Selasa, 03 Maret 2015

Motivation (English Version)

         
          This is the English version of self motivation. I hope you can enjoy it. I try to write by using English so that everyone around the world can be motivated onto a better life.
Well....Basically people have a big will to reach their success and  Everyone has their own secret to reach it. But how could you measure your own success? What is your measurement? You don't have to bother your self to make a research, and to know the measurement of everyone's success. Just measure your own success. What is success for you? Having a big luxury house.... many cars...extensive land...or deposit account? It's all your right to measure your own success. Do as you want!!! but...don't compel yourself too hard! God has given your own sustenance and it won't go to the wrong place". Even so...it doesn't mean you just sit and pray for that. For me.....the measurement of success is measured by one word " Enough". It depends on you to define the word ENOUGH because I do realize everyone has their own meaning of it. It was long time ago....There was a sad story  of mine in which the word of ENOUGH was never exist. Just imagine....When I came home from school. I found nothing on the table but rice, so I willy-nilly eat that cold rice with salt or I tried to go to a garden behind my house  to find some raw vegetables to eat. The saddest one was my house...It leaked everywhere and almost collapsed. But it's okay. I was so happy with that. The most important thing is I feel ADEQUATE (ENOUGH) now, though sometimes my ego for a WILL beats the word ENOUGH which I created ( I'm still human :)) So...how do we motivate ourselves to reach the word ENOUGH? ( based on your measurement of course). For me it's very simple...just keep on doing what I want while learning to get some assets which is able to escalate the word ENOUGH. (Self asset such as knowledge plus your own skills). Just try to check yourself, how smart you are in notion and logic...What skills do you have? how good are you? ordinary skill or extraordinary? From your self-valuation I'm sure you are capable of thinking that Ohhh I'm able to get "ENOUGH" or vise versa. It's very sad sometimes, to satisfy the word ENOUGH many girls attempt to find a shortcut like being a "Cheap Chick" (Please repent). This world is only your first step to reach (I am a moslem, I believe that Allah has prepared a new life in addition to this mortal world, we call earth) I am sorry if we have different point of view.
Well, after measuring your capability, so what's your next step? Just do your best effort!! work...or do a business. Just keep away from the word LAZY. Just reach your goal by using your capability. if you can write, BE A GOOD WRITER. If you are good in music, BE A GOOD MUSICIAN. if you are good in speaking, TRY TO BE A GREAT MARKETER. Do now! just make this world simple and fun. Have a nice day and success is in your hands. See ya.....








Senin, 23 Februari 2015

Kebahagian (semu)?


      Anda ingin bahagia? Tentu saja banyak orang yang ingin sekali bahagia. Tapi sekali lagi ukuran bahagia itu setiap orang pasti berbeda. Sekedar menulis pengalaman pribadi tentang arti kebahagian. Dahulu memang kata bahagia buat saya, yang penting bisa bersekolah dan mendapatkan makan yang cukup. Sangat simple bukan? Tapi seiringnya waktu, ukuran kebahagian  berubah. Yang dulunya asal bisa bersekolah dan makan kini....asal bisa menafkahi keluarga dan memberikan pendidikan buat anak. Selesai? ternyata tidak. Semakin lama nafsu akan kebahagian lain muncul. Nafsu dan kebahagian bersatu menjelma menjadi KEINGINAN yang terus terjadi dan semakin membesar. TERNYATA...setelah melihat quote disamping..Apa yang anda pikirkan? Kunci hilangnya kebahagian diri kita adalah kita terlalu memikirkan kebahagian orang lain sehingga anda melupakan kebahagian anda sendiri. Pada awalnya sih saya merasa quote tersebut ga ada benernya, karena kita hidup memang untuk berbagi apalagi dalam hal ini adalah berbagi kebahagian dengan orang lain.
Terus....apakah kita harus memikirkan kebahagian diri kita sendiri tanpa memikirkan kebahagiaan orang lain? Itulah susahnya. Karena kita terbiasa dengan budaya yang sejak kecil (MAYORITAS) mengajarkan untuk berbuat baik buat orang lain. Lalu apa yang harus kita perbuat untuk meraih kebahagian? Berdasarkan pengalaman saya. Kebahagian dapat diraih setelah berpasrah diri pada yang KUASA dan IKHLAS menjalankan semua yang kita lakukan di dunia ini. Mau membahagiakan orang lain dan diri sendiri jika kita berpasrah dan ikhlas maka kebahagian akan datang dengan sendirinya. Sekali lagi...ucapan saya hanya sekedar berdasar pengalaman pribadi bukan dari research, tapi setidaknya itu juga berdasarkan beberapa teman atau orang orang sekitar yang saya perhatikan dan tanya. Saya masih ingat akan salah satu ucapan yang diucapkan tokoh di film TAI CHI MASTER...."Hilangkan Beban Tumbuh Nyawa Baru" . Jadi apa hubungannya kata kata tersebut dengan KEBAHAGIAN? Hubungan tulisan itu dengan kebahagian adalah lupa nya diri kita dengan beban kecil dipikiran yang semakin membesar dan kita lupa menaruhnya SEJENAK. Coba sekarang anda lepaskan BEBAN HIDUP dengan berpasrah diri. Lalu TUMBUH spirit baru yang dapat meraih kebahagian anda. Ingat....!! yang membuat anda tidak bahagia adalah KEINGINAN yang terlalu besar dan anda tak mampu meraihnya. Ahhhh....hari sudah malam. Saya sangat BAHAGIA jika tidur sekarang dan bangun dengan badan yang sehat. Terimakasih Tuhan atas semua yang Engkau berikan hari ini. Bye bye sahabat... see ya  assalamualaikum

Jumat, 20 Februari 2015

Inspirasi

        Dimulai dari mana ya? Kadang memang sangat memusingkan ketika kita mau menulis ehhh...ada aja gangguannya. Namanya juga inspirasi, jadi ya kita bicara tentang inspirasi yang siapa tahu bisa mengubah hidup kita.

         Inspirasi biasanya datang secara tidak sengaja. Misalnya lagi mandi eh inspirasi nongol, lagi buang air besar juga tiba-tiba muncul disaat kita lagi ngeden errrrrrgghhhh (jorok hahahah). Yang saya mau share disini adalah inspirasi bisnis. Bagaimana kita mencari bisnis yang sesuai dengan keinginan kita? Kalau penulis sih caranya begini..JALAN KAKI....nah lho apa hubungannya jalan kaki sama bisnis dan inspirasi? Ada dong...cobalah kita berjalan kaki ke pusat pusat bisnis (jalan kaki juga sehat kan hehehehe) Dari pusat bisnis itu kita perhatikan jenis bisnis mereka...Kuliner, elektronik, fashion dst. (saya saranin jalannya ke pusat bisnis grosir) perhatikan mengapa bisnis mereka berjalan dengan baik. perhatikan juga cara memasarkan produk mereka. Setelah anda memperhatikan semuanya bikin bisnis plan yang matang (jangan terlalu ribet, tar ga buka lagi. Bisnis itu ga perlu modal...percaya? Ya modal berani aja. Kalau kita tahu ada penjual barang dengan harga murah kualitas bagus coba tanya sama dia tentang harganya...sudah? tentunya belum. Kita lakukan perbandingan harga dipasaran...sudah? juga belum heheheh. setelah kita tahu perbandingan harganya baru kita tentukan harga pasaran kita. Jangan terlalu mahal, tar ga laku laku lagi. Bisnisnya kayak main saham aja.... laku..harga miring ga apa apa..tapi volume penjualan tinggi. Contoh...untung Rp 100 tapi laku sejuta produk ..sudah untung 100 juta kan hahahaha ngimpiiii...bukan mimpi, yakin deh kalau diusahakan dengan giat hal itu akan terwujud. Setelah itu coba tawarkan barang barang dia melalui sosmed atau blog anda. Kalau dah ada yang pesen baru deh beli ditempat yang menurut anda murah berdasarkan JALAN KAKI tadi.  So...sudah terbuka pikiran anda? lakukan dan tekuni...insha Allah berhasil. Salam sukses








