Brakkkk......gedebuk.....ahhhh.....seorang laki-laki berlari dengan cepat menghindari bebatuan....semak-semak dan pepohonan yang menghalangi jalannya .Namun tetap kakinya tersandung akar pohon yang sangat besar....ada rona ketakutan diwajahnya....pemuda kampung yang menggunakan baju hitam yang telah robek dimana...wajahnya tampan berkulit kuning....dibalik wajahnya yang ketakutan tak dapat disembunyikan pula rasa sakit yang telah menjalari badan dan kakinya....
"tolong....tolong.....
dengan sekuat tenaga pemuda tampan itu berteriak kencang dan terus berlari tak menentu...tampak dibelakang pemuda itu seekor srigala berwarna putih mengejarnya....tak ada senjata yang dia pegang....arah larinya terus masuk kedalam hutan yan semakin gelap.
dan....dug....sekali lagi kakinya tersandung akar dan membuatnya terjatuh terpelanting..akhhhh
pemuda itu tak bisa lagi berharap banyak ketika srigala itu semakin dekat padanya dan berdiri satu meter didepannya......pemuda itu merangkak pelan mencoba untuk kembali bangkit....darah telah keluar dari kaki dan badannya yang terkena pohon dan duri yang ada di dalam hutan....srigala itu terus memperhatikan sang pemuda namun anehnya srigala itu tak menyerang langsung si pemuda dan hanya memperhatikan orang yang ada didepannya itu....tak ada tanda-tanda menyerang...tiba-tiba......................Auuuuuuuuuuuu.
Srigala putih itu melolong panjang, matanya merah menyala seakan hendak menyerang dan menerkam pemuda yang sudah tak berdaya dan hanya menyerahkan hidupnya pada Tuhan.....namun tetap tak ada tanda-tanda srigala itu akan menyerang....bahkan srigala itu duduk dengan santainya dan mengibas-ngibaskan ekornya laiknya seekor anjing yang telah jinak. Pemuda itu tampak begitu terheran-heran memperhatikan srigala yang ada didepannya. Sang srigala putih menatap tajam ke atas pemuda itu dan tanpa disadari si pemuda ada sebuah bayangan hitam diatas pohon yang sedang memperhatikannya dan....wus....wus....wus sekali melompat bayangan itu telah ada dihadapan si pemuda dan semakin membuatnya panik....
"Si....si...siapa kamu? jangan sakiti aku....aku cuma tersesat ke hutan ini tolong...
Pemuda itu sangat ketakutan dan memohon pada orang berpakaian ninja yang ada dihadapannya..
"Aku tidak akan pernah menyakiti kamu...mengapa kamu bisa tersesat dihutan ini?
Si pemuda sangat terkejut lagi ketika mengetahui bahwa suara orang yang berpakaian ninja ini adalah suara seorang wanita....
"Ka..ka..kamu?
"jawab saja pertanyaanku...engga usah bertele-tele...
"Aku...aku tersesat dihutan ini karena aku melarikan diri dari desa seberang hutan ini?
"Kenapa?
"Mereka menuduhku membunuh seorang gadis disana tapi demi Tuhan...aku...aku tidak melakukan hal itu..tapi mereka tetap saja tidak percaya. Wanita berpakaian ninja menatap serius pada pemuda yang ada dihadapannya. Sang pemuda tertunduk....seakan ada yang sedang dipikirkannya namun ketakutannya sudah mulai sirna kini karena dia yakin wanita yag ada dihadapannya ini tidak akan menyakitinya.
" Siapa namamu?
"Arya...namaku Arya..
"Baiklah Arya...kalau memang apa yang kamu katakan benar...kamu boleh ikut aku sementara...suiiittt....tiba-tiba wanita berpakaian ninja itu bersiul kencang dan srigala putih segera mengejar dan mengikuti dirinya sementara Arya sang pemuda desa mengikuti langkah mereka dari belakang....Tak berapa lama mereka tiba di sebuah gubuk yang cukup bersih dan tertata apik. Wanita berpakaian ninja lansung melepas penutup kepalanya dan nampaklah seorang gadis yang cantik....Arya tak berhenti memandangi gadis itu dan takjub akan kecantikannya..
