya barusan.
Dias menjawab ucapan Sheila namun nampaknya Sheila tidak memperhatikan ucapan Om nya dan matanya terus melirik kearah kamar Azira.
"Dia lagi ngapain ya...Huuh....dia dingin banget sih,lho kok aku jadi mikirin dia ya" Sheila berkata kata dalam hatinya
"Sheil....Sheila....kamu denger kata om ngga sih?
"Eh...anu...iya om Sheila denger kok. Sheila tak bisa menyembunyikan keterkejutannya ketika Dias menegurnya
"Ya sudah....kamu istirahat aja, kamu bisa pakai kamar tamu di atas ya...bi...bibi tolong antar Non Sheila ke kamar diatas ya bi. Dias memanggil pembantunya.
"Iya tuan..si pembantu menyahut.......mari non saya bawakan kopernya.
" Eh iya bi terima kasih
Malam telah menampakan selimut hitamnya....bintang-bintang tanpak sedang bermain main dengan bulan....semuanya menampakan keceriaan dan sekaligus kegundahan. Namun semua itu hanya nampak sesaaat ketika awan tebal dan hitam menutupi semuanya dan mewujudkan malam dengan gelapnya. Hujan mulai turun.....lampu jalanan tanpak bias diantara derasnya hujan....bunga melati yang sedang mekar tanpak bergoyang terkena guyuran hujan. Sesekali kilat menyambar dan memunculkan warna dan bayangan malam beserta penghuni bumi. Malam ini begitu sepi,di jendela kamar, Azira tanpak duduk dengan tenangnya memandang hujan.....bunga yang bergoyang......bayangan pepohonan diantara lampu jalan yang temaram. Matanya seakan tak berkedip menyaksikan semua yang ada dihadapanya. Dingin mulai menjalari sekujur tubuhnya. Tiba-tiba tanpak sesosok bayangan terseok seok di bawah remangnya lampu jalan.
Bayangan itu lalu terjatuh dantara remangnya lampu jalan......dia berusaha kembali bangkit, namun tenaganya tak mampu menopang berat badannya dan kembali terjatuh. Azira terus memandangi bayangan itu tanpa berkedip, belum ada reaksi yang ditunjukannya pada orang itu
Hujan terus mengguyur bumi,orang tersebut tanpak tak bergerak.Sesekali kilat menunjukan kengeriannya. Azira terus memandangi orang itu, tiba-tiba hatinya berkata lain dan dengan cepat dia melompati jendela rumah da berlari menuju orang itu. setibannya disana Azira sedikit terkejut karena orang itu ternyata seorang wanita dengan pakaian yang sobek disana sini dan agak sedikit terbuka karenanya. Dihidungnya tanpak mengeluarkan darah dan mukanya lebam. Namun wanita itu tetap terlihat cantik walaupun keadannnya sangat menyedihkan. Dengan cepat Azira mengangkat wanita itu dan membawanya ke kamarnya melalui jendela yang tadi dilompatinya. Direbahkannya wanita itu pada tempat tidurnya dan mengelap tubuhnya dengan handuk dengan perlahan....
"Hm...dia hanya pingsan karena kelelahan yang sangat luar biasa. Azira mengguman dalam hatinya...."tiba-tiba wanita itu menggenggam tangannya.
"Terimaksih telah menyelamatkan aku...
Azira sedikit terkejut...
"Oh...hmm jangan banyak bicara dulu,lebih baik kamu bersihkan dulu diri kamu di kamar mandi dan berganti pakaian agar kamu nyaman dan tidak basah. Aku akan mengganti sprei yang basah karena kamu tadi.
"Maafkan aku sudah merepotkan kamu....
"Gak apa apa...minum ini dulu biar hangat lalu ke kamar mandi.....apa kamu kuat ke kamar mandi sendiri?
"Ya...aku kira aku kuat