Selasa, 17 Februari 2015

Motivasi

       Deuuuu....pada dasarnya setiap orang punya keinginan yang besar untuk meraih kesuksesan. Kayak aku ini hehehehe...mau sukses dapet duit  dari google buat ngempanin anak bini ciaaaaaa. Setiap orang mempunyai rahasia buat sukses. Tapi......bagaimana kamu mengukur kesuksesan itu. Ukurannya apa? ga perlu repot repot melakukan sebuah research untuk mengetahui ukuran kesuksesan bagi setiap orang. Ukur aja diri kamu sendiri. Sukses bagi kamu apa? punya rumah...mobil...tanah yang luas...deposito??? sah sah saja ketika semua itu menjadi ukuran sebuah kesuksesan. Kenapa engga?
Tapi...yo jangan ngoyo. Setiap orang sudah diberikan rizki oleh Tuhan ko, dan rezeki itu ga akan salah tempat. Walau begitu, bukan berarti kamu berpangku tangan meraih rezeki itu yaa hehehe. Mentang mentang dah diatur ehhhh cuek ga mau nyari. Kalau ukuran aku sih sebuah kesuksesan diukur dengan kata "Cukup". Terserah kalian mengartikan kata "Cukup" itu pasti setiap orang juga berbeda ukuran kata cukup nya. Dulu...ada cerita dimana kata cukup itu ga pernah ada. penulis terlahir sebagai orang yang jauh dari kata cukup..bayangkan.., pulang sekolah kadang ga ada sayur, yaaa terpaksa makan nasi dingin dengan garam atau ke kebun orang minta lalapan hiks...hiks. Rumah juga menyedihkan...bocor dimana mana dan hampir roboh. Ga apa apa ko...aku cukup bahagia dengan semuanya. Yang penting sekarang aku sudah merasa cukup walau ego akan sebuah keinginan itu kadang mengalahkan kata cukup yang aku ciptakan sendiri (maklum manusia, ga ada cukupnya hahahaha) Lalu bagaimana menyikapi semua itu agar memotivasi kita meraih kata CUKUP (tergantung ukuran masing-masing anda ya :)) kalau aku sih yaaa...meraihnya dengan sederhana aja. jalani hidup ini dulu tapi dengan terus belajar mencari asset asset diri yang mampu meningkatkan kata-kata cukup itu. Asset diri ya berupa pengetahuan ditambah keterampilan. Coba cek diri anda...seberapa cerdas anda dalam berfikir dan berlogika? apa keterampilan yang anda punya? seberapa mahir? biasa saja atau luar biasa? Nah dari penilaian diri itu saya yakin anda akan berfikir yaaa saya mampu cukup dan saya tak mampu cukup. Kadang miris juga zaman sekarang ini. Demi memenuhi kata cukup, banyak wanita yang memotong jalan untuk meraihnya dengan cepat. "Menjadi Pelacur contohnya" Tolongggg....sudahi itu....Dunia ini cuma pijakan sementara utuk sebuah kebahagian yang kekal. Tobat ya :) (Penulis juga banyak dosa, tapi setidaknya ga magang di TAMAN LAWANG" hahahahaha).
                   Oke...setelah anda mengukur kemampuan diri anda...lalu apa yang perlu dilakukan? Ya berusaha lahhh...bekerja atau menjadi pengusaha. Coba hilangkan kata MALAS. Raih GOAL kalian dengan menggunakan kemampuan anda...yang bisa menulis jadi penulis sukses...yang bisa masak...bikin rumah makan yang sukses..yang pinter main alat musik buka les atau bikin band yang solid...yang bisa ngomong, jadi marketer yang handal. So....Why do you have to wait? kenapa nunggu. Giiii dah pergi sekarang juga, raihhh semua kata cukup yang menurut ukuran diri kalian sendiri dapat memenuhi semua keinginan anda. Jangan bikin status di FB mulu terus posting makanan deh. Kalau makanan itu anda bikin sendiri terus enak...JUALLL aja, jangan cuma diposting everybodyyy hehehe. Udah yaaa moga kalian sukses memenuhi kata CUKUP itu. kalau baca tolong di share terus follow dong blog nya ya Pleasee heheheh

Selasa, 04 November 2014

SHARING FORUM

Ada yang pengen curhat tapi bingung mau curhat sama siapa?..Curhat sama penulis boleh ko...Ditunggu ya. Tapi syaratnya harus join di blog ini dulu ya deuuuu

Selasa, 28 Oktober 2014

Ku Panggil Kamu Kembang Kantil (CERPEN)