"Kamu...kamu cantik sekali...oh ya siapa nama kamu? Arya memberanikan diri bertanya.
"Aurora...terimakasih atas pujianmu.
Gadis yang ternyata Aurora itu langsung masuk kedalam rumah dan mengambil sebuah kendi yang terbuat dari tanah dan memberikannya pada Arya....
"Aku yakin kamu sangat haus....minumlah
"Ya..ya terimakasih..
Glek...glek...glek...Arya segera meminum air putih yang diberikan oleh Aurora...rasa capainya segera hilang dan senyumnya yang menawan diberikannya pada Aurora...gadis yang ada dihadapannya..Aurora tampak begitu canggung ketika Arya terus menatapnya seakan melihat bidadari yang baru turun dari kayangan....
"Sudahalah....jangan menatapku seperti itu..
"Oh..ehm..maaf...maaf...aku cuma kagum dengan kecantikanmu dan sekaligus heran..
"Kenapa? ada yang aneh denganku..? Aurora balik bertanya atas ucapan Arya
"Ya..heran?ehm...mengapa ada gadis secantik kamu tinggal sendiri dihutan ini??
" Oh itu rupanya...hehe
Aurora tertawa kecil mendengar ucapan Arya
"Kok ketawa??
"Ya...engga ada yang aneh...terserah aku donk mau tinggal dimana....sudahlah engga usah dipertanyakan lagi, lain kali aku akan menceritakannya padamu.
Arya hanya diam dan mengangguk mengiyakan namun tetap saja hatinya bertanya tanya tentang gadis cantik yang ada dihadapannya ini.
Keesokan harinya pagi menampakan cahaya yang kemilaunya membuat hutan menjadi tempat yang nyaman untuk menenangkan diri dan mencari suasana yang benar-benar dapat mengisi segala kekosongan jiwa bagi orang-orang yang penat menghadapi masalah hidup yang tak henti-henti nya mendera. Embun berjatuhan diantara daun-daun yang bergerak lambat karena sentuhan angin yang berbisik pada dunia. Bunyi air yang jatuh ke sebuah telaga kecil membuat tenang orang yang mendengarnya. Arya tak sadar ketika pagi telah datang dan meyapanya dengan sentuhan matahari. Dia tertidur di dipan gubuk Aurora yang memang menyuruhnya untuk tidur disana karena memang tidak memungkinkan untuk tidur bersama di dalam gubuknya. Zeta si srigala putih tampak duduk dibatang sebuah akar yang besar dan menikmati hangatnya sinar matahari yang menerpa tubuhnya sementara terdengar sura gaduh kecil didalam gubuk dan nampak sekali bahwa Aurora sedang sibuk memasak air. Setelah matang maka dituangkannya air panas itu pada kendi yang terbuat dari tanah. Setelah selesai Ia segera keluar dari gubuknya dan pergi menuju telaga yang tak begitu jauh dari situ.....Dengan perlahan Aurora melangkahkan kakinya kedalam dinginnya air telaga dan perlahan-lahan membuka bajunya dan hanya mengenakan kain yang sangat tipis untuk segera mandi disana. Dinginnya air tak membuat Aurora kedinginan. Matanya memejam sambil menggosokan batu pada tubuhnya yang putih bersih...Air yang membasahai kain penutup tubuhnya kini telah basah dan membuat lekuk tubuhnya semakin terlihat. rambutnya yang panjang pun kini telah basah dan menunjukan kesan eksotisme yang tinggi....ikan-ikan ditelaga seakan menjadi temannya ketika dia mandi tak berapa lama Zeta muncul ditepi telaga namun nampaknya ia enggan untuk menuju air telaga yang dingin dan hanya memperhatikan tuannya yang sedang menikmati mandinya.