Azira hanya memandangi wanita itu ketika dia berlalu ke kamar mandi...dibersihkannya dan digantinya sprei yang tadi basah dengan yang baru .Rumah itu sudah sangat sepi.....semuanya sudah tertidur dan bermimpi sehingga kejadian yang terjadi di kamar Azira tak ada satupun yang mengetahuinya. Wanita itu selesai mandinya ketika Azira mencari baju yang kira-kira cocok dengannya
"Kamu pakai baju aku dulu......aku keluar sebentar, kalau kamu dah selesai..ketuk pintu dan aku akan kembali masuk
"Hm...wanita itu hanya mengguman mengiyakan.Tak berapa lamu terdengar ketukan dan Azira masuk kekamarnya
"Apa kamu sudah mulai baikan...?
"Ya...terima kasih. Wanita itu kembali mengucapkan terima kasihnya pada Azira
"Jangan sungkan....sekarang kamu istirahat dan tidur.Aku tidak ingin orang rumah tahu bahwa ada kamu disini...hm aku belum tahu nama kamu?
"Layla...itu namaku dan kamu??
"Zira....
"Zira...?? Wanita itu tanpak mengerutkan keningnya
"Ya...kenapa?
"Oh engga....nama yang bagus
"Thanks...nah sekarang kamu tidur diatas dan aku dibawah.....
"Lho,,,biarkan aku dibawah saja. Layla mengelak tak enak ketika Azira menawarkannya tidur diatas tempat tidurnya sementara dia dibawah
"Ga apa-apa....aku punya kasur kecil koq,sekarang kamu tidur. malam.......
Azira mengucapkan selamat malam pada Layla...matanya berusaha dipejamkan....namun usahanya sia-sia, malam itu membuatnya tidak bisa tidur seperti biasanya. Dipandanginya Layla yang telah tertidur dengan nyenyaknya. Gurat-gurat kepedihan sangat nampak di wajahnya yang cantik.
"Ada apa dengannya...? mengapa dia tanpak tertekan sekali..? Azira bertanya-tanya dalam hati. Hingga keesokan pagi Azira tak dapat tidur. Cepat-cepat Azira menyelinap ke dapur dan membuatkan secangkir susu hangat dan beberapa roti tawar untuk Layla yang belum juga terbangun dari tidurnya. Azira kembali masuk kamar dan dilihatnya Layla tak ada lagi ditempat tidurnya. Azira melirik ke kamar mandi dan terdengar suara air disana.
"Rupanya dia sedang mandi....Azira mengguman sendiri
Tak berapa lama terdengar suara kamar mandi terbuka dan Layla langsung menyapa Azira
"Pagi Zira....sepertinya aku akan langsung pergi pagi ini sebelum orang rumah terbangun dan mengetahui aku disini.
"Lho....kamu istirahat dulu disini, ini sudah aku buatkan sarapan.
"Aku ga mau merepotkan kamu....kamu sudah terlalu baik dan mau menolongku walaupun kamu ga kenal siapa aku.
"Itu sudah kewajibanku. Azira menjawab singkat
tok....tok...tok.....tiba-tiba suara pintu diketuk.
"Tuan....tuan....dipanggil Tuan Dias
"Ada apa bi...? Zira berteriak menjawab sambil menempelkan telunjuknya pada bibir agar Layla tak berbicara
"Entahlah...bibi engga tau....katanya secepatnya
"Baiklah bi...sebentar ya....
Azira lalu memandang pada Layla dan menyuruhnya memakan sarapan yang tadi dibuatnya dan segera menemui Dias
"Ada apa pagi-pagi begini om
"Engga....ehm om cuma mau ajak kamu ke suatu tempat...kamu mau?
"Kemana om...? Azira menggerenyitkan alisnya tanpak penasaran.
"Nanti juga kamu tau...cepat kamu mandi dan berkemas.
"Ya sudah...tunggu sebentar ya om. Azira kembali berlalu dari Dias dan menuju kamarnya. Setibanya dikamar....didapatinya....
Layla tak ada lagi dikamarnya.......
Didapatinya selembar kertas di atas dimana dia tadi menaruh makanan buat Layla.