Udara desa pagi di bumi parahiyangan ini mendesah lirih menerpa setiap dedaunan. Petani menyapa pagi dengan senyum mengembang, berharap mentari tak seterik membakar kulit. Anak sekolah berlarian diantara pematang sawah berlomba menuju tempat mereka dapat menemukan masa depannya. Hanya aku yang termangu diantara bulir-bulir padi yang tertuduk menguning. Namaku Yunni..aku hanya anak seorang petani biasa yang selalu menyesal mengapa aku tak bisa melanjutkan pendidikanku ke jenjang yang lebih tinggi. Ah...sudahlah. Toh nasi telah menjadi bubur. Walaupun aku harus menyesal berulang kali, namun waktu tak akan pernah kembali.
"Yun....!!
Suara ibuku memanggil dari dalam rumah
" Ya bu...
"Kamu sedang apa disitu nak? Jangan melamun terus atuh...nanti cepet tua.
Ibuku berusaha bercanda mengetahui aku yang sedang melamun sendiri di rindangnya pohon manggis.
" Teu ah bu..Yunni cuma cari angin aja. habis bosan di dalam terus.
"Ih si neng geulis...atuh bantuan ibu masak buat dagang nanti. ibuku tersenyum tulus
" Emangnya ibu mau dagang pecel hari ini?
" Iya lah...kan hari ini teh ada yang hajat. Nanggap dangdut tuh.
" Oh ya udah, sekarang Yunni bantu ibu.
Aku menggandeng lengan ibuku dengan kasih sayang dan membawanya ke dapur rumah. Rumahku sangat sederhana. Hanya terbuat dari anyaman bambu namun setengahnya telah di tembok. Aku masih tinggal ditanah orang. Orang itu berbaik hati mempersilahkan kami sekeluarga tinggal disitu. Sebenarnya aku masih mempunyai saudara. Namun saudara saudaraku tinggal jauh diperantauan. Kadang aku berfikir tuk merantau juga, tapi aku tidak tega meninggalkan kedua orang tuaku yang sudah tua dan sering sakit sakitan.
"Yun...
Ibuku membuka pembicaraan ketika aku masih menggoreng bakwan.
" Kah ibu..
" Ai..A Yanto datang kenapa kamu teh selalu menghindar? Dia tadi juga datang dan katanya dia mau melamar kamu?
"Bu...Yunni rasa, Yunni sudah sering bilang sama ibu, kalau Yunni teh ga suka sama a Yanto. Lagipula ibu, Yunni masih kecil. baru 16 tahun...
"Yah ibu tahu Yun kalau kamu teh ga suka sama a Yanto. Tapi...ibu pengen tau apa alasannya?
"Bu...cinta itu masalah hati. Ga bisa dipaksakan...
Akhirnya ibuku hanya menggelengkan kepalanya dan tak melanjutkan pertanyaan-pertanyaan tentang Yanto lagi. Kami bercerita tentang hal-hal lain yang tidak membuatku menjadi sedih. Malam mulai datang. Suara jangkrik mulai menyanyi menyambut malam. Burung malam berkicau memecah hening. Suara tokek kadang membuat terbangun orang yang telah terlelap. Aku berusaha memejamkan mata ini. Rasa lelah tak juga membuatku tertidur. Badanku tiba-tiba merasa menggigil. Aku tak tau apa yang sedang terjadi. Kepala ini terasa berat dan tiba-tiba aku merasa melihat bayangan seseorang. Aku berusaha memanggil bayangan orang yang terlihat.
"A Yanto...... kesini a. Aku kangen a Yanto
Oh...apa yang terjadi denganku? mengapa aku tiba-tiba merasa kangen dengan orang itu. Kejadian ini terus terjadi dan membuatku tak bisa tertidur lelap. Hari menjelang pagi baru rasa itu menghilang. Badanku terasa sangat pegal dan sakit. Akibatnya ku tak sadarkan diri hingga aku mendengar seseorang memanggilku.
"Yun...kamu kenapa?
samar-samar kudengar suara ibuku membisik ditelingaku. Aku masih tak sadar dengan apa yang terjadi. Hingga akhirnya........ Dua tahun kemudian aku pun masih tak sadar dengan apa yang sedang terjadi padaku. Yang aku tahu kini aku telah menikah dengannya. Gilaaa...aku masih tak mengerti mengapa aku harus menikah dengan orang yang tidak aku cintai. Lagipula aku masih terlalu muda untuk menikah!! Sempat ku bertanya pada ibu mengapa aku harus menikah dengannya tapi jawabnya selalu sama "Aku mencintainya" Hah...aku tak percaya dengan ucapan ibu, kapan aku mengatakan padanya bahwa aku mencintainya dan mau menikah dengannya? Apakah aku telah di guna-gunainya? Hari demi hari berlalu begitu saja. Pada awalnya Yanto memang sangat baik hingga akhirnya aku tahu sifat yang sebenarnya. Dia begitu kasar padaku walaupun kini kami telah dikaruniai seorang anak laki-laki. Kesalahan kecil saja akan mampu membuatnya menjadi seseorang yang tidak aku kenal sama sekali.
"Yun... aku mau makan !
Yanto merasa lapar kala itu dan menyuruhku untuk membuatkan makanan. Padahal..aku sangat lelah waktu itu. aku baru saja pulang kerja. Bekerja membuat batu bata yang sangat menguras tenaga. Apalagi aku harus membawa bawa anakku karena memang ayahnya tak terlalu peduli padanya. Setelah ku bereskan semuanya dan memasak sesuai keinginanya. Aku menyiapkan makan dimeja dan anakku kuletakan dikamarnya. Tapi ya ampuunn....aku lupa kalau Yanto tak suka terasi!
"A..ini makananya sudah siap cuma ada oseng kangkung, tapi tadi Yun lupa...Yun kasih terasi di oseng kangkungnya.
Yanto menatapku dengan matanya yang menakutkan seakan akan menelanku bulat-bulat. Tiba-tiba..... braaaaakkk. Makanan yang aku sediakan dia buang begitu saja. Aku sangat takut melihatnya dan juga sedih. Makanan yang aku buat dengan susah payah dia buang percuma begitu saja.
" Dasar istri sialan! Kamu itu ya, kerja ga becus. Makan nih!!
Yanto melempar semua benda yang ada di atas meja dan marah sejadi-jadinya. Aku hanya bisa diam dan menangis sedang anakku hanya menatap ibunya dengan rasa iba dan linangan air mata. Hari terus berlalu.Setelah empat tahun kami menikah, akhirnya aku bisa lepas dari Yanto. Ya...kami bercerai. aku tak sanggup lagi menahan beban kehidupan bersamanya. Perjalanan dan ujian kehidupan seakan tak pernah berhenti menderaku. Pernikahan keduaku dengan orang yang benar-benar aku cintaipun gagal. Hanya karena persoalan keluarga dan sesuatu yang terjadi padaku. Dokter mendiagnosis ku dengan penyakit Kista Ovarium, dan aku akan sulit mempunyai anak karena rahimku lemah. Karena hal itulah orang tua suamiku yang kedua selalu mengejekku. Bahkan suamikku terlalu takut dengan keluarganya hal itulah yang menyebabkan dia tak pernah membelaku dengan siapapun aku mempunyai masalah.
"Heh dasar wanita jalang murahan! sekarang kamu sudah sombong ya!! semua laki-laki kamu goda. Dasar pelacur murahan. Hidup masih numpang ditanah orang aja belagunya setengah mati!!. Mulai hari ini kamu ga usah jualan lagi disini, mengerti kamu!!
itu adalah sepenggal kata-kata yang sangat menyakitkanku. Seseorang yang masih saudarakupun menghinaku seperti itu, dan suamiku yang ada disitu tak pernah membelaku. Saudaraku menjabak rambutku dengan kerasnya. Sakit...aku sangat merasa kesakitan. Tidak sampai disitu saja. Dia juga mendorongku hingga terjatuh. Aku tetap tak melawan. Bukannya aku takut dengan dirinya. Aku hanya memikirkan kedua orang tuaku jika aku diusir dari sini. Hatiku begitu hancur dengan segala caci maki yang dia lontarkan padaku. Rasa sakit didada ini tak akan mungkin sembuh dan terlupakan begitu saja. Aku sendirian menghadapi semua persoalan hidup ini hingga akhirnya suami keduaku pergi tanpa menceraikan aku...aku dibuatnya mati perlahan tanpa kepastian. Sempat aku berfikir tuk mengakhiri hidup seandainya aku tak ingat anakku satu-satunya yang masih butuh perlindunganku. Bahkan aku hampir saja dijual oleh temanku sendiri pada lelaki hidung belang. Ya Tuhan....cobaan ini begitu berat. Apa salahku sehingga Kau membebaniku dengan penderitaan-penderitaan ini. Aku hanya bisa menangis dan menulis pada buku diariku. Semuanya ada disitu. Entah sampai kapan buku ini menjadi teman dalam kesendirianku. Hingga suatu hari...aku dan ibuku sedang memasak diluar. Ibuku menyuruhku memasak gudeg. Panas mentari tak membuat tempat kami menjadi panas. Pepohonan disekitar rumah mampu menghalangi panasnya mentari yang menyengat. Asap tebal dari kukusan nangka terbang menembus ranting pohon dan melesat bebas ke angkasa. Entah darimana asalnya tiba-tiba ada seseorang yang mendekati ke arah kami. Sempat kaget karena aku kira dia adalah mantanku yang pernah meninggalkanku dengan menikahi wanita lain, tapi ternyata dia sesorang yang belum aku kenal.
"Assalamualaikum...bi, lagi apa?
Lho..ko, dia kenal dengan ibuku? Ibuku hanya tersenyum menatapya. Dia tampak tak perduli padaku. Penampilannya yang sederhana mampu membuatku bergetar. Entah kenapa hati ini berdetak tak menentu.
"Ini a... lagi masak gudeg dibantu Yunni. Yah bibi mah ga bisa masak yang enak-enak kayak orang lain.
Ibuku merendah walaupun memang pada kenyataanya kami tak biasa memasak masakan yang istimewa seperti yang orang lain lakukan. Akhirnya aku dan ibuku bercakap-cakap dengannya. Orang ini begitu ramah padaku tidak seperti laki-laki lain yang aku kenal. Aku seperti sudah lama mengenalnya walaupun baru sekali ini berbicara dengannya langsung. Entah mengapa aku merasa Tuhan telah mengirim orang ini padaku. Tapi aku tak bisa terlalu dekat dengannya karena ibuku menanyakan kabar istrinya, yang artinya dia sudah mempunyai keluarga dan aku hanya memendam debaran hatiku tentangnya. Namun yang terjadi selanjutnya sangat mengejutkanku.... ketika ibuku masuk ke dalam rumah dia tiba-tiba  mengajaku pergi. Apakah dia main-main denganku atau memang benar mengajaku?
"Yun...kamu mau ga jalan sama aku besok? Kita pergi ke suatu tempat. Yaa,,kita senang-senang aja sambil curhat
 Aku bimbang namun lidahku tak bisa terkontrol. Aku langsung mengiyakan ajakannya. Oh Tuhan...apa yang terjadi padaku,kenapa aku begitu bodoh mengiyakan ajakannya? Aku belum begitu mengenalnya. Tapi dari pembicaraan antara aku,dia dan ibuku. Aku merasa sangat begitu dekat dengannya. Sampai dia pergi pamit pergi dia tak menanyakan no handphone yang layaknya laki-laki lain jika ingin berkencan denganku. Aku akhirnya hanya terdiam saja dikamar tak tahu apa yang harus diperbuat. Malam harinya aku tak menyangka kalau dia datang lagi dan meminta no handphone ku. Aku begitu senang setidaknya kebimbangan yang meyergapku tlah hilang dan aku yakin jika dia sungguh sungguh, Namanya Dicky, cara bertutur katanya sangat lembut. Membuatku merasa sangat diperhatikan. Ah...baru kali ini aku merasa nyaman bersanding dan berbicara dengan seorang pria. Dua hari berselang kami bertemu. Dia telah menungguku dengan mobil putihnya dipersimpangan jalan.
" Hai...mau kemana kita?
Dicky menyapaku pelan dan lembut.Senyumnya mampu meluluhkan hatiku.
" Terserah A Dicky aja.
" Lho...yang tau daerah disini kan kamu. Menurut kamu kita kemana?
" Ya udah jalan aja. Kata a Dicky kan mau bersenang senang. Kita jalan aja sambil lihat -lihat pemandangan. Kalau kita menemukan tempat yang cocok untuk ngobrol baru kita berhenti.
"Baiklah...
Dicky tersenyum menjawabku. Mobilpun melaju pelan tanpa arah. Aku tak berani membuka pembicaraan. Pepohonan di luar tanpak berlari berkejaran. Sawah membentang luas menguning. Aku terkaget ketika tiba-tiba bertanya. Bukan suaranya yang membuatku kaget. Tapi permintaan yang tiba-tiba dia ajukan padaku.
"Yun...maukah kamu jadi pacarku? Tiga hari saja...karena itu masa liburku. Aku cuma ingin punya teman untuk saling berbicara. Aku merasa kesepian disini. Setelah tiga hari itu kita kembali seperti biasa. Kamu tetap jadi teman aku atau mungkin kita akan saling melupakan...
Ya Tuhan... apa yang harus aku jawab? Aku terdiam sesaat tak menjawab pertanyaannya. Dicky kembali mengulang pertanyaan itu padaku dan mendesak aku tuk menjawabnya. Aku akhirnya mengangguk mengiyakan. Ah sudahlah, aku tau ini salah. Dia telah ada yang punya namun aku ingin sekali merasakan kebahagiaan ini walau hanya sementara. Tiga hari cukup bagiku tuk merasakan kebahagiaan dengan orang yang benar-benar aku suka walaupun dia telah ada yang punya. Walau aku tahu tak akan pernah mudah melupakan kenangan selama tiga hari itu