Aurora sangat menikmati dinginnya air yang membasahi seluruh tubuhnya. Dinginnya pagi dan hembusan angin gunung tak membuatnya cepat beranjak. Zeta memandangi tuannya dengan cermat seakan juga menikmati indah tubuh tuannya yang begitu mempesona seandainya ada orang yang memandangnya. Namun tiba-tiba Zeta menggeram... dia seakan tahu kalau ada orang lain yang menatap tuannya selain dirinya. Aurora menyadari hal itu namun dia tetap cuek karena dia telah mengetahui siapa yang bersembunyi di balik semak-semak.
"Arya...!!apakah itu cara kamu memperlakukan wanita...dengan mengintipnya mandi!!
Aurora berteriak kencang pada orang yang ada di semak-semak yang ternyata memang Arya.
Arya keluar dari persembunyiannya. Mukanya memerah menahan malu.
"Ma...ma..maaf...aku tadi hendak....
" Oh tidak...aku hanya ingin buang air kecil namun secara tidak sengaja aku melihat kamu mandi....ka...ka..kamu cantik sekali.
Aurora tersenyum simpul tak marah....
"Hm...sudahlah...kamu tak perlu memuji aku berlebihan Arya
"Tapi...aku sungguh-sungguh mengatakan hal itu pada kamu...Demi Tuhan kamu cantik sekali...
"Terimaksih kalau begitu...Sebaiknya kamu masuk...aku sudah membuatkan kamu teh manis....kamu bisa mandi setelah menikmati teh..oh ya...ada umbi bakar juga buat sarapan...maaf kalau itu terlalu sederhana..
"Oh..iya.terimakasih....itu sudah cukup bagiku
Arya bergegas meninggalkan Aurora yang masih menikmati dinginnya air pagi serta gemercik air tejun kecil di tengah telaga yang airnya berwarna hijau jernih. Tak berapa lama Aurora beranjak dari telaga itu...mengambil bajunya dan pergi ke atas sebuah batu besar dan merentangkan tangannya menikmati cahaya matahari pagi yang menerobos diantara lebatnya pepohonan yang ada dihutan kecil itu.......Zeta mengikutinya dari belakang dan menggesek-gesekan tubuhnya dengan manja pada Aurora....Aurora mengelus kepala Zeta dengan lembut dan bercanda dengannya sebentar...
"Zeta..ayo pulang...
Tak menunggu lama Aurora berkelebat dengan cepat tanpa terlihat oeh mata orang biasa sementara Zeta berlari menuju kemana tuannya pergi..
"Sudah selesai sarapannya...??
"Uekh..ukh..aduh....kamu bikin aku kaget Aurora...
" Gak apa-apa kan bikin kaget sekali kali ...biar kamu terlatih kelak dengan sesuatu yang tiba-tiba
" Tapi bukan begitu caranya..aku keselek nih...
Duk....tiba-tiba Aurora memukul tengkuk Arya
"Nah begitu sudah baikan bukan?
"Aduh...Eh iya..dah baikan...kok bisa?
"Cuma soal kecil Arya..semua penyakit pasti Tuhan memberikan cara mengobatinya kecuali...
"Kecuali apa?
"Yaaaa.....kecuali orang itu tidak mau berusaha..
Arya terdiam mendengar ucapan Aurora. Dia berfikir kenapa wanita secantik...setangguh...dan sepintar dia tinggal di hutan seperti ini...apa yang sedang dicarinya? Aurora berjalan menuju ke depan gubuknya dan duduk di rumput yang tumbuh subur ditemani Zeta srigala putih kesayangannya. Dibelainya Zeta dengan penuh kasih sayang dan Zeta pun terduduk merasakan belaian tuannya. Angin berhembus membelai rambut Aurora yang hitam sebahu. Tengkuknya yang tersibak dan putih membuat Arya semakin salah tingkah melihatnya. Arya segera mendekati Aurora yang terus asik bermain dengan Zeta.
"Aurora.....