Buat Zira

Terima kasih telah menolongku semalam. Aku ngga mau merepotkan kamu,kehidupan telah merenggutku.....kehilangan bukan yang satu-satunya terjadi dalam hidupku....tapi aku kuat menjalaninya sendiri...aku sudah terbiasa dengan semuanya.
Zira....seandainya semua orang baik seperti kamu, aku yakin dunia ini penuh dengan ketenangan dan tak ada lagi rasa sakit yang ditimbulkan oleh orang-orang yang tidak perduli dengan hidup orang lain.

Dari Layla

Azira menatap dingin ke luar jendela....angin kencang mendera wajahnya.....jendela itu telah terbuka dan dia yakin Layla pergi melalui jalan yang sama ketika dia membawanya melalui kamar itu.
"Hm....dasar keras kepala...
Azira mengumpat dalam hati menyesali kepergian Layla yang menurutnya dia sangat membutuhkan pertolongannya. Dari kamar depan terdengar Dias kembali memanggil Azira..
"Zira.....kamu sudah siap..?
"Iya om tunggu sebentar. Azira berteriak dari kamarnya. Tak berapa lama Azira keluar dari kamarnya dan pergi bersama Dias menuju suatu tempat yang benar2 asing menurutnya. Karena Dias baru kali ini mengajaknya kesana. Sepanjang perjalanan tak banyak percakapan yang mereka buat.Azira asik bermain dengan pikiranya...tentang gadis itu....Layla. Hatinya selalu terbesit tanya"Siapa dia...? dan mengapa..?
Sesampainya di suatu tempat yang luas...berupa gudang yang menurutnya sudah lama tak terpakai namun tetap bersih....dua orang lelaki berpakaian serba hitam membukakan pintu gerbang untuk mereka. Ketika memasuki gudang itu tanpak puluhan orang berbaju hitam disana.Tampang bodyguard-bodyguard sewaan yang selalu menemani Dias kemanapun dia pergi.
"Siapa mereka om?? Azira bertanya pada Dias
"Mereka orang sewaan om....untuk melindungi om
Dias tak sempat menerangkan lebih lanjut pada Azira dan langsung turun dari mobilnya sementara Azira mengikutinya dari belakang. Ketika Dias mendekati orang2 itu mereka langsung menunduk memberi hormat padanya dan berkumpul mendekat.
"Semuanya dengar.....!! Saya akan memperkenalkan pada kalian seorang yang akan memimpin kalian nantinya. Namanya Azira.....kalian lihat baik2, dia akan menjadi pemimpin kalian yang tangguh dan akan meneruskan bisnis saya...mengerti semuanya!!!!
"Mengerti......!!! orang2 itu langsung menyahut, sementara Azira hanya bengong tidak mengerti apa yang di maksud Dias..
"Om....saya ngga ngerti dengan apa yang om bicarakan tadi..?
"Bagian mana yang menurut kamu tidak mengerti?
"Semuanya om.....om tidak membicarakannya pada saya terlebih dahulu
"Azira....kamu tau om tidak punya anak laki-laki, kamu harapan om satu-satunya untuk meneruskan bisnis om
"Om....?
"Kamu ngga usah bingung.....mereka akan membantu kamu apapun yang kamu perlukan. Permainan bisnis sangat kejam Zira, siapa yang kuat dia yang menang. Om sudah membangun bisnis ini bertahun-tahun dan om tidak mau semuanya jadi sia-sia. Om butuh kamu Zira, karena kamu sangat tangguh dan om yakin kamu bisa menjalankan semuanya.
Azira tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia bisa melihat kesungguhan Dias mempercayakan bisnisnya pada dirinya. Semuanya diluar dugaannya, namun mau tak mau dia harus memberikan yang terbaik bagi orang yang selama ini dianggap sebagai ayah kandungnya itu karena telah mengasuhnya sejak kecil. Panasnya siang kini sangat menusuk......suara mobil -mobil pabrik menderu bersahutan dengan mesin-mesin pabrik mengeluarkan suara yang memekakan telinga. Pegawai pabrik tanpak mondar-mandir di sekitar pabrik membawa barang-barang maupun menurunkanya dari mobil truk yang sangat besar. Peluh mengalir diseluruh badan pekerja itu namun sudah tak dirasakannya lagi karena hidupnya memang harus begitu dan terus berjuang memberikan yang terbaik bagi keluarganya.......................bersambung ke episode 2

Me lagi

Me lagi
Bergembira

Me and my life

Foto saya
silahkan baca di all about me