Hari pertama......Dicky memacu mobilnya menuju sebuah waduk tepi kota dan kami berhenti disana. Air waduk yang jernih berkedip menatap kami. Airnya berkilauan bak permata terkena sinar mentari. Angin yang sejuk menerpaku. Dicky menatapku lembut. Kulihat ada cinta dimatanya. Cara menatapnya yang tajam dan tak lepas menatapku telah menujukan kedalaman cintanya. Aku bisa membaca kegelisahan dari hatinya walau matanya memancarkan cinta padaku.
" Aa..kenapa aa melakukan semua ini? Apa a punya masalah dengan keluarga?
" Masalah? ya masalah yang sangat pelik yang sulit untuk diselesaikan. A cuma bisa menyerahkannya pada takdir Tuhan.
" Apakah sepelik itu sehingga A ga mau cerita sama Yunni?
" Yun...lain kali a ceritakan semuanya. Sekarang a cuma ingin membahagiakan kamu. A tau, masalah kamu lebih sulit dari masalah a. Dan a yakin kamu sangat membutuhkan kebahagian saat ini. A mungkin ga bisa memberikan kebahagiaan yang sempurna, tapi a berusaha untuk sempurna buat kamu. Jika suatu saat kita bisa bertemu lagi dan berjodoh biarkan takdir Tuhan yang menemukan kita. Kalau a datang dengan memisahkan istri karena kamu, a harap kamu jangan pernah menerima a, Karena bisa saja a melakukan hal itu pada kamu suatu saat.
Aku terhenyak dengan perkataan Dicky. Betapa dia sangat menghormati istrinya walaupun dia merasa ada masalah dengannya. Sangat sulit pada zaman seperti ini menemukan seorang pria yang menghormati orang yang dicintainya. Kebanyakan pria hanya berfikir tentang seks semata ketika melihat wanita yang disukainya, seperti halnya pria-pria yang mencoba mendekatiku. Aku tak pernah merasa senyaman ini sebelumnya. Bersamanya bisa membuatku tertawa. Aku hanya bisa berandai andai  tentangnya. Andai aku bisa bersama dengannya selamanya. Ah wanita macam apa yang tak bisa merasakan ketulusan cintanya? Masalah apa yang telah membuatnya gelisah. Andai aku tahu. Tapi aku tak mau memaksa Dicky berbicara banyak. Aku tak ingin merubah mood nya. Bagiku senyumnya sangat berarti. Kami berbicara banyak hal hingga sore menjelang dan membawaku dalam kenangan hari pertama dan juga ciuman mesranya di keningku membuatku merasa bahagia hari ini dan merasa menjadi wanita yang dihargai.

Hari kedua...Jalan menuju tempat dimana dulu aku berada sangatlah jauh. Jalan ini mengingatkan masa laluku ketika aku berbaring sakit dan melakukan pengobatan selama beberapa bulan. Mata ini tak lelah menatap hijaunya pegunungan dan sawah yang menghampar luas bak permadani raksasa. Dicky mulai banyak berbicara tentang berbagai hal.  Tentang hobbynya dan pekerjaannya. Tapi tidak dengan masalah keluarganya. Sesekali aku menatap wajahnya yang tenang dan menyejukan. Dia hanya tersenyum tenang menatapku sesekali juga. Jalanan yang berkelok kelok bagai ular membuatku sedikit pusing. Mungkin hal ini terjadi karena sakit yang kuderita. Kini aku menjadi mudah lelah dan sakit. Aku belum bercerita tentang sakitku pada Dicky. Biarlah ini menjadi rahasia yang tak perlu semua orang tahu. Sesampainya di pantai. Kami duduk melepas lelah. aku berusaha memberikan sedikit pijitan dikaki dan tangannya. Kulihat Dicky sangat menikmatinya.
"Yun...sebenarnya sentuhan-sentuhan kecil seperti inilah yang aku inginkan. Aku ga perlu mempunyai banyak harta karena harta bisa dicari, tapi sentuhan kasih sayang yang seperti ini aku tak pernah merasakannya. Ah....seandainya kamu adalah takdirku, akankah kamu terus melakukan hal ini padaku Yun?
" A..aku selalu melakukan hal yang terbaik buat suamiku dulu. Tapi mereka tak pernah mengerti dan selalu merendahkan aku. Tentu saja jika aa adalah takdir Yun...Yun akan melakukan apapun tuk membuat a nyaman
" Apa yang membuat kamu mau melakukan hal itu? Bukannya banyak pria yang juga suka sama kamu. Dan mereka-pun baik sama kamu.  Bahkan banyak dari mereka yang mengajak kamu tuk menikah?
" Yaa...memang banyak pria yang ngajak Yun menikah a, tapi bukan berarti Yun langsung menerima mereka kan? Entahlah, Yun merasa a berbeda dengan yang lain.
(Seandainya kamu belum ada yang memiliki a) Aku hanya membathin dalam hati. Dicky memelukku dengan lembutnya. Pelukannya begitu erat seakan enggan tuk melepasku. Mataku terpejam dalam peluknya menikmati hangat tubuhnya yang kekar dan berisi. Akupun tak ingin dia melepas pelukannya agar segala beban jiwa ini terlepas walau hanya untuk sementara. Hingga menjelang malam kami menikmati suasana pantai yang sangat ramai. Dicky mengajakku berjalan ditepi pantai. Menikmati deburan ombak yang berteriak bersahutan. Burung malam beterbangan saling berkejaran. Dicky menggengam tanganku dengan erat. Angin pantai keras membelaiku, dinginnya meresap hingga ke tulang tubuhku. Seakan mengerti, Dicky memelukku memberikan sedikit kehangatan. Bintang dilangit berkedip memberi arti pada kami berdua. Aku tak banyak berkata karena aku hanya ingin merasakan indahnya malam bersama dia dan kehangatan yang diberikannya. Menjelang malam Dicky mengajakku pulang. Sungguh...aku masih ingin bersamanya. Waktu ini begitu singkat kurasa. Badanku tlah letih. Sepanjang jalan aku terdiam. Sesekali ku lirik Dicky, dia hanya tersenyum dan berkata
"Tidurlah, aku tau kamu sangat lelah. Aku ga apa-apa ko. Kalau lelah paling aku akan berhenti sebentar.
"Terimakasih a sudah mau mengerti aku.
" Sama-sama...ga usah sungkan, tidurlah
Akupun mulai berbaring tertidur sebelumya kulirik dia dan Dicky menatapku sambil mengusap kepalaku dengan lembut.
"Tidurlah sayang...nanti kalau dah sampai aa bangunin ya..
Tak berapa lama aku mulai tertidur hingga akhirnya mimpi-mimpi tentangnya membelaiku dalam gelapnya malam yang dingin. Aku bahagia.