Arya memanggil lirih setengah berbisik dan duduk disampingnya
"Hm...
Aurora menjawab pendek
"Apakah kamu punya saudara?
Aurora terdiam mendengar pertanyaan Arya. Dia kembali teringat dengan adiknya yang sebenarnya telah dia temukan...Azira...ya...selama ini dia telah mencarinya dan setelah pertemuan tak sengaja waktu itu dia selalu mengikuti Azira dari belakang dan berusaha untuk menjaganya dari jauh..."Oh....mengapa aku tak menemuinya saja dan mengatakan bahwa akulah kakaknya yang selama ini dia cari dan pasti Azira akan senang melihatnya...benar..aku harus menemuinya sekarang. Aurora berkata dalam hatinya.
"Kamu belum menjawab pertanyaanku Aurora....
"Hehh....
Aurora mendesah pendek namun tak berusaha menghilangkan mimik gundah diwajahnya.
"Ya...aku masih mempunyai saudara laki-laki
"Kenapa kamu tak bersamanya? Siapa namanya?
"Namanya Azira....aku tak bersamanya karena.....
"Karena apa?
"Aku berpisah denganya ketika Tsunami terjadi di Pangandaran...
"Ah...lalu....kamu tahu dimana adikmu sekarang?
"Ya aku tahu....aku akan menemuinya sekarang dan mengatakan bahwa akulah kakanya...
"Maksud kamu apa dengan mengatakan akulah kakaknya...apakah sebelumya kamu mengatakan bahwa kamu bukan kakaknya?
"Aku sebenarnya telah menemukannya namun aku masih belum berani bertemu dengannya secara langsung...
"Lho kenapa??
"Entahlah....waktu itu aku belum terlalu percaya kalau dia adikku yang waktu itu hilang....Arya...maukah kamu menemani aku pergi menemui dirinya?
"Tentu saja...dengan senang hati aku akan mengantarmu menemuinya....Kapan kita akan pergi menemuinya?
"Sekarang.
Sore itu.... tinggal sepenggal cerita tentang hidup yang sangat rumit tuk diatasi...hujan mulai mengguyur tubuh bumi dan mengairi selokan selokan yang penuh dengan sampah....air tak ada habisnya menerpa tiap jengkal kehidupan yang ada di bumi....Diteras sebuah rumah, Sheila dan Dias tampak duduk menikmati dinginnya angin yang tebawa air hujan. Sesekali Sheila menyentuh butiran-butiran air yang jatuh dari atap genting. Dias tampak berpangku tangan...puluhan batang rokok telah dihabiskannya untuk mengusir rasa dingin dan gundah yang mengaliri perasaannya. Tak berapa lama Azira datang dan segera duduk menemani mereka sementara Layla membawa minuman hangat yang setidaknya dapat mengusir rasa dingin yang menggigit.
Buliran air semakin kencang jatuh dari langit...suaranya seperti nyanyian alam yang merdu dan menghibur orang-orang yang sedang gundah dan masuk dalam setiap lamunan orang yang ada disitu. Kolam ikan telah penuh dengan air yang mengisinya....ikan-ikan tampak bergembira berenang kian kemari mensyukuri kenikmatan yang diberikan langit pada mereka.....pepohonan disekitar rumah menari tertiup angin yang kencang serta deraan air huajn yang kian kencang, namun tetap....Dias dan semuanya yang ada disitu tak beranjak dari teras dan masuk kedalam rumah. Semua menikmati alam yang sedang berpesta......
"Om...Sheila ...diminum tehnya.
Layla menawarkan teh yang dibuatnya pada Dias dan Sheila. Dias tersenyum padanya dan mengambil teh yang disodorkan Layla.
"Terimakasih....
Slurppppp....slurp....terdengar Dias yang meminum tehnya dan menikmati rasa hangat yang menjalar dalam tubuhnya.
"Om....kapan kita akan bertindak dan menuntaskan semua permasalahan ini?
Azira berkata datar pada Dias dan menanyakan masalah yang sedang mereka hadapi bersama.