Hari ketiga....A Dicky sudah menjemputku sejak pagi. Aku sebenarnya sangat berat dengan hari ini. Berat karena hari ini merupakan hari terakhirku bersamanya. Untuk sementara aku lebih banyak diam. Memikirkan hari-hariku selanjutnya tanpa dia. Pria yang telah mengikat hatiku dengan kelembutan yang dimilikinya. Mobil Dicky melaju kencang berkeliling tanpa arah namun akhirnya arah mobil menuju bendungan dimana kita pernah kesana sebelumnya. Dibawah sebuah pohon yang rindang kami berhenti. Karena lapar Dicky memesan makanan diwarung terdekat. Ku hanya melihat terus ke wajahnya. Rasa takut kehilangan sangat besar berada dibenakku. Dengan lahapnya Dicky dan aku menghabiskan makanan yang dipesan. Dia sangat memanjakan dan memperhatikan aku. Hal ini membuatku semakin sedih. Oh Tuhan.....Mengapa kebahagiaan ini begitu singkat. Akankah ia menjadi takdirku kelak atau ini semua hanya akan menjadi mimpi yang tak pernah terulang kembali?
"Kemana kita sekarang Yun? kayaknya ga mungkin deh kita cuma diam disini. Apakah punya referensi tempat buat kita?
" Ya sudah a, kita jalan aja. Siapa tahu nanti dijalan Yun punya ide...
Kembali mobil melaju tanpa arah yang pasti. Di tepi sebuah tingkungan aku teringat akan tempat yang dulu aku sering datangi.
"Kayaknya belok sini aja deh a...
"Mau kemana kita?
"Yun kayaknya pernah kesini dan tempatnya bagus
"Boleh, terserah kamu aja
Dicky memandangku dengan lembut dan tersenyum setiap berbicara denganku. Betapa lembutnya pria ini.Betapa bahagianya orang yang mendapingi hidupnya. Aku terus memujinya dalam hati. Jalan menuju tempat yang kutuju dikelilingi bukit dan pegunungan yang menghijau. Sawah membentang luas menghijau ditemani deretan dangau dangau pelepas lelah petani. Diatas sebuah bukit kita berhenti. Aku terpegun sejenak menatap keindahan yang diberikan Tuhan pada manusia. Hari menjelang sore. Matahari tanpak menguning mulai tenggelam. Keindahan ini menyatu dengan tatapan mata Dicky yang juga tak henti hentinya berdecak kagum. Aku terus memandang keindahan didepan mataku ini. Dicky memandangku dan menggenggam tanganku erat.
" Yun...kamu mau menunggu malam disini sambil melihat bintang?
" Ah...sebenarnya Yunni mau banget a, pasti indah banget disini. Tapi Yunni takut juga, soalnya tempat ini jauh kemana mana.
" Iya juga ya Yunn..ya sudah kita nikmati aja dulu pemandangan ini. Nanti kalau sudah mulai gelap kita pergi aja.
"Iya a.
Tak lama aku berkata seperti itu tiba-tiba aku melihat seseorang yang berjalan menuju mobil kami. Orang itu kadang-kadang melirik ke dalam mobil dan seakan berpura-pura melihat ke ladang. Aku agak sedikit takut walaupun Dicky ada bersamaku tapi aku tak ingin sesuatu terjadi.
" A...sebaiknya kita pergi sekarang deh. Aku ga suka dengan gerak gerik orang itu.
Dicky mengiyakan ucapanku sambil melihat ke arah orang asing itu. Lalu ia segera menyalakan mesin mobilnya dan kami pun berlalu kembali ke tengah kota. Meninggalkan tempat yang sangat indah yang entah kapan aku bisa kesana lagi.
 Tak ada tempat yang kami tuju. Malam pun datang, kami menuju alun-alun kota. Berbicara banyak tentang banyak hal. Temaram di tengah kota menarik untuk ku perhatikan. Banyak pemuda berkumpul disana. Lampu kota menerangi sebagian lapangan yang dipergunakan untuk berkumpul dan sebagian lagi orang-orang berdagang menawarkan dagangannya. Kulihat Dicky mengantuk dan akhirnya dia tertidur di depan kemudinya. Aku menggenggam erat tangannya. melihatnya tertidur membuatku semakin memperhatikannya. Ku usap kepalanya dengan kelembutan. Betapa ku ingin memilikinya, tapi ku tak bisa. Andai saja aku dipertemukan dia dahulu dan dia menjadi takdir yang menemani hari-hariku mungkin hidupku tak akan seperti ini. Hidup yang penuh hinaan,fitnah dan cacian yang tak pernah berhenti mengisi hari-hariku. Tanganku terus menggenggam tangannya. Ini hari terakhirku. Aku tak akan menyia nyiakan setiap detikku bersamanya. Entah kapan aku akan bertemu dengannya lagi. Tuhan telah menentukan takdirku untuk sendiri, berteman sepi dan kepedihan.Tapi aku takan menyerah dengan takdirku. Aku masih mempunyai cahaya hidup...Anakku. Malam bergulir pagipun datang. Dicky terbangun dari tidurnya. Dia tanpak begitu lelah. Entah apa yang ada dalam mimpinya. Yang ku tahu, waktuku bersamanya akan segera berlalu. Ingin ku teteskan air mata ini di bahunya namun ku tak kuasa. Aku hanya bisa menangis dalam hati. Tak ada lagi kata terucap. Ekspresi wajahku menggambarkan semuanya dan ku yakin Dicky tahu itu.
"Yun...kebersaman kita sudah berakhir. Maafkan aku bila ada kata atau perbuatan yang tak berkenan. Mungkin kita tak bertemu lagi tapi A yakin kenangan kita akan hidup selamanya. Biarkan takdir yang mempertemukan kita..
Ah...hampir saja ku menangis tak sanggup lagi aku berkata-kata. Aku hanya bisa menatap kelembutan pandangannya padaku. Dicky memelukku dengan erat seakan tak mau melepaskan. Ciuman di keningku menjadi akhir perpisahan dengannya. Perpisahan memang berat kurasa. Kehadiran seseorang walau hanya sekejap namun bisa membuatku sedikit berbahagia dan merasakan seperti apa arti kebahagian itu. Bukan karena harta yang diberi tapi sebuah ketulusan yang sangat mahal lah yang membuatku bisa bahagia. A Dicky...aku menyebutmu kembang kantil. arti sebuah kesucian dan ketulusan hati dalam mencintai seseorang yang terkasih....Semoga kita bertemu dalam takdir Tuhan kembang kantilku.........................................TAMAT










Kamis, 30 Juli 2009

The Savior (Episode 6)