"Kita harus menunggu saat yang tepat Zira....semuanya perlu perhitungan yang matang. Mereka sangat kuat sementara kita hanya kamu dan paman yang bisa diandalkan..
"Lalu apa yang harus kita perbuat?
"Entahlah...om tak tahu harus bagaimana......kita perlu bantuan orang yang lebih kuat agar kita tak mati sia-sia...
"Aku siap membantu om...
Tiba-tiba Sheila berkata pada mereka dan mengejutkan mereka semua
"Kamu.....engga...engga kamu engga bisa membantu kita....Om tidak mau terjadi apa-apa dengan kamu Sheil...
"Lho...kalau kita bersatu kan aku yakin kita bisa mengalahkan Mr Chan dan yang lainnya
"Iya om tau tapi.....mereka sangat kuat Sheil...
Sheila berkeras dengan keinginannya membantu Azira dan Dias dan tentu saja Dias menolaknya karena Dias tahu kemampuan Sheila tidak seberapa dibanding Mr Chan dan anak buahnya.
Kini semuanya terdiam dalam hening...walau hujan terus memberikan irama kehidupan yang tak begitu jelas tapi semua itu memang harus dihadapi apapun resikonya. Azira berdiri sejenak dan berjalan menembus derasnya hujan. Semua yang ada disitu hanya memperhatikan tingkah laku Azira...baju Azira sudah mulai basah semua...badannya yang kekar tampak terlihat dibalik kausnya yang tipis....Azira menengadahkan tangannya ke langit seakan menyambut datangnya air hujan dan tiba-tiba berteriak
"Arrrrrggggggghhhhh.............................!!!!!
"Zira....!!
Layla dan Sheila berteriak berbarengan memanggil namanya...mereka saling pandang. Ada raut kecemburuan di muka Sheila dan dia segera memalingkan matanya ke tempat lain. Layla segera mengejar Azira dan memeluknya dari belakang....kedua insan itu berpelukan dalam dinginnya hujan dan teriakan halilintar yang terus menggema sepanjang hari....Layla berusaha menenangkan Azira yang tampak marah dengan keadaan yang diciptakan oleh Mr Chan. Sheila tak bisa lagi melihat apa yang ada didepannya dan segera lari menuju kamarnya sementara Dias tak bisa berbuat banyak dan tetap duduk tak bergeming....
Layla masih memeluk Azira dari belakang....airmatanya mengalir bercampur air hujan yang tak henti hentinya mengguyur tubuh bumi. Lampu taman mulai menyala....berusaha menerangi hari yang kian gelap.....tiba-tiba Azira bergerak dan menyuruh Layla pergi........Dias pun melihat gelagat yang aneh pada diri Azira....Dias melirik ke arah dimana mata Azira tertuju....dibalik derasnya hujan dan gelapnya malam tampak sosok seseorang bercaping berdiri tak jauh dari pintu gerbang.....Dias terkejut.
Tatapan orang itu begitu dingin tanpa ekspresi......Azira pun menatapnya dengan mata elangnya yang mampu menembus setiap relung hati yang ditatapnya. Namun......setengah capingnya menutupi wajahnya yang dingin membeku. Dia berdiri tegar tanpa bergerak dan terus menatap ke arahnya ..........................
"Nampaknya aku kenal laki-laki ini.
Azira bertanya tanya dalam hatinya. Melihat hal itu Dias langsung berdiri dan berlari menuju Azira menembus hujan yang tak juga reda.
"Siapa dia Zira? apa yang akan dia lakukan?
"Tenang om...saya yakin orang ini tidak akan melakukan apapun pada kita....
"Bagaimana....
Belum sempat Dias membalas perkataan Azira orang itu tiba-tiba memanggil namanya?
"Dias....apa kabar kamu orang?
Dias terkejut mendengar orang itu memanggil namanya dan dia merasa logat orang itu begitu dikenalnya.........
"Siapa kamu?Darimana kamu tahu nama saya?