Brakkkk......gedebuk.....ahhhh.....seorang laki-laki berlari dengan cepat menghindari bebatuan....semak-semak dan pepohonan yang menghalangi jalannya .Namun tetap kakinya tersandung akar pohon yang sangat besar....ada rona ketakutan diwajahnya....pemuda kampung yang menggunakan baju hitam yang telah robek dimana...wajahnya tampan berkulit kuning....dibalik wajahnya yang ketakutan tak dapat disembunyikan pula rasa sakit yang telah menjalari badan dan kakinya....
"tolong....tolong.....
dengan sekuat tenaga pemuda tampan itu berteriak kencang dan terus berlari tak menentu...tampak dibelakang pemuda itu seekor srigala berwarna putih mengejarnya....tak ada senjata yang dia pegang....arah larinya terus masuk kedalam hutan yan semakin gelap.
dan....dug....sekali lagi kakinya tersandung akar dan membuatnya terjatuh terpelanting..akhhhh
pemuda itu tak bisa lagi berharap banyak ketika srigala itu semakin dekat padanya dan berdiri satu meter didepannya......pemuda itu merangkak pelan mencoba untuk kembali bangkit....darah telah keluar dari kaki dan badannya yang terkena pohon dan duri yang ada di dalam hutan....srigala itu terus memperhatikan sang pemuda namun anehnya srigala itu tak menyerang langsung si pemuda dan hanya memperhatikan orang yang ada didepannya itu....tak ada tanda-tanda menyerang...tiba-tiba......................Auuuuuuuuuuuu.
Srigala putih itu melolong panjang, matanya merah menyala seakan hendak menyerang dan menerkam pemuda yang sudah tak berdaya dan hanya menyerahkan hidupnya pada Tuhan.....namun tetap tak ada tanda-tanda srigala itu akan menyerang....bahkan srigala itu duduk dengan santainya dan mengibas-ngibaskan ekornya laiknya seekor anjing yang telah jinak. Pemuda itu tampak begitu terheran-heran memperhatikan srigala yang ada didepannya. Sang srigala putih menatap tajam ke atas pemuda itu dan tanpa disadari si pemuda ada sebuah bayangan hitam diatas pohon yang sedang memperhatikannya dan....wus....wus....wus sekali melompat bayangan itu telah ada dihadapan si pemuda dan semakin membuatnya panik....
"Si....si...siapa kamu?  jangan sakiti aku....aku cuma tersesat ke hutan ini tolong...
Pemuda itu sangat ketakutan dan memohon pada orang berpakaian ninja yang ada dihadapannya..
"Aku tidak akan pernah menyakiti kamu...mengapa kamu bisa tersesat dihutan ini?
Si pemuda sangat terkejut lagi ketika mengetahui bahwa suara orang yang berpakaian ninja ini adalah suara seorang wanita....
"Ka..ka..kamu?
"jawab saja pertanyaanku...engga usah bertele-tele...
"Aku...aku tersesat dihutan ini karena aku melarikan diri dari desa seberang hutan ini?
"Kenapa?
"Mereka menuduhku membunuh seorang gadis disana tapi demi Tuhan...aku...aku tidak melakukan hal itu..tapi mereka tetap saja tidak percaya. Wanita berpakaian ninja menatap serius pada pemuda yang ada dihadapannya. Sang pemuda tertunduk....seakan ada yang sedang dipikirkannya namun ketakutannya sudah mulai sirna kini karena dia yakin wanita yag ada dihadapannya ini tidak akan menyakitinya.
" Siapa namamu?
"Arya...namaku Arya..
"Baiklah Arya...kalau memang apa yang kamu katakan benar...kamu boleh ikut aku sementara...suiiittt....tiba-tiba wanita berpakaian ninja itu bersiul kencang dan srigala putih segera mengejar dan mengikuti dirinya sementara Arya sang pemuda desa mengikuti langkah mereka dari belakang....Tak berapa lama mereka tiba di sebuah gubuk yang cukup bersih dan tertata apik. Wanita berpakaian ninja lansung melepas penutup kepalanya dan nampaklah seorang gadis yang cantik....Arya tak berhenti memandangi gadis itu dan takjub akan kecantikannya..
"Kamu...kamu cantik sekali...oh ya siapa nama kamu? Arya memberanikan diri bertanya.
"Aurora...terimakasih atas pujianmu.
Gadis yang ternyata Aurora itu langsung masuk kedalam rumah dan mengambil sebuah kendi yang terbuat dari tanah dan memberikannya pada Arya....
"Aku yakin kamu sangat haus....minumlah
"Ya..ya terimakasih..
Glek...glek...glek...Arya segera meminum air putih yang diberikan oleh Aurora...rasa capainya segera hilang dan senyumnya yang menawan diberikannya pada Aurora...gadis yang ada dihadapannya..Aurora tampak begitu canggung ketika Arya terus menatapnya seakan melihat bidadari yang baru turun dari kayangan....
"Sudahalah....jangan menatapku seperti itu..
"Oh..ehm..maaf...maaf...aku cuma kagum dengan kecantikanmu dan sekaligus heran..
"Kenapa? ada yang aneh denganku..? Aurora balik bertanya atas ucapan Arya
"Ya..heran?ehm...mengapa ada gadis secantik kamu tinggal sendiri dihutan ini??
" Oh itu rupanya...hehe
Aurora tertawa kecil mendengar ucapan Arya
"Kok ketawa??
"Ya...engga ada yang aneh...terserah aku donk mau tinggal dimana....sudahlah engga usah dipertanyakan lagi, lain kali aku akan menceritakannya padamu.
Arya hanya diam dan mengangguk mengiyakan namun tetap saja hatinya bertanya tanya tentang gadis cantik yang ada dihadapannya ini.

Keesokan harinya pagi menampakan cahaya yang kemilaunya membuat hutan menjadi tempat yang nyaman untuk menenangkan diri dan mencari suasana yang benar-benar dapat mengisi segala kekosongan jiwa bagi orang-orang yang penat menghadapi masalah hidup yang tak henti-henti nya mendera. Embun berjatuhan diantara daun-daun yang bergerak lambat karena sentuhan angin yang berbisik pada dunia. Bunyi air yang jatuh ke sebuah telaga kecil membuat tenang orang yang mendengarnya. Arya tak sadar ketika pagi telah datang dan meyapanya dengan sentuhan matahari. Dia tertidur di dipan gubuk Aurora yang memang menyuruhnya untuk tidur disana karena memang tidak memungkinkan untuk tidur bersama di dalam gubuknya. Zeta si srigala putih tampak duduk dibatang sebuah akar yang besar dan menikmati hangatnya sinar matahari yang menerpa tubuhnya sementara terdengar sura gaduh kecil didalam gubuk dan nampak sekali bahwa Aurora sedang sibuk memasak air. Setelah matang maka dituangkannya air panas itu pada kendi yang terbuat dari tanah. Setelah selesai Ia segera keluar dari gubuknya dan pergi menuju telaga yang tak begitu jauh dari situ.....Dengan perlahan Aurora melangkahkan kakinya kedalam dinginnya air telaga dan perlahan-lahan membuka bajunya dan hanya mengenakan kain yang sangat tipis untuk segera mandi disana. Dinginnya air tak membuat Aurora kedinginan. Matanya memejam sambil menggosokan batu pada tubuhnya yang putih bersih...Air yang membasahai kain penutup tubuhnya kini telah basah dan membuat lekuk tubuhnya semakin terlihat. rambutnya yang panjang pun kini telah basah dan menunjukan kesan eksotisme yang tinggi....ikan-ikan ditelaga seakan menjadi temannya ketika dia mandi tak berapa lama Zeta muncul ditepi telaga namun nampaknya ia enggan untuk menuju air telaga yang dingin dan hanya memperhatikan tuannya yang sedang menikmati mandinya.
Aurora sangat menikmati dinginnya air yang membasahi seluruh tubuhnya. Dinginnya pagi dan hembusan angin gunung tak membuatnya cepat beranjak. Zeta memandangi tuannya dengan cermat seakan juga menikmati indah tubuh tuannya yang begitu mempesona seandainya ada orang yang memandangnya. Namun tiba-tiba Zeta menggeram... dia seakan tahu kalau ada orang lain yang menatap tuannya selain dirinya. Aurora menyadari hal itu namun dia tetap cuek karena dia telah mengetahui siapa yang bersembunyi di balik semak-semak.
"Arya...!!apakah itu cara kamu memperlakukan wanita...dengan mengintipnya mandi!!
Aurora berteriak kencang pada orang yang ada di semak-semak yang ternyata memang Arya.
Arya keluar dari persembunyiannya. Mukanya memerah menahan malu.
"Ma...ma..maaf...aku tadi hendak....
" Oh tidak...aku hanya ingin buang air kecil namun secara tidak sengaja aku melihat kamu mandi....ka...ka..kamu cantik sekali.
Aurora tersenyum simpul tak marah....
"Hm...sudahlah...kamu tak perlu memuji aku berlebihan Arya
"Tapi...aku sungguh-sungguh mengatakan hal itu pada kamu...Demi Tuhan kamu cantik sekali...
"Terimaksih kalau begitu...Sebaiknya kamu masuk...aku sudah membuatkan kamu teh manis....kamu bisa mandi setelah menikmati teh..oh ya...ada umbi bakar juga buat sarapan...maaf kalau itu terlalu sederhana..
"Oh..iya.terimakasih....itu sudah cukup bagiku
Arya bergegas meninggalkan Aurora yang masih menikmati dinginnya air pagi serta gemercik air tejun kecil di tengah telaga yang airnya berwarna hijau jernih. Tak berapa lama Aurora beranjak dari telaga itu...mengambil bajunya dan pergi ke atas sebuah batu besar dan merentangkan tangannya menikmati cahaya matahari pagi yang menerobos diantara lebatnya pepohonan yang ada dihutan kecil itu.......Zeta mengikutinya dari belakang dan menggesek-gesekan tubuhnya dengan manja pada Aurora....Aurora mengelus kepala Zeta dengan lembut dan bercanda dengannya sebentar...
"Zeta..ayo pulang...
Tak menunggu lama Aurora berkelebat dengan cepat tanpa terlihat oeh mata orang biasa sementara Zeta berlari menuju kemana tuannya pergi..
"Sudah selesai sarapannya...??
"Uekh..ukh..aduh....kamu bikin aku kaget Aurora...
" Gak apa-apa kan bikin kaget sekali kali ...biar kamu terlatih kelak dengan sesuatu yang tiba-tiba
" Tapi bukan begitu caranya..aku keselek nih...
Duk....tiba-tiba Aurora memukul tengkuk Arya
"Nah begitu sudah baikan bukan?
"Aduh...Eh iya..dah baikan...kok bisa?
"Cuma soal kecil Arya..semua penyakit pasti Tuhan memberikan cara mengobatinya kecuali...
"Kecuali apa?
"Yaaaa.....kecuali orang itu tidak mau berusaha..
Arya terdiam mendengar ucapan Aurora. Dia berfikir kenapa wanita secantik...setangguh...dan sepintar dia tinggal di hutan seperti ini...apa yang sedang dicarinya? Aurora berjalan menuju ke depan gubuknya dan duduk di rumput yang tumbuh subur ditemani Zeta srigala putih kesayangannya. Dibelainya Zeta dengan penuh kasih sayang dan Zeta pun terduduk merasakan belaian tuannya. Angin berhembus membelai rambut Aurora yang hitam sebahu. Tengkuknya yang tersibak dan putih membuat Arya semakin salah tingkah melihatnya. Arya segera mendekati Aurora yang terus asik bermain dengan Zeta.
"Aurora.....
Arya memanggil lirih setengah berbisik dan duduk disampingnya
"Hm...
Aurora menjawab pendek
"Apakah kamu punya saudara?
Aurora terdiam mendengar pertanyaan Arya. Dia kembali teringat dengan adiknya yang sebenarnya telah dia temukan...Azira...ya...selama ini dia telah mencarinya dan setelah pertemuan tak sengaja waktu itu dia selalu mengikuti Azira dari belakang dan berusaha untuk menjaganya dari jauh..."Oh....mengapa aku tak menemuinya saja dan mengatakan bahwa akulah kakaknya yang selama ini dia cari dan pasti Azira akan senang melihatnya...benar..aku harus menemuinya sekarang. Aurora berkata dalam hatinya.
"Kamu belum menjawab pertanyaanku Aurora....
"Hehh....
Aurora mendesah pendek namun tak berusaha menghilangkan mimik gundah diwajahnya.
"Ya...aku masih mempunyai saudara laki-laki
"Kenapa kamu tak bersamanya? Siapa namanya?
"Namanya Azira....aku tak bersamanya karena.....
"Karena apa?
"Aku berpisah denganya ketika Tsunami terjadi di Pangandaran...
"Ah...lalu....kamu tahu dimana adikmu sekarang?
"Ya aku tahu....aku akan menemuinya sekarang dan mengatakan bahwa akulah kakanya...
"Maksud kamu apa dengan mengatakan akulah kakaknya...apakah sebelumya kamu mengatakan bahwa kamu bukan kakaknya?
"Aku sebenarnya telah menemukannya namun aku masih belum berani bertemu dengannya secara langsung...
"Lho kenapa??
"Entahlah....waktu itu aku belum terlalu percaya kalau dia adikku yang waktu itu hilang....Arya...maukah kamu menemani aku pergi menemui dirinya?
"Tentu saja...dengan senang hati aku akan mengantarmu menemuinya....Kapan kita akan pergi menemuinya?
"Sekarang.

Sore itu.... tinggal sepenggal cerita tentang hidup yang sangat rumit tuk diatasi...hujan mulai mengguyur tubuh bumi dan mengairi selokan selokan yang penuh dengan sampah....air tak ada habisnya menerpa tiap jengkal kehidupan yang ada di bumi....Diteras sebuah rumah, Sheila dan Dias tampak duduk menikmati dinginnya angin yang tebawa air hujan. Sesekali Sheila menyentuh butiran-butiran air yang jatuh dari atap genting. Dias tampak berpangku tangan...puluhan batang rokok telah dihabiskannya untuk mengusir rasa dingin dan gundah yang mengaliri perasaannya. Tak berapa lama Azira datang dan segera duduk menemani mereka sementara Layla membawa minuman hangat yang setidaknya dapat mengusir rasa dingin yang menggigit.
Buliran air semakin kencang jatuh dari langit...suaranya seperti nyanyian alam yang merdu dan menghibur orang-orang yang sedang gundah dan masuk dalam setiap lamunan orang yang ada disitu. Kolam ikan telah penuh dengan air yang mengisinya....ikan-ikan tampak bergembira berenang kian kemari mensyukuri kenikmatan yang diberikan langit pada mereka.....pepohonan disekitar rumah menari tertiup angin yang kencang serta deraan air huajn yang kian kencang, namun tetap....Dias dan semuanya yang ada disitu tak beranjak dari teras dan masuk kedalam rumah. Semua menikmati alam yang sedang berpesta......
"Om...Sheila ...diminum tehnya.
Layla menawarkan teh yang dibuatnya pada Dias dan Sheila. Dias tersenyum padanya dan mengambil teh yang disodorkan Layla.
"Terimakasih....
Slurppppp....slurp....terdengar Dias yang meminum tehnya dan menikmati rasa hangat yang menjalar dalam tubuhnya.
"Om....kapan kita akan bertindak dan menuntaskan semua permasalahan ini?
Azira berkata datar pada Dias dan menanyakan masalah yang sedang mereka hadapi bersama.
"Kita harus menunggu saat yang tepat Zira....semuanya perlu perhitungan yang matang. Mereka sangat kuat sementara kita hanya kamu dan paman yang bisa diandalkan..
"Lalu apa yang harus kita perbuat?
"Entahlah...om tak tahu harus bagaimana......kita perlu bantuan orang yang lebih kuat agar kita tak mati sia-sia...
"Aku siap membantu om...
Tiba-tiba Sheila berkata pada mereka dan mengejutkan mereka semua
"Kamu.....engga...engga kamu engga bisa membantu kita....Om tidak mau terjadi apa-apa dengan kamu Sheil...
"Lho...kalau kita bersatu kan aku yakin kita bisa mengalahkan Mr Chan dan yang lainnya
"Iya om tau tapi.....mereka sangat kuat Sheil...
Sheila berkeras dengan keinginannya membantu Azira dan Dias dan tentu saja Dias menolaknya karena Dias tahu kemampuan Sheila tidak seberapa dibanding Mr Chan dan anak buahnya.
Kini semuanya terdiam dalam hening...walau hujan terus memberikan irama kehidupan yang tak begitu jelas tapi semua itu memang harus dihadapi apapun resikonya. Azira berdiri sejenak dan berjalan menembus derasnya hujan. Semua yang ada disitu hanya memperhatikan tingkah laku Azira...baju Azira sudah mulai basah semua...badannya yang kekar tampak terlihat dibalik kausnya yang tipis....Azira menengadahkan tangannya ke langit seakan menyambut datangnya air hujan dan tiba-tiba berteriak
"Arrrrrggggggghhhhh.............................!!!!!
"Zira....!!
Layla dan Sheila berteriak berbarengan memanggil namanya...mereka saling pandang. Ada raut kecemburuan di muka Sheila dan dia segera memalingkan matanya ke tempat lain. Layla segera mengejar Azira dan memeluknya dari belakang....kedua insan itu berpelukan dalam dinginnya hujan dan teriakan halilintar yang terus menggema sepanjang hari....Layla berusaha menenangkan Azira yang tampak marah dengan keadaan yang diciptakan oleh Mr Chan. Sheila tak bisa lagi melihat apa yang ada didepannya dan segera lari menuju kamarnya sementara Dias tak bisa berbuat banyak dan tetap duduk tak bergeming....
Layla masih memeluk Azira dari belakang....airmatanya mengalir bercampur air hujan yang tak henti hentinya mengguyur tubuh bumi. Lampu taman mulai menyala....berusaha menerangi hari yang kian gelap.....tiba-tiba Azira bergerak dan menyuruh Layla pergi........Dias pun melihat gelagat yang aneh pada diri Azira....Dias melirik ke arah dimana mata Azira tertuju....dibalik derasnya hujan dan gelapnya malam tampak sosok seseorang bercaping berdiri tak jauh dari pintu gerbang.....Dias terkejut.
Tatapan orang itu begitu dingin tanpa ekspresi......Azira pun menatapnya dengan mata elangnya yang mampu menembus setiap relung hati yang ditatapnya. Namun......setengah capingnya menutupi wajahnya yang dingin membeku. Dia berdiri tegar tanpa bergerak dan terus menatap ke arahnya ..........................
"Nampaknya aku kenal laki-laki ini.
Azira bertanya tanya dalam hatinya. Melihat hal itu Dias langsung berdiri dan berlari menuju Azira menembus hujan yang tak juga reda.
"Siapa dia Zira? apa yang akan dia lakukan?
"Tenang om...saya yakin orang ini tidak akan melakukan apapun pada kita....
"Bagaimana....
Belum sempat Dias membalas perkataan Azira orang itu tiba-tiba memanggil namanya?
"Dias....apa kabar kamu orang?
Dias terkejut mendengar orang itu memanggil namanya dan dia merasa logat orang itu begitu dikenalnya.........
"Siapa kamu?Darimana kamu tahu nama saya?
"Mendekatlah Dias...
Dias ragu akan melangkah namun mengingat apa yang diucapkan oleh Azira, dengan berhati hati dan penuh kewaspadaan Dias mendekati orang itu. Azira hanya memperhatikan keduanya saling mendekat..
"Dias...apa kamu orang tidak mau memeluk aku..
Betapa terkejutnya Dias ketika dia melihat wajah orang itu....ada pancaran kebahagiaan tercurah diwajahnya. Dengan tanpak basa-basi lagi Dias langsung memeluk orang itu
"Tanaka....tanaka itu kamu....
Dias berkata lirih di telinga orang yang ternyata adalah Tanaka....
"Ya Dias...ini aku..sudah lama kita tidak bertemu hah...
"Kukira kamu...
"Sudah mati!!!
"Aku tak semudah itu mati ditangan Chan, Dias.
"Oh...syukurlah...
Azira tampak sangat terkejut ternyata Dias mengenal laki-laki bercaping itu. Darimana Dias mengenal orang itu? apakah ini yang pernah diucapkannya bahwa dia mempunyai seorang sahabat yang juga bermusuhan dengan Mr Chan......Layla berjalan dan kembali mendekati Azira.....
"Siapa itu Zira??
"Dia laki-laki bercaping yang pernah kita temui dipinggir sungai waktu itu..
"Hah...!!tak kalah kagetnya Layla sedikit berteriak
"Ta...ta...tapi....orang itu mengenal om kamu?
"Ya..akupun terkejut barusan.
Tak begitu lama Dias dan Tanaka mendekati mereka....
"Semuanya...........ini teman om...perkenalkan...namanya Tanaka........
"Tanaka? Azira terbengong tak percaya....
Azira tak bisa lagi menutupi rasa kagetnya sementara Dias dan Tanaka saling berpandangan tak mengerti...
"Azira...kenapa kamu terlihat kaget mendengar sahabat om ini...Apa kamu mengenal dia?
"Azira katamu Dias....kamu jangan bercanda
Kini giliran Tanaka yang kaget mendengar nama Azira disebut oleh Dias...
"Ya...namanya Azira..Lho...lho...kenapa kamu sekarang yang kaget Tanaka...?
Tanaka tak menjawab dan hanya memandang pada Azira dan begitu juga sebaliknya...mereka saling pandang tak percaya....tak ada yang bergerak...semuanya diam dalam gelapnya malam dan guyuran hujan. Tiba-tiba Azira berbicara memecah kesunyian namun ucapannya membuat semua yang ada disitu kaget.....
"Ayah.....mengapa ayah dulu meninggalkan aku dan kakak...? jawab ayah!
Azira berkata pelan namun tegas dan bergetar.....Dias dan Layla hanya memandang pada Tanaka tidak percaya bahwa orang yang ada dihadapan mereka adalah ayah dari Azira....
"Ayah tidak pernah meninggalkan kamu Azira......
Tanaka pun menjawab dengan tenang namun getarannya mampu menusuk hati Azira
"Hanya Dias yang tahu kejadiannya....ayah ak pernah meninggalkan kamu dan kakak kamu
"Tapi...tapi ayah meninggalkan kami bertahun-tahun tanpa kabar...
"Maafkan ayah Zira...ayah telah mencari kamu kemana-mana.....hati ayah hancur ketika kembali dan menemukan tempat dan rumah kita telah hancur oleh tsunami....bertahun-tahun ayah mencari kamu dan kini...kini ayah menemukan kamu anakku.
Suara Tanaka semakin bergetar menahan kerinduan dan kebahagian yang kini telah diraihnya karena telah menemukan anaknya kembali...tiba-tiba dengan cepat Azira bergerak dan memeluk Tanaka....ayah dan anak yang telah lama tak bertemu ini saling memeluk erat dan menangis bahagia....
"Zira....maafkan ayah....maafkan ayah anakku...
"Zira juga minta maaf ayah....Zira telah menyangka ayah yang bukan-bukan
Akhirnya mereka melepaskan semua rindu yang terpendam ...Layla dan Dias tersenyum melihat kebahagian mereka.....hujan sudah mulai reda ....bintang-bintang mulai bermunculan walau masih terhalang awan hitam.......
"Ayo semuanya masuk kedalam...Tanaka...ajak anakmu masuk...kita ngobrol sambil ngopi pasti enak...ayoo
Lalu semuanya masuk kedalam rumah Dias. Sementara Sheila yang telah masuk dari tadi merasa agak terganggu mendengar suara ribut-ribut di luar dan berusaha menerka apa yang sedang terjadi.
"Siapa lelaki itu? Mengapa dia begitu akrab dengan om Dias dan Azira?
Sheila lalu membuka sedikit tirai jendela dan mengintipnya dari sana..tapi betapa terkejutnya Sheila ternyata orang yang diintipnya sedang menatapnya dan tersenyum padanya...bagaimana dia tahu?