"Mendekatlah Dias...
Dias ragu akan melangkah namun mengingat apa yang diucapkan oleh Azira, dengan berhati hati dan penuh kewaspadaan Dias mendekati orang itu. Azira hanya memperhatikan keduanya saling mendekat..
"Dias...apa kamu orang tidak mau memeluk aku..
Betapa terkejutnya Dias ketika dia melihat wajah orang itu....ada pancaran kebahagiaan tercurah diwajahnya. Dengan tanpak basa-basi lagi Dias langsung memeluk orang itu
"Tanaka....tanaka itu kamu....
Dias berkata lirih di telinga orang yang ternyata adalah Tanaka....
"Ya Dias...ini aku..sudah lama kita tidak bertemu hah...
"Kukira kamu...
"Sudah mati!!!
"Aku tak semudah itu mati ditangan Chan, Dias.
"Oh...syukurlah...
Azira tampak sangat terkejut ternyata Dias mengenal laki-laki bercaping itu. Darimana Dias mengenal orang itu? apakah ini yang pernah diucapkannya bahwa dia mempunyai seorang sahabat yang juga bermusuhan dengan Mr Chan......Layla berjalan dan kembali mendekati Azira.....
"Siapa itu Zira??
"Dia laki-laki bercaping yang pernah kita temui dipinggir sungai waktu itu..
"Hah...!!tak kalah kagetnya Layla sedikit berteriak
"Ta...ta...tapi....orang itu mengenal om kamu?
"Ya..akupun terkejut barusan.
Tak begitu lama Dias dan Tanaka mendekati mereka....
"Semuanya...........ini teman om...perkenalkan...namanya Tanaka........
"Tanaka? Azira terbengong tak percaya....
Azira tak bisa lagi menutupi rasa kagetnya sementara Dias dan Tanaka saling berpandangan tak mengerti...
"Azira...kenapa kamu terlihat kaget mendengar sahabat om ini...Apa kamu mengenal dia?
"Azira katamu Dias....kamu jangan bercanda
Kini giliran Tanaka yang kaget mendengar nama Azira disebut oleh Dias...
"Ya...namanya Azira..Lho...lho...kenapa kamu sekarang yang kaget Tanaka...?
Tanaka tak menjawab dan hanya memandang pada Azira dan begitu juga sebaliknya...mereka saling pandang tak percaya....tak ada yang bergerak...semuanya diam dalam gelapnya malam dan guyuran hujan. Tiba-tiba Azira berbicara memecah kesunyian namun ucapannya membuat semua yang ada disitu kaget.....
"Ayah.....mengapa ayah dulu meninggalkan aku dan kakak...? jawab ayah!
Azira berkata pelan namun tegas dan bergetar.....Dias dan Layla hanya memandang pada Tanaka tidak percaya bahwa orang yang ada dihadapan mereka adalah ayah dari Azira....
"Ayah tidak pernah meninggalkan kamu Azira......
Tanaka pun menjawab dengan tenang namun getarannya mampu menusuk hati Azira
"Hanya Dias yang tahu kejadiannya....ayah ak pernah meninggalkan kamu dan kakak kamu
"Tapi...tapi ayah meninggalkan kami bertahun-tahun tanpa kabar...
"Maafkan ayah Zira...ayah telah mencari kamu kemana-mana.....hati ayah hancur ketika kembali dan menemukan tempat dan rumah kita telah hancur oleh tsunami....bertahun-tahun ayah mencari kamu dan kini...kini ayah menemukan kamu anakku.
Suara Tanaka semakin bergetar menahan kerinduan dan kebahagian yang kini telah diraihnya karena telah menemukan anaknya kembali...tiba-tiba dengan cepat Azira bergerak dan memeluk Tanaka....ayah dan anak yang telah lama tak bertemu ini saling memeluk erat dan menangis bahagia....
"Zira....maafkan ayah....maafkan ayah anakku...