Ditempat lain...........Seorang wanita cantik dan lelaki yang cukup menawan berjalan beriringan dipinggiran sebuah desa....tak ada yang berbicara diantara mereka....banyak orang yang berusaha menggoda si wanita namun tak mereka tanggapi.
"Neng...mampir dulu neng heheheh duh cantiknya si Neng...abang mau deh jadi yang kedua heheh
seorang lelaki jahil berteriak dari daam sebuah warung makan...lelaki yang berada di samping wanita itu tampak memerah menahan amarah namun kode yang diberikan si wanita membuatnya terdiam.
"Kenapa kita terus berdiam diri Aurora?
"Ingat Arya....kita pergi untuk menemui adikku bukan mencari gara-gara dengan orang lain
"Baiklah aku mengerti..
Aurora dan Arya pun melanjutkan perjalanannya tampa lagi memperdulikan orang yang iseng dengan mereka. Ditepian desa mereka beristirahat sebentar di sebuah dangau petani tak jauh dari sungai....Aurora tib-tiba menjentikan tangannya dan ssssssssssst.........sebuah batu kecil melayang dari tangannya...menumbuk buah kelapa dan membuatnya jatuh....Arya terkagum-kagum melihat hal itu dan membuatnya semakin suka pada gadis yang ada didepannya itu. Dengan cepat Arya berlari mengambil buah kelapa dan mengupas kulitnya dengan pisau yang dibawanya. Setelah selesai diberikannya kelapa itu pada Aurora. Glek...glek...glek....Aurora sangat menikmati air buah kelapa yang diminumnya. Setelah merasa puas diberinya kelapa itu pada Arya.
Sejauh mata memandang hamparan sawah yang menghijau membuat pandangan mereka menjadi lebih segar. Angin berhembus perlahan menyapu wajah wajah mereka yang terlihat sangat lelah
"Aurora...apa kamu tahu dimana adikmu berada?
"Ya ...aku tahu....aku pernah mengikutinya hingga ketempat dimana dia tinggal
"Oh...syukurlah, berarti kita tak cape-cape lagi mencari dia
"Ya...tapi perjalanan kita masih jauh Arya...apa kamu punya ide?
"Aku sudah memikirkannya sejak tadi...sebaiknya kita ikut mobil saja yang menuju kota biar lebih cepat.
"Tapi kita engga punya uang Arya....
"Itu soal gampang...kita ikut saja mobil sayur yang menuju kota...mereka mau kok bawa kita
"Kamu yakin???
"Tentu..aku dulu sopirnya hahahahah
"Huuh becanda kamu
"Eh...itu bukan becanda tau...beneran
"Oh beneran toh...ya udah nanti kamu yang berhentiin mobilnya,aku tinggal ikut aja
"Ok..siap nona cantik...
Arya tersenyum penuh arti pada Aurora. Aurora tahu arti senyum itu namun dia berusaha mengalihkan pandangannya ketempat lain dan pur-pura tak melihatnya....................bersambung ke episode 7

Me lagi

Me lagi
Bergembira

Me and my life

Foto saya
silahkan baca di all about me