"Zira juga minta maaf ayah....Zira telah menyangka ayah yang bukan-bukan
Akhirnya mereka melepaskan semua rindu yang terpendam ...Layla dan Dias tersenyum melihat kebahagian mereka.....hujan sudah mulai reda ....bintang-bintang mulai bermunculan walau masih terhalang awan hitam.......
"Ayo semuanya masuk kedalam...Tanaka...ajak anakmu masuk...kita ngobrol sambil ngopi pasti enak...ayoo
Lalu semuanya masuk kedalam rumah Dias. Sementara Sheila yang telah masuk dari tadi merasa agak terganggu mendengar suara ribut-ribut di luar dan berusaha menerka apa yang sedang terjadi.
"Siapa lelaki itu? Mengapa dia begitu akrab dengan om Dias dan Azira?
Sheila lalu membuka sedikit tirai jendela dan mengintipnya dari sana..tapi betapa terkejutnya Sheila ternyata orang yang diintipnya sedang menatapnya dan tersenyum padanya...bagaimana dia tahu?
Ditempat lain...........Seorang wanita cantik dan lelaki yang cukup menawan berjalan beriringan dipinggiran sebuah desa....tak ada yang berbicara diantara mereka....banyak orang yang berusaha menggoda si wanita namun tak mereka tanggapi.
"Neng...mampir dulu neng heheheh duh cantiknya si Neng...abang mau deh jadi yang kedua heheh
seorang lelaki jahil berteriak dari daam sebuah warung makan...lelaki yang berada di samping wanita itu tampak memerah menahan amarah namun kode yang diberikan si wanita membuatnya terdiam.
"Kenapa kita terus berdiam diri Aurora?
"Ingat Arya....kita pergi untuk menemui adikku bukan mencari gara-gara dengan orang lain
"Baiklah aku mengerti..
Aurora dan Arya pun melanjutkan perjalanannya tampa lagi memperdulikan orang yang iseng dengan mereka. Ditepian desa mereka beristirahat sebentar di sebuah dangau petani tak jauh dari sungai....Aurora tib-tiba menjentikan tangannya dan ssssssssssst.........sebuah batu kecil melayang dari tangannya...menumbuk buah kelapa dan membuatnya jatuh....Arya terkagum-kagum melihat hal itu dan membuatnya semakin suka pada gadis yang ada didepannya itu. Dengan cepat Arya berlari mengambil buah kelapa dan mengupas kulitnya dengan pisau yang dibawanya. Setelah selesai diberikannya kelapa itu pada Aurora. Glek...glek...glek....Aurora sangat menikmati air buah kelapa yang diminumnya. Setelah merasa puas diberinya kelapa itu pada Arya.
Sejauh mata memandang hamparan sawah yang menghijau membuat pandangan mereka menjadi lebih segar. Angin berhembus perlahan menyapu wajah wajah mereka yang terlihat sangat lelah
"Aurora...apa kamu tahu dimana adikmu berada?
"Ya ...aku tahu....aku pernah mengikutinya hingga ketempat dimana dia tinggal
"Oh...syukurlah, berarti kita tak cape-cape lagi mencari dia
"Ya...tapi perjalanan kita masih jauh Arya...apa kamu punya ide?
"Aku sudah memikirkannya sejak tadi...sebaiknya kita ikut mobil saja yang menuju kota biar lebih cepat.
"Tapi kita engga punya uang Arya....
"Itu soal gampang...kita ikut saja mobil sayur yang menuju kota...mereka mau kok bawa kita
"Kamu yakin???
"Tentu..aku dulu sopirnya hahahahah
"Huuh becanda kamu
"Eh...itu bukan becanda tau...beneran
"Oh beneran toh...ya udah nanti kamu yang berhentiin mobilnya,aku tinggal ikut aja
"Ok..siap nona cantik...
Arya tersenyum penuh arti pada Aurora. Aurora tahu arti senyum itu namun dia berusaha mengalihkan pandangannya ketempat lain dan pur-pura tak melihatnya....................bersambung ke episode 7